Sinopsis Novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi

Posted on

Pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai sinopsis novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Novel ini menceritakan tentang seseorang yang merantau ke kota Jakarta.

Sinopsis Novel Anak Rantau

Novel Anak Rantau ini menceritakan mengenai kisah seorang anak bernama Hepi yang tinggal di perantauan. Ia kelahiran dari Minang yang merantau ke ibukota Jakarta. Awal dari cerita ini yaitu dari pembagian rapor di sekolah Hepi, pada saat itu ayah Hepi tengah mengambil rapornya. namun ia menemukan bahwa rapot tersebut kosong tak ada goresan nilai pada rapot tersebut. Hal itu membuat ayahnya geram melihat Hepi yang awalnya ia mengetahui bahwa Hepi merupakan anak yang pintar dan berprestasi disekolahnya. Namun karena ulah anaknya tersebut membuat ayahnya berencana mengirimnya ke kampung halaman Sumatra Barat. Dengan mengajak anaknya liburan kesana, maka Hepi pun menyetujuinya untuk liburan disana. Sesampainya disana ia dan ayahnya menikmati liburan suasana disana, diperkampungan tepi danau Talago.

Namun liburan itu bukanlah sekedar liburan saja bagi Hepi, namun ia harus menerima keputusan ayahnya untuk melanjutkan sekolahnya dan tinggal disana. Setelah dua minggu liburan, Hepi kemudian ditinggalkan oleh ayahnya untuk tinggal bersama kakek dan neneknya dengan cara yang menyakitkan hatinya. Ayahnya meninggalkan Hepi tapa memberitahunya, dari peristiwa tersebut Hepi mulai membenci ayahnya dan bertekad untuk mengumpulkan uang sendiri. Uang tersebut akan digunakan untuk membeli tiket pulang ke Jakarta.

Mulai saat itulah Hepi menjalani hidupnya sebagai anak rantau yang hidup dikampung dimana suasana tersebut beda dengan Jakarta. Hepi menjalani hidupnya dengan perasaan yang kecewa dengan semua yang dilakukan ayahnya kepada Hepi. Hingga Hepi bertemu dengan dua kawanya yang dulu pernah menjadi sahabatnya yang bernama Zen dan Attar. Kedua sahabat itu akan menemani hidup Hepi ketika berada di kampung halamannya itu dengan sekolah bersama dan bermain bersama. Dari kedua temannya tersebut ia mendapatkan pengetahuan mengenai kehidupan dikampung. Kehidupan Hepi juga dipenuhi dengan ibadah yang selalu ia lakukan saat ini, karena kakeknya merupakan salah satu pengurus masjid.

Seperti anak kampung lainnya, Hepi pun terbiasa dengan suasana barunya. Ia bermain dengan anak-anak pada tiap sorenya, namun dibalik kesenangannya itu, masih menyimpan dendam dengan ayahnya. Namun ia akan membalasnya dengan membuktikan bahwa ia dapat pulang ke Jakarta dengan uang yang dikumpulkannya sendiri. Hepi juga bekerja dengan mak tuo Ros diwarung makannya. Namun hasil dari warung makan tersebut hanya kecil sekali. Hepi pun mendengan bahwa ada anak rantau yang merupakan teman ayahnya membuka bisnis kerajinan di kampungnya tersebut. Ia pun kemudian tertarik untuk bekerja bersama bang Lenon.

Ia datang ke tempat usaha bang Lenon dan mengatakan bahwa ia ingin bekerja bersamanya. Bang Lenon pun menerima ia bekerja di sana untuk mengantarkan pesanan kepada orang-orang ke rumahnya. Penghasilan selama ia kerja pun lebih besar.

Suatu hari di kampung halamannya digegerkan dengan pencurian yang dilakukan sekelompok orang. Melihat hal tersebut Hepi dan sahabatnya geram sekali dan mempunyai rencana untuk menjebaknya. Sampai pada akhirnya mereka berhasil menangkap pencuri tersebut yang merupakan bekas pembantu kakeknya. Ia butuh uang untuk membeli narkoba. Hepi pun berniat untuk menyelidiki kasus narkoba di kampungnya. Sampai akhirnya ia tahu bahwa yang menjual narkoba dilakukan seorang dengan menggunakan perahu dan menjualnya kepada para nelayan. Hepi dan temannya tersebut mengikuti perahu itu dan ia pun mendapatkan bahwa orang tersebut tinggal disebuah bangunan. Ia mengetahui pemilik usaha tersebut adalah bang Lenon dan ia bersama temannya akan dibunuh, namun kakek dan pandeka Luko datang untuk menyelamatkannya.