Resensi Buku Bimbingan Islam Untuk Pribadi Dan Masyarakat

Posted on

Dalam agama Islam menjadi pribadi yang baik dan hidup di dalam masyarakat yang saling menghargai, saling menyayangi, cinta damai adalah hal yang sangat kita dambakan. Untuk hal itu diperlukan adanya bimbingan Islam yang mengajarkan bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang baik di segala tempat dan suasana. Baik itu ketika dalam lingkungan keluarga maupun di dalam lingkungan masyarakat.

Buku ini dibuat dan hadir serta berusaha untuk dapat memperbaiki pribadi dari setiap muslim. Dengan demikian dapat melaksanakan perintah agama Islam dengan sebaik- baiknya. Dalam hal ini perbaikan yang dimaksud adalah, perbaikan yang sesuai dengan apa yang telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ini sebagaimana yang telah dipahami oleh As-Salafush Shahih.

Di dalam buku Bimbingan Islam ini pembahasannya menyentuh pada hampir segala persoalan prinsip dalam ajaran Islam. Baik itu dalam kehidupan sehari- hari pada setiap muslim. Ini berlaku baik dalam kehidupan sebagai pribadi yang baik ataupun di masyarakat. Oleh karena itu buku Bimbingan Islam ini sangat tepat dibuat dengan judul Bimbingan Islam Untuk Pribadi Dan Masyarakat.

resensi-buku-bimbingan-islam-untuk-pribadi-dan-masyarakat

Pembahasan Bimbingan Islam Bahwa Islam Adalah Peraturan Hidup Yang Sempurna

Agama Islam berusaha untuk dapat mengatur kehidupan manusia. Dalam hal ini mengandung unsur pokok yaitu dalam mengatur waktu. Islam adalah satu- satunya ajaran agama yang paling kuat gara dapat membahagiakan manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Islam terbukti telah mengatur berbagai aspek kehidupan  manusia baik politik, bidang ekonomi, budaya, sosial dan lain sebagainya. Islam juga menggariskan metode yang tepat dan benar untuk dapat memecahkan masalah dalam bidang tersebut.

Agama Islam telah menganjurkan untuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi untuk kemajuan ilmu yang bermanfaat. Ini terbukti pada abad pertengahan telah muncul tokoh- tokoh ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern dari kalangan Islam Seperti: Al-Bairuni, Al-Haitami dan lainnya.

Islam sebelum jadi peraturan Allah atau syari’at merupakan sebagai keyakinan atau kepercayaan. Yakin bahwa Allah adalah sembahan yang benar. Untuk itulah Rasulullah Muhammad Saw fokus dakwah di Kota Mekkah untuk membenahi tauhid. Lalu setelah Hijrah ke Madinah Rasulullah mendirikan negara dan kemudian menerapkan syari’at Islam.

Dalam ajaran Agama Islam menghalalkan harta yang telah didapat dengan cara yang halal. Yakni bukan dengan cara penindasan, penipuan, dan lebih mengutamakan harta yang halal hendaknya dimiliki oleh orang yang shalih. Sehingga mau memberikan hartanya untuk perjuangan Islam dan membantu orang fakir agar dapat tercipta keadilan sosial pada kalangan umat Islam.

Bimbingan Islam Bahwa Doa Adalah Ibadah

Jika kita melihat hadits shahih yang berdasar pada hadits yang diriwayatkan Tirmidzi ini menunjukkan bahwa doa adalah salah satu jenis ibadah yang paling penting. Sebagaimana sholat yang tidak boleh ditujukan kepada Wali atau Rasul demikian halnya dengan doa.

Jika ada orang yang berdoa dengan mengatakan Ya Rasul atau Hai orang Ghaib berikanlah kepadaku sebuah pertolongan serta anugerah yang berlimpah. Maka dengan demikian berarti orang itu telah berdoa kepada selain Allah. Meskipun mungkin niatnya yang memberi pertolongan adalah Allah.

Begitu juga dengan orang yang berkata “saya menunaikan shalat untuk wali atau Rasul” walaupun niat di dalam hatinya dilakukan untuk Allah shalat yang semacam itu tidak diterima. Hal ini karena ucapan yang berlawanan dengan hatinya. Dan sesungguhnya sebuah ucapan harus sesuai dengan keyakinan dan niatnya. Jika tidak maka apa yang diperbuatnya termasuk ke dalam perbuatan syirik yang tidak akan diampuni selain ia bertaubat.

Bimbingan Islam Tentang Hal- Hal Yang Dapat Membatalkan Keislaman

Di dalam ajaran agama Islam ada hal- hal yang bisa membatalkan keislaman pada seseorang bila ia mengerjakannya.Diantaranya adalah:

Meminta dan berdoa kepada selain Allah SWT. Sebagai contoh jika seseorang meminta kepada makhluk ghaib, meminta kepada wali yang telah wafat dan meminta kepada para nabi.

Merasa marah hatinya dengan tauhidnya kepada Allah SWT dan tidak mau berdoa kepada Allah SWT dan meminta pertolongan kepada Wali, Rasul, Dan makhluk hidup atau mati, serta makhluk ghaib.

Jika seseorang menyembelih binatang untuk atau karena seorang wali atau Rasul.

Bernadzar untuk sang makhluk sebagai usaha pendekatan dan penghambaan kepada makhluk tersebut. Padahal seharusnya kita hanya boleh bernadzar untuk Allah SWT semata.

Melaksanakan thawaf pada sekeliling kuburan atau makam dengan berniat untuk melakukan ibadah. Ini tidak boleh dilakukan karena thawaf hanya dilakukan di sekeliling Ka’bah saja.

Berserah diri dan bertawakal kepada selain Allah SWT

Bersujud atau Ruku’ dengan niatan untuk mengagungkan para pemimpin atau raja. Baik itu yang masih hidup ataupun yang sudah tiada. Hal ini kecuali jika yang melakukan karena ketidak tahuan. Karena pada dasarnya Ruku’dan Sujud itu hanya untuk Allah SWT saja saat kita melakukan ibadah.

Mengingkari kepada salah satu rukun Islam seperti: Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji. Atau juga ingkar kepada salah satu rukun Iman yakni Iman kepada Allah SWT, Iman Kepada Malaikat, Kitab- kitab, Iman kepada para Rasul, Iman  kepada Hari Kiamat dan iman Kepada Qada dan Qadar.

Bimbingan Islam Untuk Tidak Beralasan Pada Takdir

Sebaiknya setiap muslim harus selalu berkeyakinan bahwa segala keburukan dan kebaikan yang terjadi itu adalah menurut takdir Allah SWT. Itu merupakan kehendak Allah dan telah diketahui dengan ilmu Allah. Akan tetapi berbuat baik atau buruk itu terjadi akibat pilihan dari manusianya sendiri sebagai hamba Allah. Sedangkan untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah adalah kewajiban seorang hamba.

Untuk itu, seorang muslim tidak boleh berbuat maksiat dengan alasan bahwa yang demikian itu memang sudah menjadi takdir Allah SWT. Allah SWT telah mengutus Rasul dan menurunkan Kitab agar para Rasul menjelaskan bagaimana jalan menuju kebahagiaan dan bagaimana pula dengan jalan menuju kesengsaraan.

Dengan demikian pula Allah SWT telah memuliakan umat manusia dengan mengaruniai akal fikiran dan menerangkan kepada manusia bagaimana jalan yang benar dan yang sesat.

Oleh sebab itu, seorang muslim bila minum arak atau meninggalkan shalat berhak mendapat hukuman karena dia telah melanggar perintah dan tidak menjauhi larangan Allah SWT.Sehingga pada saat itulah dia harus menyesali perbuatan maksiatnya dan segera bertaubat.

Demikianlah sebagian yang dapat kami sampaikan mengenai buku Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat. Untuk lebih jelas dan lengkapnya anda bisa membeli buku Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat buah karya dari Syeikh Muhammad bi Jamil Zainu ini.

Di dalam buku ini anda akan mendapat banyak sekali pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana ajaran Agama Islam mengajarkan kebaikan untuk pribadi kita sendiri dan kebaikan untuk dapat menjalankan kehidupan yang islami di masyarakat.