Sinopsis Singkat Novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye

Posted on

Novel Tere Liye yang berjudul Ayahku (Bukan) Pembohong merupakan novel yang menceritakan hubungan antara ayah dan anaknya yang bernama Dam. Dam yang merupakan anak terlahir dari keluarga tidak berkecukupan. Ia dididik dengan berbagai cerita hebat pada saat muda ayahnya. Mulai dari sebuah suku penguasa yang mengendarai layang-layang, kedekatan ayahnya dengan sang pemain sepak bola, mendapat apel emas dari sebuah lembah yaitu Bukhara, berteman baik dengan sang Raja Tidur dan masih banyak lagi. Pengajaran yang sangat sederhana, namun memiliki dampak besar bagi kepribadian Dam. Ia tumbuh dengan berbagai kepribadian yang baik seperti ayahnya. Berikut sinopsis novel singkat karya Tere Liye.

Sinopsis Singkat Novel Ayahku (Bukan) Pembohong

Ketika Dam masih berusia 8 tahun, ia turut berkontribusi dalam sebuah pemerolehan juara klub renang yang ada di kota. Cabang tersebut berhasil ia juarai adalah renang estafet 4×100 meter dengan gaya bebas. Pada usianya yang menginjak 15 tahun, ia disekolahkan di Akademi Gajah. Sekolahan tersebut merupakan sekolahan yang tidak dikenal oleh orang. Namun, Dam justru menemukan buku unik dalam sebuah perpusatakaan. Buku yang merupakan sebuah buku usang namun didalamnya terdapat cerita sesuai dengan cerita ayahnya yang membuat Dam penasaran. Pada tahun terakhir menempuh pendidikannya, ibunya meninggal karena sakit keras. Setelah ia lulus, kemudian Dam melanjutkan kuliah dengan jurusan Arsitektur. Dia terlambat mendaftar dan tidak mengikuti sebuah tes untuk masuk ke universitas tersebut. Namun, ia diperbolehkan untuk masuk ke universitas tersebut dengan menunjukan surat sakti dari sekolahannya Akademi Gajah.

Ketika sudah dewasa, ia menikah dengan Taani yang merupakan teman semasa Sd. Ia memiliki dua anak yang bernama Zas dan Qon. Ayahnya menceritakan berbagai hal yang sangat luar biasa kepada kedua cucunya tersebut. Namun kedua cucunya tersebut meragukan kebenaran dan kelogisan dari cerita ayahnya. Hal yang menjadi sebuah catatan penting yaitu ayahnya merupakan seorang pegawai yang jujur dan senderhana diseluruh kota.

Pada akhir novel ini dikisahkan bahwa ayahnya meninggal dunia dan pemakamannya dihadiri oleh walikota dan kerabat dekatnya. Dalam pemakamannya tersebut terdapat dua peristiwa unik. Pertama yaitu sembilan dormasi layang-layang yang besar di langit yang dimiliki penguasa angin. Kedua, sang kapten datang pada acara pemakaman tersebut. Pagi itu Dam sadar bahwa ayahnya buka seorang pembohong.