Unsur Instrinsik, Ekstrinsik, dan Tema Novel Laskar Pelangi

Posted on

Novel Laskar Pelangi termasuk salah satu novel terlaris yang hingga kini masih sangat diminati. Salah satu novel yang diangkat dalam sebuah film ini sangatlah menginspirasi. Maka tak heran jika novel yang satu ini difavoritkan oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tema novel Laskar Pelangi yang sangat inspiratif memang layak ditonton oleh semua kalangan. Sejak diterbitkan, novel Laskar Pelangi telah banyak diburu para pecinta novel.

Novel Laskar Pelangi ditulis oleh Andrea Hirata. Novel ini diterbitkan pada tahun 2005 oleh Bentang Pustaka. Laskar Pelangi ini adalah novel pertama kali dari rangkaian tetralogi milik Andrea Hirata. Adapun buku lanjutan dari Laskar Pelangi ini secara berturut-turut ialah Sang pemimpi Endesor, serta Maryamah karpov. Untuk anda yang ingin mengetahui tema novel Laskar Pelangi lebih mendalam, anda baca saja ulasan lengkapnya dibawah ini.

Tema Novel Laskar Pelangi

Tema yang diulas dalam cerita novel Laskar Pelangi ini betajuk persahabatan. Novel ini menceritakan mengenai kisah 10 anak yang datang dari keluarga miskin yang memiliki berkemauan keras untuk bersekolah dengan segala keterbatasannya. Mereka bersekolah di SD Muhammadiyah Gantong yang ada di pulau Belitong provinsi Bangka Belitung. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang berasal dari keluarga yang berprofesi sebagai buruh menambang timah. Dengan keterbatasan pada diri mereka, mereka tetap terus bersemangat dalam menjalani aktivitas bersekolah mereka di sekolah tua dengan gedungnya hampir ambruk dan juga jauh dari kata layak.

Kekuatan novel Laskar Pelangi ini terletak pada sentilan humaniora mengenai pentingnya pendidikan sekolah sekaligus kuatnya moral agama. Novel Laskar Pelangi ini wajib baca bagi generasi muda yang mulai terlena dengan gelimang kemudahan ekonomi dan juga tak lagi kenal jerih payah untuk meraih masa depan. Novel Laskar Pelangi ini juga wajib baca bagi para pendidik dan bagi pemerintah yang selalu alpa akan pentingnya pendidikan.

Unsur Instrinsik Novel Laskar Pelangi

  • Tema : persahabatan.
  • Penokohan : Ikal (anak yang cerdas dan pemerhati). Lintang (anak yang pintar dan jenius). Mahar (memiliki bakat yang besar dalam seni, kreatif, cerdas, dan imajinatif). Trapani (memiliki perawakan yang rupawan, baik hati, menyayangi ibunya, dan sedikit manja). Kucai (tegas dan berwibawa). Sahara (perempuan keras dan berprinsip kuat). A Kiong (baik hati dan memiliki rasa solidaritas tinggi terhadap sahabatnya). Harun (memiliki keterbelakangan mental). Borek (keras dan sangat terobsesi dengan otot).
  • Plot / Alur : maju.
  • Latar : tempat (SD Muhammadiyah, di bawah pohon, di dalam gua). Suasana (menyenangkan, menegangkan, dan mengharukan).
  • Sudut Pandang : sudut pandang orang pertama.
  • Gaya Bahasa : gaya bahasa Indonesia yang terpengaruh menggunakan aksen budaya bahasa Melayu. Penulis juga menggunakan istilah—istilah asing.
  • Amanat : Jangan mudah pesimis, jangan mudah menyerah dan putus asa dengan keadaan, bermimpi dan bercita-citalah yang tinggi, serta berjuang dengan gigih.

Unsur Ekstrinsik Novel Laskar Pelangi

  • Latar belakang tempat tinggal : Letak tempat tinggal pengarang yang jauh ada di kampung Gantung, Belitong Timur, Sumatera Selatan memang dijadikan latar belakang tempat untuk penulisan novel ini.
  • Latar belakang sosial dan budaya : Banyak mengandung unsur-unsur sosial dan budaya masyarakat yang tinggal di Belitong.
  • Latar belakang agama (religi) : Nuansa keislamannya begitu padat.
  • Latar belakang ekonomi : Masyarakat Belitong abdikan dirinya terhadap perusahaan-perusahaan timah.
  • Latar belakang pendidikan : Pengarang tak hanya menceritakan, tapi juga menyajikan berbagai ilmu pengetahuan yang ada dalam ceritanya.