Sinopsis Novel Angkatan 20, Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis

Posted on

Novel angkatan 20an memiliki penggemar tersendiri. Bahkan novel angkatan 20an tidak kalah menarik dengan novel terbaru yang saat ini beredar di pasaran. Adapun salah satu novel angkatan 20an yang saat ini masih sangat digandrungi ialah Salah Asuhan. Sinopsis novel angkatan 20 yang berjudul Salah Asuhan ini begitu menarik. Maka tak heran jika novel Salah Asuhan banyak diminati.

Novel berjudul Salah Asuhan ini ditulis oleh Abdoel Moeis. Untuk anda yang suka membaca novel bergenre percintaan, anda jangan sampai lewatkan novel Salah Asuhan ini. Kisah yang digambarkan akan membuat anda merasa terharu pastinya. Banyak hikmah yang bisa anda ambil setelah membaca novel ini. Untuk lebih jelasnya, anda baca saja sinopsis novel angkatan 20 yang berjudul Salah Asuhan berikut ini.

Sinopsis Novel Angkatan 20 ‘Salah Asuhan’

Hanafi adalah seorang pria muda asli Minangkabau. Ia berpendidikan tinggi dan memiliki pandangan kebarat-baratan. Bangsanya sendiri cenderung dipandang rendah olehnya. Hanafi jatuh cinta dengan Corrie du Busse, seorang gadis cantik Indo-Belanda. Namun cinta mereka terhalang oleh adat karena berbeda bangsa. Gadis ini meninggalkan Minangkabau dan memilih berkunjug ke Betawi.

Pada akhirnya ibu Hanafi menikahkan Hanafi dengan Rapiah, sepupu Hanafi, gadis Minangkabau yang sederhana dan taat pada tradisi. Karena Hanafi tidak cinta Rapiah, Rapiah selalu diperlakukan seperti pembantu. Meski begitu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki, yakni Syafe’i. Pada suatu waktu, Hanafi diserang anjing gila yang mengharuskannya berobat ke Betawi.

Disana Hanafi dipertemukan lagi dengan Corrie. Hanafi pun menikah dengan Corrie dan mengirimkan surat pada ibunya bahwa Hanafi menceraikan Rapiah. Namun perkawinannya dengan Corrie tidak bahagia. Corrie bahkan pernah dituduh Hanafi suka melayani laki-laki lain. Akhirnya Corrie sakit hati dan pergi ke Semarang. Corrie derita sakit cholera dan meninggal dunia.

Kepergian Corrie membuat Hanafi sangat menyesal. Hanafi pun pulang ke kampung halamannya. Di rumahnya, Hanafi selalu diam. Hingga pada akhirnya Hanafi sakit. Menurut dokter, Hanafi konsumsi sublimat (racun) dan akhirnya Hanafi meninggal dunia.