Pengertian Resiko Usaha Kewirausahaan Dan Jenisnya

Posted on

Dalam memulai suatu bisnis memerlukan keberanian, tekad, serta manajemen dan strategi bisnis yang baik. Tapi jika Anda sudah melakukan semua itu, bukan menjadi jaminan bahwa Anda akan terhindar dari yang namanya resiko usaha. Pada perkembangan dan perjalanan usaha, Anda tentu menghadapi kendala juga kesulitan, baik yang kecil atau kendala yang besar. Berikut merupakan Pengertian Resiko Usaha.

Kendala biasa kita kenal sebagai resiko usaha. Disamping mendapat keuntungan dalam berbisnis, mempunyai usaha berarti siap menerima resiko usaha. Bahkan, untuk suatu usaha yang sudah sukses sekalipun, bukan tak mungkin menghadapi kendala resiko usaha. Resiko usaha memang tidak dapat dipisahkan dan menjadi kesatuan dari bagian suatu bisnis ataupun usaha. Ketika mempunyai suatu usaha, sering  kali resiko yang muncul bukan hanya disebabkan oleh faktor individu ataupun karyawan, tetapi bisa juga terjadi disebabkan faktor strategi,  manajemen, dan sistem perusahaan kurang baik.

Pengertian Resiko Usaha

Sebelum kita bahas lebih jauh, kita pahami dahulu pengertian  resiko usaha. Resiko usaha merupakan suatu bahaya, ataupun akibat yang kemungkinan bisa terjadi pada sebuah usaha yang sedang berlangsung atau situasi usaha yang akan datang. Sifat resiko usaha adalah tidak pasti dan sebagian besar akan menimbulkan kerugian.

Resiko usaha adalah situasi yang tidak dikehendaki para pelaku bisnis. Tapi resiko usaha sendiri tidak bisa dihindarkan. Resiko usaha sering muncul karena faktor pelaku bisnis itu sendiri dapat juga karena kegiatan dan keputusan yang diambil pada rutinitas sehari-hari. Resiko bisa bersifat pasti atau tidak pasti, tergantung  usaha yang dijalankan. Juga bagaimana cara dalam menjalankan usaha tersebut.

Selain memahami tentang pengertian Resiko Usaha, saat membahas mengenai Resiko Usaha, berarti ada beberapa kategori Resiko yang harus diketahui. Ada juga tips dan contoh usaha yang minim resiko.

Kategori Resiko Usaha

Berdasar kerugian yang bisa diakibatkan, Resiko Usaha ini dikategorikan menjadi Resiko Spekulatif dan Resiko Murni.

A. Resiko Spekulatif

Resiko  spekulatif yaitu resiko yang mempunyai kemungkinan terjadinya dua peluang. Peluang terjadinya kerugian serta peluang terjadinya keuntungan. Contoh resiko spekulatif yaitu: pembelian saham pada bursa efek. Pembelian saham pada bursa efek mempunyai resiko spekulatif, karena ada dua peluang kemungkinan yang terjadi. Peluang yang pertama yaitu peluang keuntungan. Keuntungan yang akan didapat pemegang saham karena telah mendapat pembagian keuntungan dari perusahaan yang telah menerbitkan saham (dividen). Peluang kedua yakni peluang kerugian. Kerugian yang bisa didapat pemegang saham, karena perusahaan penerbit saham yang Anda beli sudah mengalami kerugian besar, jadi perusahaan mengalami kebangkrutan.

B. Resiko Murni

Yang ke dua Resiko murni yaitu resiko jika terjadi, pasti akan memberikan kerugian. Tapi bila resiko ini tak terjadi, juga tidak akan menimbulkan kerugian atau keuntungan. Ada dua macam akibat yang timbul dari resiko ini, terjadinya bangkrut yang disebabkan kerugian atau terjadinya break event. Contoh dari resiko murni seperti : bencana alam, kebakaran, pencurian atau kecelakaan. Contoh lain resiko murni: terjadinya resiko murni di sebuah rumah makan yang diakibatkan kebakaran. Rumah makan itu dapat dipastikan banyak kerugian. Karena seluruh asetnya telah habis terbakar. Hanya ada dua akibat yang terjadi dari peristiwa kebakaran tersebut. Akibat pertama adalah tutupnya rumah makan itu karena seluruh aset telah habis hangus terbakar . Atau ditutupnya sementara rumah makan itu dikarenakan pembangunan ulang rumah makan itu.