Sinopsis Novel 9 Summers 10 Autumns Karya Iwan Setyawan

Posted on

Pada kesempatan ini, kami akan membahas mengenai sinopsis novel 9 Summers 10 Autumns Karya Iwan Setyawan. Novel ini menceritakan mengenai keluarga dan perjuangannya.

Sinopsis Novel 9 Summers 10 Autumns

Pada hari pertama Iwan tiba di kota New York dan disambut oleh dua preman yang mendorongnya di Stasiun Fleetwood. Saat itu Iwan hendak melihat pesta kembang api yang pertama kalinya di kota New York. Pada saat itu juga, Iwan melihat seorang anak kecil yang mengenakan baju merah putih melewatinya dan bersembunyi. Anak kecil itu kemudian terus mengikuti Iwan pulang setelah pereman tersebut kabur karena banyak orang yang datang berteriak. Anak kecit tersebut terus menemani Iwan setiap harinya.

Iwan merupakan seorang anak dari keluarga miskin di Batu, Malang, Jawa Timur. Keluarganya terdiri dari bapak, ibu, iwan dan 4 saudaranya. Saudara perempuannya tersebut bernama Mba Inan, Mba Isa, Rini dan Mira. Bapak Iwan hanya seorang supir truk dan angkut di kota Batu. Berkat kerja keras bapaknya, Iwan dan keluarganya dapat menyelesaikan pendidikannya hingga ke Universitas. Bapak Iwan yang awalnya hanya memiliki sebuah angkot, rela menjual hanya untuk membayar semua biaya kuliah Iwan di IPB.

Tentu saja yang paling besar adalah jasa seorang Ibu. Ibu Ngatinah yang membangun sebuah ide menabung, dan mengingatkannya kalau perlu ke dokter, jika mobil rusak dan kalau ia butuh makanan bergizi. Ibunya yang mengatur beberapa liter nasi yang di masaknya tanpa ada sisa keesokan harinya. Kapan ia harus makan daging, ayam ataupun tempe. Ibunya yang tahu barang apa saja yang harus digadaikan agar dapat membeli sepatu baru untuk anak-anaknya. Dan ia harus mengatur pembayaran sekolahnya. Ibu Ngatinah yang membelah satu butir telur dadar untuk kedua atau ketiga anaknya. Ibunya yang selalu menyembunyikan tempe goreng agar tidak dihabisakan anaknya. Kebijakan dan kesederhanaan Ibu merupakan penyelamat dalam membangun rumah kecil mereka.

Mba Inan yang merupakan kakak kedua Iwan mengajarkan adiknya untuk selalu menjaga kebersiahan dan membuat Iwan tertarik dunia teater. Mba Inan bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya dengan menjual makanan ketika bulan puasa. Ketika kuliah, Mba Inan mengambil jurusan perikanan di Universitas Brawijaya. Ia mengukuti berbagai lomba dan memenangkan hingga ketingkat Nasional. Bahkan ia dapat meringankan bebang kedua orang tuanya dalam membayar kuliahnya.

Ketika SMA Iwan mengembangkan teater dan puisi yang menjadi salah satu hobinya. Ketika kuliah ia mengambil jurusan Statistika di IPB.

Di SMA pula ia mengenal Nicolas yang merupakan pelajar Kanada yang mengikuti perogram pertukaran antar pelajar sekolah. Saat itu Iwan mulai belajar bahasa inggris dengan Nico.

Keinginan Iwan untuk melintasi Jl Sudirman menjadi Pegawai Berdasi terwujudnya karena dukungan Ibu dan Bapaknya. Begitupun keputusannya untuk menerima pekerjaan di New York membawanya menjadi seorang Direktur Internal Client Management di Nielsen Cunsumer Research, New York. Ia berhasil memiliki kamar apartemen setelah bekerja 10 tahun di New York.

Kisah cinta Iwan pun tidak berakhir bahagia, pasalnya ia pertama kalinya cinta dengan wanita Amerika yang bernama Audrey. Mereka bertemu di kelas yoga, dan saat itu mereka bertatapan. Kemudian sebuah keajaiban datang, mereka bertemu di apartemen New York. Iwan pun memberanikan diri memberi kartu namanya dan menyapanya. Perkenalan mereka hanyalah singkat, dan hubungannya diakhiri dengan pertanyaan kedua orang tua Audrey bahwa mereka berbeda keyakinan. Pada musim gugur ke -9, Audrey menikah namun mereka masih berteman baik.