Sinopsis Novel Cinta Islami Terpopuler Di Atas Pena Engkau Melamarku

Posted on

Novel cinta islami terpopuler yaitu Di Atas Pena Engkau Melamarku merupakan salah satu novel yang menceritakan tentang kisah perjalanan cinta seorang hamba Allah. Novel tersebut benar-benar menunjukan mengenai kekuasaan serta kecintaan Allah terhadap hambanya di dunia ini.

Allah SWT sudah menuliskan sebuah takdir dari seorang manusia di dalam lauhul mahfudz. Kisah dari perjalanan menemukan cinta yang tulus, lembut serta semata-mata karena mencari ridho Allah SWT.

Novel Cinta Islami Terpopuler Di Atas Pena Engkau Melamarku

Cerita dimulai pada peristiwa ta’aruf yang dilakukan oleh Bilqis dan Fahmi. Bilqis merupakan seorang tokoh utama yang ada pada novel tersebut. Ia merupakan seorang muslim sholihah yang mempunyai latar belakang keluarga islami. Awalnya proses ta’aruf tersebut berjalan dengan lancar sampai pada suatu ketika Ibunda dari Fahmi mengetahui bahwa berdasarkan dari perhitungan weton Jawa dari hari kelahiran Bilqis serta Fahmi tersebut sama dan tidak baik jika menikah. Bilqis pun sedih serta terpukul, terlebih lahi Ibunda Fahmi meminta agar adik dari Bilqis yaitu Zulfa yang akan dinikahkan dengan Fahmi.

Pada suatu hari, Bilqis mengunjungi adiknya yang berada di sebuah pesantren. Tanpa direncanakan, disana Bilqis bertemu dengan Fahrur yang merupakan sahabatnya sejak ia duduk di SD. Entah perasaan apa yang timbul pada saat mereka berdua bertemu. Keduanya juga sama-sama merasakan hal yang menggembirakan serta tidak dapat terdefinisikan. Apakah mungkin itu Cinta ?

Sejak hari itu, hari-hari Bilqis kemudian membaik dari hari sebelumnya yang sempat merasakan kesedihan. Di sisi lain, Fahrur juga tidak dapat menepis bayangan seorang Bilqis dari benak Fahrur. Singkat ceritanya kemudian Fahrur mantap untuk meminang Bilqis. Akan tetapi tanpa sepengetahuannya, ternyata kedua orang tua dari Fahrur sudah terlebih dahulu melamar seorang gadis untuk Fahrur. Cobaan kini melanda Bilqis dan juga Fahrur. Namun, keimanan Fahrur tersebut lebih kuat dari berbagai cobaan itu. Hal tersebut sama dengan Bilqis. Akan tetapi gadis tersebut seolah menjadi trauma dengan peminangan.

Novel tersebut mengandung berbagai nilai islami yang saat ini telah banyak dilupakan oleh berbagai manusia. Novel ini juga menekankan juka semulia-mulianya sebuah cinta merupakan cinta yang timbul dari dalam dada yang karena ketakutan sangat besar kepada Allah. Karena sebuah keimanan yang sangat kuat dari dalam diri serta pengharapan ridha dari Allah. Sebaik-baiknya cinta juga merupakan cinta yang terletak di dalam hati manusia, bukan tumbuh hanya karena keindahan mata saja. Esensi tersebut yang sebaiknya diketahui serta dipahami oleh para kaum Adam serta Hawa.

Allah memang merupakan sutradara yang terbaik di dunia ini. Tanpa diketahui dan juga direncanakan sebelumnya bahwa dua minggu pada setelah menikah, istri Fahrur yaitu Ning Aida di panggil oleh Allah SWT. Kisah tersebut kemudian berlanjut sampai pada akhirnya dua orang lelaki yang bernama Habib dan Khairul Anam datang untuk meminang Bilqis. Keduanya merupakan seorang lelaki yang beriman dan baik. Hanya saja terdapat satu kekurangan Habib yaitu bahwa dirinya merupakan duda. Pinangan tersebut membuat Bilqis merasa galau. Dilema yang melanda dirinya tersebut tidak kunjung habis. Pada akhurnya ia melakukan sholat istiqarah, dengan mantab ia akhirnya menerima dan memilih Habib yang merupakan seorang duda.

Pada akhir kisah tersebut, tanpa disadari bahwa ternyata Habib merupakan Fahrur. Bilqis mengetahui hal tersebut kemudian tidak berkata apa-apa selain bersyukur terhadap Allah.