Sinopsis Sepotong Hati Yang Baru Karya Tere Liye

Posted on

Membaca karya Tere Liye maka anda akan langsung terbawa ke sebuah irama. Karena berbagai karya Tere Liye ini cukup pandai dalam bermain alur. Termasuk dari novel Sepotong Hati Yang Baru, yang diterbitkan pada tahun 2012 silam. Sinopsis Sepotong Hati Yang Baru ini memang sangat menyentuh hati dengan cerita yang mengandung arti. Dimana dalam suatu kisah cinta legenda dan kisah cinta kalangan manusia biasa.

Banyak berbagai jenis novel karya Tere Liye yang sudah diangkat langsung ke layar kaca dan membawa khalayak terseret arus.

Sinopsis Sepotong Hati Yang Baru

Di suatu malan yang terdengan suara debur ombak di pinggir pantai menemani pertemuan antara Alysa dan seorang lelaki. Alysa yang mengenakan gaun berwarna putih dengan syal hijau dan matanya yang sembab.

Seorang lelaki yang bersama Alysa tersebut merupakan seseorang yang pernah menjadi separuh hari Alysa. Lelaki tersebut yang sedang bersusah payah menata hatinya setahun terakhir setelah Alysa meninggalkannya. Meninggalkan hati yang terluka dan tidak utuh. Alysa yang pergi meninggalkan pernikahannya 5 hari sebelum acara tersebut. Ia meninggalkan lelaki tersebut karena jatuh cinta kepada lelaki yang baru ditemuinya selama 5 hari itu.

Lelaki itu sebenarnya masih berharap bahwa Alysa dapat kembali bersamanya. Saat ini tiba-tiba Alysa ingin menemui lelaki tersebut serta menceritakan bahwa ia telah dicampakkan oleh lelaki yang sudah membuatnya meninggalkan pernikahan tersebut.

Lelaki tersebut mengatakan jika hatinya telah hancur. Maka ia memutuskan untuk membuat hatinya tersebut baru kembali. Alysa bertanya apakah masih ada namanya yang tersisa dihatinya. Alysa sebenarnya masih utuh tertulis dalam hatinya tersebut. Namun lelaki tersebut memperlihatkan cincin yang ada dijarinya dan mengatakan bahwa ia sudah menikah. Alysa hanya bisa diam dan menahan air matanya. Ia tahu apa yang harus ia lakukan saat itu.

Setelah Alysa pergi, lelaki tersebut membuka cincin yang ternyata cincin tersebut milik adiknya dan ternyata ia belum menikah. Ia menyadari bahwa cinta buka segalanya, buka sekedar menerima dan memaafkan. Namun, cinta merupakan harga diri. Ia bertekad untuk menemukan hati yang baru dan menyembuhkan luka tersebut.