Sinopsis Novel Ayat Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy

Posted on

Ayat Ayat Cinta merupakan salah satu novel Indonesia karya Habiburrahman El Shirazy pada tahun 2004. Novel Ayat Ayat Cinta ini berisikan 418 halaman dan sukses menjadi salah satu novel fiksi yang terlaris di Indonesia.

Ayat Ayat Cinta juga menjadi salah satu pelopor karya sastra Islami yang sedang dalam kebangkitan sekarang ini.

Sinopsis Novel Ayat Ayat Cinta

Disebuah kota Kairo Mesir ada seorang mahasiswa indonesia, ia bernama Fahri. Fahri merupakan seorang yang kuliah di Universitas Al Azhar yang cukup terkenal.

Pada lantai bagian atas, Fahri tinggal bersama sebuah keluarga beragama Kristen Koptik. Fahri mempunyai hubungan yang baik dengan mereka. Terlebih ada anak perempuannya yaitu Maria yang sering menyapa Fahri.

Hari demi hari Maria dan Fahri semakin akrab. Sampai suatu saat Fahri terkejut dan kagum kepada Maria yang hafal surah Maryam. Kedekatan mereka pun semakin terasa, bukan hanya sebatas tetangga saja. Diam-diam Maria menyimpan rasa kepada Fahri.

Ternyata tetangga Fahri yang lain juga banyak yang menyukainya, namanya Noura. Fahri sangat prihatin dengan Noura yang sering diperlakukan kasar oleh ayahnya dan sering dimarahi. Secara kebetulan, Fahri melihat Noura yang sedang disiksa ayahnya. Karena merasa kasihan, ia menolong dan menyelamatkan Noura. Untuk mengamankan Noura, Fahri memiliki gagasan agar Noura tidur di kamar Maria.

Setelah diselidiki, ternyata Noura bukan anak kadung ayahnya, ia hanya anak pungut. Akhirnya Fahri pun memulai pencarian siapakan orang tua kandung dari Noura yang sebenarnya. Atas bantuan teman Fahri, ia mampu mempertemukan Noura dengan orang tua kandungnya. Saat itu juga diadakan acara syukuran.

Pada saat acara tersebut, Noura jatuh hati dengan Fahri dan ia menyerahkan surat yang berisi perasaannya kepada Fahri. Waktu pun terus berganti, hingga suatu hari Fahri bertemu dengan Aisha yang merupakan gadis keturunan Jerman.

Pertemuan mereka terjadi di kota Metro, saat itu Fahri dalam perjalanan menuju sebuah Masjid. Saat itu Aisha sedang di caci-maki dan diumpat oleh masyarakat Mesir karena memberikan tempat duduknya kepada salah satu nenek Amerika. Melihat hal tersebut, Fahri langsung menyelamatkan Aisha.

Ternyata Aisha mulai jatuh hati kepada Fahri, ia selalu teringat tentang kebaikan Fahri. Kemudian pamannya tersebut mencari usaha agar dapat berbicara dengan Fahri.

Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, merekapun memutuskan untuk menikah. Setelah menikah mereka pergi untuk berbulan madu kesebuah apartemen selama beberapa bulan. Kebahagiaan mereka terasa lengkap ketika mengetahui bahwa Aisha hamil 2 bulan setelah pernikahan tersebut.

Ditengah kebahagiaan tersebut, terjadi sebuah kejadian yang mengusik rumah tangganya. Tanpa diduga, Fahri ditangkap atas tuduhan memperkosa Noura. Aisha kemudian merasa terkejut dan tak percaya dengan kejadian tersebut.

Setelah diselidiki, peristiwa tersebut dituduhkan ketika pada saat malam itu Noura berada dikamar Maria untuk sementara menginap disana. Maria merupakan salah satu saksi kunci yang dapat membebaskan Fahri. Namun saat itu ternyata Maria sedang sakit. Ia sakit setelah mengetahui Fahri sudah menikah. Maria sudah dirawat cukup lama namun tak kunjung sembuh.

Akhirnya Aisha memiliki inisiatif, ia menyuruh Fahri menikahi Maria. Maksudnya agar Maria tersadar dari komanya ketika mendengar suara dan merasakan Fahri menjadi suaminya.

Rencana tersebut berhasil, Maria sadar dari komanya. Perlahan ia pulih dari sakitnya dan kembali sehat. Setelah semuanya berjalan normal, Maria memberikan keterangan saksi dipersidangan. Dan hakimpun memutuskan Fahri tidak bersalah.

Rumah tangga Fahri bahagia, ia menjalani hidup dengan dua istri Maria dan Aisha. Tapi tak lama setelah itu, maut menjemput Maria. Akhirnya keluarga mereka harus merelakan Maria yang sebelumnya memeluk agama Islam.