Sinopsis Novel Jalan Tak Ada Ujung Karya Mochtar Lubis Singkat

Posted on

Novel dengan judul Jalan Tak Ada Ujung merupakan novel terlaris karya Mochtar Lubis. Novel Jalan Tak Ada Ujung ini diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia dengan tebal vi + 167 halaman. Mengenai keunggulannya, novel Jalan Tak Ada Ujung ini mempunyai cerita yang seolah benar-benar nyata. Penggambaran tokoh yang ada di novel ini tak secara langsung, akan tetapi sangat jelas perbedaan yang terlihat antara tokoh satu dengan tokoh lainnya. Setting dalam novel Jalan Tak Ada Ujung ini juga dibuat sedetail mungkin. Untuk anda yang tertarik ingin mengetahui sinopsis novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis, anda simak saja ulasan di bawah ini.

Sinopsis Novel Jalan Tak Ada Ujung Karya Mochtar Lubis

Sinopsis novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis menceritkan mengenai kisah seorang guru yang namanya Isa. Ia sangat takut dengan masa revolusi. Mengingat Isa berprofesi sebagai guru. Oleh karenanya, ia sangat dihormati tetangganya. Isa memiliki istri yang namanya Fatimah dan anak yang bernama Salim. Salim bukan anak kandungnya, akan tetapi anak adopsi. Suatu hari, ia melewati Gang Jaksa yang membuat ketakutannya kian memuncak.

Saat itu, ia tengah berjalan untuk ke sekolah. Di jalan Jaksa, ia mendengar suara ubel-ubel dan teriakan serdadu. Isa pun berlindung di rumah yang tak di kenalnya. Tanpa sadar, ada seseorang yang mendobrak pintu rumah tersebut. Tak lama kemudian, para serdadu pergi dan Isa bersama orang-orang keluar rumah untuk mengetahui keadaan. Terlihat seorang Tionghoa yang tertembak. Saat sampai di sekolah pun, ia masih merasa takut. Isa pun memainkan biolanya sebagai penenang hati.

Di lain kesempatan, Isa mendatangi pertemuan rapat dengan rangka perjuangan revolusi. Isa memperoleh tugas sebagai kurir atau pengantar senjata dan surat-surat yang ada di dalam kota Jakarta. Semenjak itulah Isa ikut dalam memperjuangkan revolusi. Isa dan rekannya, Hazil, bertugas untuk ambil senjata dan bom tangan yang ada di daerah Asam Reges. Mereka pun meminjam truk Tuan Hamidy dengan Abdullah sebagai pengemudinya.

Di Asam Reges, mereka bertemu Rakhmat. Setelah mengangkut senjata dan bom, mereka menyimpannya di Manggarai dan diselundupkan ke Kerawang. Suatu ketika, Isa sakit. Saat itulah, Hazil rutin ke rumahnya untuk menjenguk. Namun, ternyata Isa mendapati Hazil selingkuh dengan Fatimah. Akan tetapi, Isa lebih memilih untuk diam. Di lain sisi, serdadu Inggris meninggalkan Indonesia karena adanya perjanjian Linggar Jati. Meski begitu, usai kepergian serdadu Inggris, serdadu Belanda datang lagi ke Indonesia.

Puncak pemberontakan terjadi saat Isa, Hazil, dan Rakhmat menyerang serdadu Belanda di bioskop yang bernama Rex. Hazil dan Rakhmat bertugas untuk meledakkan bom yang mengakibatkan beberapa serdadu Belanda terluka. Sementara Isa bertugas untuk mengamati kondisi di luar bioskop. Setelah kejadian tersebut, Isa merasa begitu ketakutan. Takut jika Hazil atau Rakhmat tertangkap dan menyebutkan bahwa Isa ikut dalam aksi pengeboman di bioskop Rex.

Saat melihat di berita bahwa sudah tertangkap salah seorang pelempar bom, Isa pingsan dan jatuh sakit. Tak lama kemudian, Isa ditangkap polisi. Isa dibawa polisi dan dimintamemberitahu siapa saja yang ikut terlibat dalam aksi pengeboman di bioskop Rex. Isa dan Hazil disiksa karena tetap tak mau mengaku dimana Rakhmat berada. Isa mengetahui bahwa ia dan Hazil akan mati karena terus disiksa. Akan tetapi, Isa sadar dan menyadari sifat kelaki-lakiannya serta arti hidup yang sesungguhnya.