Sinopsis Novel Sastra Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

Posted on

Novel sastra Bumi Manusia ini merupakan novel pertama karya Pramoedya Ananta Toer. Ia menulis novel tersebut ketika didalam penjara Pulau Buru tahun 1975.

Isi dari novel ini menceritakan tentang pemuda pribumi yaitu Minke yang merupakan seorang keturunan dari ningrat. Minke merupakan anak yang cerdas karena ia rajin menulis dan membaca.

Sinopsis Novel Sastra Bumi Manusia

Pada suatu hari Minke dianjak oleh seorang temannya sekaligus lawannya yang bernama Rovert Surhorf. Ia berkunjung ke sebuah rumah yang mewah, dan ternyata merupakan tempat kediaman keluarga seorang Belanda yang kaya dan terkenal bernama Mallema. Kunjungannya tersebut mengenalkannya kepada Robert Mallema yang merupakan pemuda Indo-Eropa dan mereka bertatapan tajam. Selain itu juga bertemu dengan adiknya yang bernama Annelis yang menandingi kecantikan ratu yang diimpi-impikan oleh Minke. Disela-sela kunjungannya tersebut, Minke dipertemukan dengan Ibu Annelis yang merupakan Nyai Ontosoroh dan sering dibicarakan orang. Sebutan Nyai merupakan masa kolonial Belanda yang memiliki arti gundik atau simpanan orang. Minke memanggilnya dengan sebutan mama. Minke juga di takjubkan oleh kepandaian dari Nyai tersebut yang memiliki tutur kata, budaya, pengetahuan yang sebanding dengan wanita Eropa yang berpendidikan. Nyai sangat mengagumkan bagi Minke, kerena ia pekerja keras untuk memimpin rumahnya sendiri. Minke memasuki keluarga tersebut, bahkan Nyai meminta untuk tinggal bersamanya. Minke sangat tergila-gila dan jatuh cinta dengan Annelies, ia pun menyukai semua tentangnya.

Pada saat pulang dari kediamannya, Minke masih terbayang-bayang dengan Annelies yang merupakan gadis pujaan hatinya. Minke terbayang tentang perkataan Nyai yang mengharapkannya dapat tinggal bersama mereka. Namun sejak itu, banyak berbagai hal yang menentang Minke. Tentangan tersebut datang dari keluarganya yang tidak merestui Minke tinggal di rumah Nyai yang berarti gundik tuan Belanda. Ayahnya tidak ingin mengakuinya lagi. Bencana selanjutnya datang dari pihak sekolah yang mempunyai alasan moral untuk memberhentikan Minke sebagai siswa disekolahan tersebut.

Setelah berbagai tantangan dapat dihadapinya, Minke kembali bersekolah di H.B.S, hal tersebut karena tulisan Minke di muat disebuah media. Minke juga akhirnya menikah dengan gadis pujaannya yaitu Annelis. Dia menerima gadis tersebut seutuhnya dengan kekurangannya, begitupun sebaliknya. Walaupun begitu wali dari Minke hanya ibundanya saja yang menganggap Minke sebagai anaknya. Mereka menikah secara islam. Namun tantangan yang sesungguhnya terjadi ketika datangnya orang Belanda yang bernama Maurits Mallema. Ia mengaku sebagai anak sah dari Heman Mallema dan meminta seluruh harta kekayaan ayahnya. Hal tersebut membuat ayahnya frustasi dan meminum minuman keras hingga mati. Ia memiliki anak dan istri dinegara asalnya, namun ia juga menikah dengan wanita pribumi.

Hasil dari sidang pengadilan memutuskan bahwa pernikahan Nyai dan Herman tidak sah begitu juga dengan Minke dan Annelis. Sehingga pengadilan memutuskan bahwa seluruh harta kekanyaan jatuh ke Maurits Mallema. Sistem pengadilan tersebut tidak memberikan kesempatan pribumi untuk membela dirinya itu. Maka Annelis harus di bawa ke Belanda oleh Maurits. Pada saat itu, Annelis jatuh sakit, namun hukuman tersebut tetap harus di jalankan. Sungguh sangat ironis kehidupan orang pribumi tersebut merupakan orang asli yang punya negara namun tidak dapat berbuat apa-apa dan orang Eropa berkuasa dimana-mana. Hukum yang berkuasa yaitu hubungan anak dan ibu, istri dan suami. Hukum buatan manusia yang semena-mena serta lunturnya nilai kemanusiaan yang dapat menyentuh ke hati.

Novel ini menggambarkan suasana hati tempat bernama bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk yang bernama manusia.