Pembahasan Contoh Surat Suara Pemilu 2014

Posted on

Contoh Surat Suara 2014 (/2004)

Komisi Penentuan Umum (KPU) mengambil keputusan untuk bikin surat suara tak dalam satu pola, tetapi 3 pola untuk penentuan anggota DPR, 4 pola untuk penentuan anggota DPRD, serta 3 pola untuk penentuan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). align=justifySelain itu ada satu pola spesial atau perkecualian, yakni untuk anggota DPRD Propinsi Banten, khsusnya untuk daerah penentuan Banten IV (Kabupaten Tangerang).

Pembedaan pola atau format surat suara ini dikerjakan lantaran jumlah kursi legislatif untuk tiap-tiap daerah penentuan tidak sama, terbaik untuk penentuan anggota DPR, DPRD Propinsi ataupun DPRD Kabupaten/Kota.

Contoh Surat Suara

Contoh surat suara pemilu 2014 nanti: untuk calon anggota DPR yaitu pola kecil (untuk daerah penentuan dengan alokasi 3 nama calon DPR, yang bermakna setiap partai memiliki 1 - 5 calon didalam daftarnya) ; pola menengah (untuk daerah pemillihan yang beroleh alokasi 5 - 8 kursi, yang bermakna tiap-tiap partai memiliki 1 - 10 nama didalam daftar calonnya) ; serta pola besar (untuk daerah penentuan dengan alokasi 9 - 10 kursi, yang bermakna tiap-tiap partai dapat mengajukan 1-14 nama calon DPR).

Contoh surat suara pemilu 2014 nanti: untuk calon anggota DPR yaitu pola kecil (untuk daerah penentuan dengan alokasi 3 nama calon DPR, yang bermakna setiap partai memiliki 1 – 5 calon didalam daftarnya) ; pola menengah (untuk daerah pemillihan yang beroleh alokasi 5 – 8 kursi, yang bermakna tiap-tiap partai memiliki 1 – 10 nama didalam daftar calonnya) ; serta pola besar (untuk daerah penentuan dengan alokasi 9 – 10 kursi, yang bermakna tiap-tiap partai dapat mengajukan 1-14 nama calon DPR).

Ketiga pola itu memiliki ukuran fisik yang tidak sama. Untuk pola kecil ukurannya yaitu 40 X 60 cm (akordion) ; pola menengah memiliki ukuran 55 X 80, 5 cm (situs) ; pola besar memiliki ukuran 66 X 80, 5 cm (plano). Menurut data yang telah ada pola atau format kecil cuma bakal dipakai untuk 7 propinsi, yakni Riau, Bengkulu, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Bangka-Belitung serta Irian Jaya Barat.

Setelah itu untuk penentuan anggota DPRD Propinsi serta Kabupaten/Kota. Untuk penentuan anggota DPRD di ke-2 tingkatan ini, KPU mengambil keputusan 4 pola atau format. Tiga pola salah satunya yaitu sama juga dengan pola surat suara untuk penentuan anggota DPR yang dijelaskan diatas, yakni kecil, menengah, serta besar. Yang satu lagi yaitu ukuran benar-benar besar, yakni untuk dipakai di daerah-daerah penentuan dengan alokasi kursi 13-16, yang bermakna jumlah calon didalam daftar Caleg yang diserahkan partai 1 – 20 nama.

Diluar itu ada satu lagi pola spesial atau perkecualian, yang ukurannya sama juga dengan 2 kali ukuran pola plano. Pola ini cuma dipakai untuk penentuan anggota DPRD Propinsi Banten, terutama untuk daerah penentuan Banten IV (Kabupaten Tangerang). Karena di daerah penentuan ini daftar nama Caleg yang diserahkan oleh partai dapat hingga 32 nama. Ukuran Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPU juga menuturkan ukuran Tempat Pemungutan Suara (TPS). KPU mengambil keputusan bahwasanya TPS memiliki ukuran panjang lebih kurang 12 mtr. dengan lebar 10 mtr.. TPS bisa di buat didalam area kelas/area terbuka. Untuk dirumah sakit, rumah tahanan negara (Rutan), Instansi Pemasyarakatan, serta tempat kerja (industri) ukurannya sendiri.

Untuk pemilih penyandang cacat dibuatkan TPS dengan alat bantu. Menurut Ramlan dalam ketentuan KPU serta UU, pada pemilih yang mempunyai kendala fisik petugas TPS bisa menolong, tetapi pada mulanya petugas itu bikin pernyataan untuk menaruh rahasia dari pilihan pemilih itu. Penyandang cacat itu bisa juga meminta pertolongan orang lain, serta KPU sediakan alat bantu spesial untuk penyandang cacat yakni untuk penentuan DPD. Penunjukan Segera.

Ramlan menyampaikan bahwasanya pencetakan surat suara, tak lewat system tender, namun penunjukan segera. Ini dikarenakan saat yang benar-benar sempit. Cetak seputar 600 juta lembar surat suara terang bukan hanya pekerjaan mudah karenanya perlu saat yang cukup. Kemungkinan penujukan segera ini dapat sebagian konsorsium, yang pastinya bakal dibagi menurut zona, yang tiap-tiap zona mencakup sebagian propinsi. Sesuai sama jadwal, pencetakan surat suara mesti dikerjakan. Pemilih yang Menentukan di TPS Lain.

Menurut Ramlan pada intinya pemilih berikan suara pada TPS dimana ia tercatat. Tetapi bila lantaran beragam kepentingan ada yang terpaksa mengerjakannya ditempat lain, yang berkaitan telah mesti geser. Karena pada tanggal itu telah disusun daftar pemilih terus. Bila seseorang pemilih mau geser domisili paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum saat hari pemungutan suara mesti lapor ke PPS.

Pemilih yang menentukan di TPS lain tetapi tetap didalam satu daerah penentuan serta satu propinsi/kabupaten/kota pemilih itu bakal memperoleh 4 surat suara, yakni surat suara untuk DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Propinsi, DPR, serta DPD.

Pemilih yang menentukan di TPS lain yang tidak sama daerah penentuan namun tetap didalam satu provinsi/kabupaten/kota pemilih itu bakal memperoleh 3 surat suara, yakni surat suara untuk DPRD Propinsi, DPR, serta DPD.

Pemilih yang menentukan di TPS lain, tidak sama kabupaten/kota tetapi dalam satu provinsi maka bakal memperoleh 2 surat suara, yakni surat suara untuk DPR serta DPD.

Pemilih yang menentukan di TPS lain lain kab/kota serta provinsi cuma bakal memperoleh 1 surat suara, yakni surat suara untuk penentuan anggota DPR saja.

Demikian Contoh Surat Suara Untuk Pemilu 2014 yang di ambil dari pemilu 2004