Sinopsis Ayahmu Bulan,Engkau Matahari Terbaru

Posted on

Perempuan adalah sosok wanita yang sangat luar biasa. Sejak berabad-abad yang lalu lliterasi tentang seorang perempuan yang selalu mewarnai peradaban. Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan mencatat kalau seorang leluhur yang paling banyak dihormati oleh para raja-raja ?yang agung yaitu adalah sosok seorang prempuan, Tumanurung Bainea.

Perempuan adalah seseorang yang selalu ada dalam sebuah sejarah peradaban manusia, lengkap dengan segala cerita hidupnya. Bumi yang semakin menua tidak juga dapat menuntaskan berbagai macam ragam cerita dan masalah tentang perempuan. Mungkin karena hanya terdapat sedikit perempuan saja yang dapat menuliskan dengan berbagai gamblang apa saja yang terjadi pada diri seorang perempuan. Seorang perempuan dari mata ke mata perempuan.

Sinopsis Ayahmu Bulan,Engkau Matahari

Sebuah Buku Ayahmu Bulan, Engkau Matahari yang berisi tentang 17 cerita yang hampir semuanya sama yaitu menempatkan perempuan sebagai tokoh paling utama. Cerita yang ditulis ini tidak hanya seputar tentang masalah perasaan perempuan dan pribadi seorang perempuan, tetapi terlebih daripada itu.

Latar sebuah kisah yang terdapat didalam buku ini tidak melulu tentang sebuah situasi dalam skala yang cukup besar. Ada juga cerita tentang sebuah dapur, tepung danberbagai bahan kue. Sesuatu yang sudah melekat ditempel dengan sosok seorang perempuan. Tetapi kisah Dapur tidak berhenti sampai di situ, tetap ada berbagai konflik yang terjalin di sana, tetap ada banyak realitas yang dapat membuat kita miris ketika selesai membaca cerpen tersebut.

Dengan sangat indah cerita ini selalu menggoreskan kisah tentang kehidupan dengan perempuan sebagai tokoh utamanya. Didalam buku ini bercerita lantang tentang bagaimana kegelisahan, perlawanan dan juga kemarahan seorang perempuan terhadap berbagai ketidakadilan yang benar-benar ada, sebagian besarnya terjadi pada diri seorang perempuan.

Sebagian cerita yang ada didalam Ayahmu Bulan, Engkau Matahari ini memang sudah pernah saya baca pada buku Makkunrai (2008) dan Maiasaura (2008) tetapi tetap dapat mendatangkan sensasi yang sama pula. Buku ini dapat membawa seorang lelaki jauh lebih dalam untuk memahami dunia seorang perempuan yang kadang memang tidak adil pada mereka yang hidup di dalamnya. Apalagi itu seorang kaum perempuan.