Sinopsis Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

Posted on

Novel Sang Pemimpi merupakan salah satu novel karya Andrea Hirata setelah Laskar Pelangi. Di dalam novel ini mengandung cerita perjuangan untuk mewujudkan cita-cita. Sang Pemimpi merupakan novel yang identik dengan pendidikan. Anda penasaran dengan cerita novel Sang Pemimpi?. Berikut ini sinopsis novel Sang Pemimpi terlengkap.

Sinopsis Novel Sang Pemimpi Terlengkap

Novel ini menceritakan sebuah perjuangan dari tiga orang laki-laki udai lulus SMP. Mereka melanjutkan belajar pada bangku SMA yang bukan main. Di sinilah awal mula perjuangan dan cita-cita ketiga laki-laki yang bernama Ikal, Arai dan Jimron.

Ikal merupakan salah satu anggota laskar pelangi dan Arai adalah sepupu Ikal. Arai merupakan seorang anak yatim piatu yang tinggal dirumah Ikal. Serta Jimron merupakan anak angkat dari pendeta yang sejak kecil merupakan seorang yatim piatu juga. Namun seorang pendeta yang baik hati dan tak pernah memaksakan keyakinan Jimron, ia malah menghantar Jimron menjadi seorang muslim yang takwa.

Ikal dan Arai merupakan murid yang pintar dan Jimron adalah murid yang gemar dengan kuda ini memiliki kepandaian yang biasa. Jimron menduduki ranking 78 sedangkan Ikal dan Arai selalu menduduki ranking 5 dan 3 besar. Namun mimpinya sangatlah tangguh.

Mereka berdua memiliki mimpi yang sangat tinggi untuk melanjutkan kuliah ke Sorbonne, Prancis. Mereka terkagum akan cerita kepala sekolahnya tentang bagusnya kota tersebut.

Kerja keras menjadi salah satu kuli mulai pukul 02.00-07.00 pagi setelah itu mereka melanjutkan sekolahnya. Mati-matian menabung agar dapat meneruskan kuliah disana. Namun jiwa optimisnya Arai tak pernah terbantahkan.

Setelah lulus SMA, mereka merantau ke Jawa tepatnya ke kota Bogor. Sedangkan Jimbron memilih untuk kerja ternak kuda yang ada di Belitong. Ia merupakan anak yang baik hati, ia juga menghadiahkan kedua celengan kuda miliknya kepada Ikal dan Arai.

Jimbron yakin bahwa Ikal dan Arai akan mampu ke Prancis, maka jiwa seorang Jimbron pun akan bersama mereka. Berbulan-bulan menganggur di kota Bogor, mencari pekerjaan untuk dihidupnya. Akhirnya Ikal mendapat sebuah pekerjaan menjadi tukang pos, dan Arai memutuskan meninggalkan Bogor untuk merantau ke Kalimantan.

Pada tahun berikutnya, Ikal memutuskan untuk kuliah ke salah satu kampus Ekonomi Ui. Setelah ia lulus S1, ia mendapat beasiswa S2 ke Eropa.

Pada saat wawancara, tak disangka professor pengujinya sangat terpukau dengan proposal riset yang ditujukan Ikal. Walau hanya seorang tukang pos dan berlatar belakang sarjana ekonomi, namun tulisannya begitu luar biasa.

Arai juga ikut serta dalam acara tersebut. Bertahun-tahun tanpa ada berita akhirnya mereka dipertemukan dalam satu forum yang indah dan terhormat.

Ternyata Arai kuliah di salah satu Universitas Mulawarman dan mengambil jurusan di bidang Biologi. Proposal riset yang diajukannya pun juga luar biasa.

Akirnya sampai pada moment pulang ke kampung halaman. Ketika ada surat datang jantung mereka berdebar saat membuka isi pengumungan beasiswa ke Eropa. Arai sedih karena merindukan kedua orang tuanya. Ia ingin membuka surat tersebut bersama orang tuanya.

Kegelisahan mereka pun dimulai, keduanya tak kuasa melihat isi surat tersebut. Setelah dibuka, hasilnya Ikal diterima di perguruan tinggi Sorbane, Perancis. Setelah dicocokan dengan surat Arai. Ternyata mereka diterima di Universitas yang sama. Namun hal tersebut bukan akhir dari sebuah perjuangannya. Tapi disinilah awal dari sebuah mimpi dimulai dan siap melahirkan anak pemimpi yang selanjutnya.