Sinopsis Novel Salah Pilih Karya Nur Sutan Iskandar

Posted on

Novel berjudul Salah Pilih sangat cocok untuk kamu yang hobi membaca. Novel ini menggunakan gaya bahasa Melayu yang sangat kental dengan adat istiadat suku Minang. Sisi cerita yang menarik menjadi salah satu alasan kenapa novel Salah Pilih ini banyak diminati para pecinta novel. Sinopsis novel Salah Pilih memang sangat menarik dan tentu saja membuat banyak orang tertarik untuk membacanya.

Novel Salah Pilih ini ditulis oleh Nur St. Iskandar. Dalam novel ini diceritakan tentang adat istiadat suku Minang yang begitu ketat. Akan tetapi, Asri mampu meluruskan adat tersebut. Asri adalah seorang yang berpendidikan. Apabila ada yang tak logis, maka tak perlu digunakan lagi. Selain itu, novel ini juga bercerita tentang kebaikan keluarga ibu Mariati serta Asnah yang patut dijadikan contoh.

Sinopsis Novel Salah Pilih

Di Sungaibatang, Maninjau, Suku Minang, Sumatera Barat, hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu, seorang lagi perempuan, seorang anak laki-laki, dan seorang pembantu. Ibu tersebut bernama Mariati, Asri (laki-laki), Asnah (perempuan), Liah (pembantu) yang juga biasa dipanggil Mak Cik Lia. Mereka saling mengasihi, meski Asnah yang bukan anak kandung. Semua selalu sabar merawat Bu Mariati yang sedang sakit.

Asri dan Asnah semakin dewasa serta kian akrab sebagai saudara. Namun Asnah sayang Asri dengan perasaan sayang sebagai kekasih. Asnah sangat terpukul ketika ibu meminta Asri untuk segera menikah. Asri menjatuhkan pilihan pada Saniah. Pernikahan Asri dengan Saniah jauh dari kata bahagia. Saniah selalu mengikuti adat yang sangat kaku menurut Asri yang sudah terbiasa dengan pendidikan luar. Selain itu, Saniah merupakan wanita yang sombong, membedakan kelas sosial masyarakat, keras kepala, dan tidak suka bergaul.

Kian hari sakit yang dialami Bu Mariati semakin parah dan membuatnya menghembuskan nafas terakhir. Sebelum meninggal, Bu Mariati berpesan bahwa ia menyesal meminta Asri menikah dengan Saniah. Bu Mariati juga menjelaskan bahwa adat Minang tidak melarang Asri dan Asnah menikah karena tidak sedarah. Hingga pada akhirnya, Asri dan Asnah bersatu.