3 Cara Membuat Sabun Mandi Sederhana Sendiri Di Rumah

Posted on

Membuat sabun mandi sendiri terkesan memusingkan. Apalagi kita yang tak mengerti kimia sama sekali. Anda Jangan kuatir! Anda tidak perlu mengerti kimia untuk dapat membuat sabun sendiri. Ikuti langkah mudah dari kami tentang cara membuat sabun mandi. Anda langsung bisa membuat sabun dalam sehari.

Sebelum kita membahas bagaimana cara membuat sabun mandi, kita simak dulu seluk beluk sabun. Untuk selalu menjaga kebersihan kulit tak bisa lepas dari yang namanya mandi. Saat mandi kita membersihkan minyak, kotoran beserta kroni-kroni yang menempel di tubuh. Kalau hanya menggunakan air kotoran tersebut susah hilang.

Umumnya saat mandi kita memakai sabun mandi supaya badan lebih bersih dan segar. Semua sabun mandi padat maupun cair memiliki fungsi mengangkat kotoran dari badan lalu dibilas dengan air.

Apakah  Sabun itu ?

Sabun adalah campuran asam lemak dan alkali yang melalui sebuah proses saponfikasi. Asam lemak atau fatty acid adalah penyusun utama minyak nabati. Contoh asam lemak yang ditemui sehari-hari adalah minyak goreng. Misalnya: minyak kelapa, minyak zaitun, minyak kelapa sawit, dsb.

Alkali adalah suatu zat basa yang larut di dalam air, alkali biasanya mempunyai pH lebih dari 7. Contoh alkali dalam pembuatan sabun natrium hidroksida (NaOH) serta kalium hidroksida (KOH).

Saponifikasi adalah suatu proses dimana asam lemak direaksikan menggunakan natrium atau kalium hidroksida untuk dapat menghasilkan garam asam lemak ataupun sabun dan gliserol ataupun gliserin. Saat menggunakan NaOH akan menghasilkan sabun padat. Jika menggunakan KOH menghasilkan sabun lembut, sabun cair.

Jadi kesimpulannya Minyak + Alkali = Sabun + Gliserin. Kita tak bisa melepaskan alkali di dalam pembuatan sabun. Sealami apapun sabun pasti tetap menggunakan alkali.

Mengapa Harus Membuat Sabun Sendiri?

Biasanya sabun-sabun yang ada di pasaran umumnya mereka memisah gliserin yang dihasilkan saat proses pembuatan sabun.

Gliserin adalah komoditas yang cukup mahal. Gliserin berfungsi menjaga kelembaban atau humektan. Gliserin digunakan hampir di seluruh produk perawatan kulit seperti moisturizer, pasta gigi, lotion, dsb.

Kalau bikin sabun sendiri anda bisa mengontrol apa yang ada dalam sabun. Selain itu anda juga bisa menambah bahan-bahan alami yang bermanfaat untuk kulit seperti: vitamin,biji-bijian, buah-buahan, susu, dsb. Anda bisa mengkreasikan sabun menjadi warna-warni atau bentuk yang diinginkan.

3 Metode Dasar Cara Membuat Sabun Mandi

Dalam Metode membuat sabun mandi bermacam-macam. Kita akan membahas teknik sederhana yang mudah dilakukan di rumah. Perbedaannya hanya masalah suhu yang digunakan.

1. Cold Process

Dengan cara ini merupakan yang cukup mudah dan sederhana. Cold dalam bahasa indonesia berarti dingin jadi tidak membutuhkan suhu tinggi. Pencampuran minyak dengan alkali dilakukan ketika temperatur keduanya ada pada suhu 32 – 35 celsius. Lalu dilakukan pengadukan sampai tercampur sempurna dan mengental.

Selanjutnya campuran dimasukkan ke dalam cetakan dan memasuki fase curing memakan waktu kurang lebih 2 – 4 minggu untuk siap digunakan dan proses saponifikasi swelesai. Dengan menggunakan metode ini akan menghasilkan sabun dengan tekstur halus. Sabun dengan metode cold process berupa sabun batang.

2. Hot Process

Langkah Hot process adalah variasi dari metode cold process. Saat campuran sudah sempurna dan kental, campuran tak langsung dimasukkan ke cetakan. Tetapi dipanaskan lebih dulu untuk memaksa proses saponifikasi. Ini memakan waktu 1-3 jam.

Kelebihan metode ini aman untuk digunakan. Fase curing tak berlangsung lama 1 – 2 minggu. Menghasilkan sabun tekstur agak kasar. Agar menghasilkan sabun cair, sabun padat transparan serta sabun cream menggunakan metode hot process.

3. Melt & Pour

Ini adalah metode yang paling mudah. Metode ini cara membuat sabun mandi tanpa bahan kimia. Menggunakan soap base atau sabun hampir jadi, lau dilelehkan dan dicampur bahan-bahan tambahan seperti pewarna, pewangi, dll. Selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan. Selesai!