5 Kutipan Cerpen Sedih Tentang Cinta Favorit Remaja

Posted on

Cerpen merupakan bentuk prosa naratif yang fiktif. Cerpen atau cerita pendek cenderung padat dan juga langsung pada tujuannya darpada karya-karya fiksi lain yang umumnya lebih panjang, seperti novel. Sumber dalam penulisan cerpen itu sendiri dapat berasal dari pengalaman hidup (baik pribadi maupun orang lain), imajinasi, pengetahuan, dan banyak sumber lainnya. Tak heran jika banyak cerpen yang hadir dengan beragam tema. Salah satu topik cerpen tersebut ialah cerpen sedih tentang cinta.

Cerpen sedih tentang cinta selalu berhasil mencuri perhatian pembaca, terutama di kalangan remaja. Cerpen sedih yang mengisahkan tentang cinta tentu saja mengulik cerita mengenai kehidupan percintaan atau asmara. Hingga saat ini telah banyak beredar cerita pendek sedih tentang cinta yang menjadi bacaan rutin di kalangan pecinta cerpen atau hobi membaca cerpen. Dari sekian banyak cerpen sedih mengenai cinta tersebut, ada beberapa cerita pendek yang dikategorikan terbaik. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

Cerpen Sedih Tentang Cinta

Berikut ini adalah kumpulan cerpen sedih tentang cinta yang tengah menjadi favorit di kalangan pecinta cerpen. Kumpulan cerpen tersebut dapat menjadi bacaan yang romantis sekaligus mengharukan. Berikut beberapa kutipan cerita pendek sedih tentang cinta.

1. Cinta Tak Pernah Salah

Jika Tuhan menakdirkan…
Tinta pena menyatu dengan kertas..
Jika Tuhan menjodohkan..
Gula dengan air…
Mungkinkah Tuhan akan mengizinkanku bersama dia?
“Tttttrrrrrr”
“Astagfirullah Al’azim” ucapnya dan segera membereskan puing-puing pecahan kaca yang berserakan.

2. Cinta itu Pengorbanan

Terima kasih untuknya, yang selama ini sudah ada untukku. Terima kasih untuk semuanya. Sejujurnya ku tak pernah ingin kehilangannya. Apa yang dia minta kuusahakan ada, apa yang dia harapkan aku inginkan menjadi miliknya termasuk cinta yang dia cari. Aku janji, suatu saat dia akan menemukannya, cinta yang membuatnya bahagia. Aku juga akan bahagia untuknya saat itu walaupun, saat itu aku sudah tak lagi di sampingnya. Jujur saja, mencintainya itu lebih sakit dari pada rasa sakit yang pernah aku bayangkan. Bukan aku egois, tapi inilah pilihan yang ada di hidupku.

3. Cinta Di Akhir Nada

Mungkin, batu nisan pisahkan dunia kita, namun dirimu akan selalu ada di hidupku. Menemani dalam setiap detak jantung hingga merasuk dalam palung jiwa. Penyesalan yang selalu datang takkan membuatmu kembali. Namun kuyakin kau telah bahagia di singgasana surga.

4. Kado Terindah

“Firan…maafin gue. Maafin sikap gue ke loe, gue udah berpikiran buruk sama loe. Gue nyesel sempet marah-marah sama loe dan bahkan mutusin loe. Disaat gue ingin memperbaikinya, loe udah pergi Fir. Walaupun loe pernah jadi yang kedua buat gue, tapi bagi gue loe tetep yang pertama dan terbaik untuk gue. Gue akan selalu jadi angel buat loe Fir. Semoga loe tenang yah disana, do ague akan selalu ada buat loe.  Simpan cinta gue di tidur panjang loe ya. I love you.” Bisikku kemudian di telinga Firan saat aku telah berada di hadapan jasad Firan. Dihari ultahku ini, Firan memang telah pergi. Namun cintanya akan selalu hidup dihati aku, dan kado itu…adalah kado terakhir dan terindah dari Firan.

5. Penantianku Yang Tak Berujung

Kata kata terakhir Miko di sebuah buku kecil itu membuat hatiku benar benar hancur jadi yang kulihat di sekolah itu hanyalah bayangan Miko. Aku benar benar tak menyangka dia secepat ini meninggalkanku, Jadi penantianku selama ini tak akan pernah berujung. Dia pergi dan benar benar telah hilang di mataku.