Sistematika Penulisan Proposal Penelitian Dan Penyusunannya

Posted on

Pengertian dari proposal yakni sebuah tulisan yang di buat oleh si penulis yang memiliki tujuan untuk dapat menguraikan ataupun menjelaskan sebuah maksud kepada si pembaca baik individu atau perusahaan. Sehingga mereka akan memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut secara lebih mendetail. Diharapkan dari proposal itu dapat memberikan info yang sedetail mungkin yang dibagikan pada si pembaca. Dengan demikian pada akhirnya akan memperoleh persamaan visi, misi, dan juga maksud. Proposal merupakan satu program kegiatan yang bersifat sebagai usulan. Proposal merupakan usulan tertulis untuk melakukan satu kegiatan untuk ditujukan pada pihak tertentu.

Proposal penelitian adalah sebuah usulan yang dibuat bertujuan dalam rangka mengadakan penelitian yang dirancang serta disesuaikan dengan kebutuhan proses penelitian. Proposal ini bertujuan untuk memberi gambaran dengan singkat mengenai rencana kegiatan penelitian yang hendak dilakukan. Melalui proposal peneliti akan dapat memahami segala kebutuhan yang teah direncanakan.

sistematika-penulisan-proposal-penelitian-dan-penyusunannya

Persyaratan penyusunan proposal Dan Sistematika Penulisan Proposal

Proposal yang akan kita susun memiliki syarat sebagai berikut :

  1. Memiliki struktur dan logika yang jelas
  2. Hasil kegiatan yang jelas terstruktur
  3. Rumuskan segala jenis kegiatan dengan cara yang jelas, inovatif, terinci, dan juga benar-benar dapat dikuasai ataupun ditangani
  4. Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan juga tak mengada-ada

Sistematika penulisan proposal penelitian secara umum :

1. Latar Belakang Masalah 

Teknik dalam sistematika penulisan proposal pada Latar Belakang Permasalahan dalam sebuah penelitian dimulai dari pengungkapan sistematis deskripsi masalah secara makro di tingkat global menuju permasalahan yang bersifat mikro yang terjadi pada lokasi penelitian. Penulisan masalah ini memaparkan variabel terikat (dependent) sebagai pokok pikiran utama serta variabel bebas (independent) sebagai pokok pikiran penjelas. Unsur pokok penulisan Latar Belakang Permasalahan adalah perlu menonjolkan bahwa masalah itu sangat penting untuk ditangani dan menarik untuk diteliti. Tehnik menulis latar belakang harus memenuhi syarat di bawah ini :

a. Hal-hal yang ideal/normative/harapan
b. Adakah kesenjangan
c. Actual-fenomena yang teramati
d. Masalah utama
e. Dimana hal itu terjadi
f. Konsekuensi yang muncul jika masalah dibiarkan
g. Intervensi apa yang relevan

2. Batasan Masalah 

Batasan dalam sebuah penelitian diperlukan supaya ruang lingkup masalah tidak meluas. Batasan ini terkait pada keterbatasan tenaga, pengumpulan data, dana, waktu dan analisisnya, serta relevansi kualifikasi peneliti dengan masalah yang akan dibahas. Pada dasarnya seorang peneliti berwenang memberi batasan-batasan demi terlaksana dan terselesaikannya proses penelitian ini. Batasan-batasan ini tentu saja juga berpengaruh terhadap proses generalisasi dari hasil penelitiannya. Sedangkan cara membatasi masalah tersebut antara lain:

a. Membatasi dengan memilih satu atau dua masalah yang akan diteliti. Kita pilih satu atau dua dari yang telah diidentifikasi
b. Menegaskan pengertian masalah yang akan dibahas
c. Memaparkan data yang memberi gambaran dengan lebih rinci

3. Perumusan Masalah 

Rumuskan secara jelas permasalahan yang akan diteliti. Uraikan pendekatan ataupun konsep untuk dapat menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang hendak diuji, ataupun dugaan yang akan dibuktikan. Di dalam perumusan masalah ini dapat dijelaskan definisi, asumsi, serta lingkup yang menjadi batasan pada penelitian. Uraian perumusan masalah ini tidak perlu berbentuk pertanyaan.

4. Tujuan Penelitian 

Tujuan merupakan pernyataan mengenai apa yang menjadi harapan, ataupun sesuatu yang hendak diketahui. Pernyataan tersebut adalah hal-hal yang akan dilakukan peneliti dalam penelitiannya. Perumusan Tujuan penelitian ini dibuat dengan mengacu pada masalah atau pertanyaan penelitian. Sehingga antara tujuan dan masalah penelitian terkait. Teknik penulisannya adalah Tujuan penelitian dirumuskan menggunakan kalimat pasif. Karena tujuan adalah pernyataan kondisi yang akan dicapai. Pada penulisan proposal penelitian, Tujuan penelitian dibedakan menjadi Tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum, berisi hal yang akan dicapai di akhir penelitian. Yakni menjawab masalah penelitian. Sedangkan untuk Tujuan khusus, berisi penjabaran mengenai hal yang akan dicapai untuk memenuhi tujuan umum.  Yakni merupakan tahap yang akan dilakukan di dalam penelitian.

5. Manfaat Penelitian 

Uraikan manfaat hasil penelitian dengan singkat dan juga jelas untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

6. Kajian Pustaka / Landasan Teori 

Usahakan pustaka terbaru, asli danrelevan, contoh jurnal ilmiah. Uraikan secara jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan serta mendasari penelitian yang dilakukan. Tinjauan pustaka ini menguraikan teori, temuan serta bahan penelitian lain yang didapat dari acuan pustaka. Ini dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang telah diusulkan. Uraian didalam tinjauan pustaka dibawa untuk dapat menyusun kerangka atau konsep yang digunakan dalam penelitian. Tinjauan pustaka mengacu kepada Daftar Pustaka

7. Metodologi Penelitian 

Uraikan metode yang dipakai dalam penelitian dengan rinci. Uraian bisa meliputi variabel di dalam penelitian, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, model yang digunakan dan analisis data, cara penafsiran hasil penelitian. Untuk penelitian yang memakai metode kualitatif, dijelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan serta analisis informasi, proses penafsiran serta penyimpulan hasil penelitian.

8. Objek Penelitian 

Objek penelitian merupakan sifat keadaan ( “attributes”) dari suatu benda, orang, ataupun keadaan, yang jadi pusat perhatian ataupun sasaran penelitian. Sifat keadaan yang dimaksud bisa berupa kuantitas, dan kualitas sifat, (benda, orang, dan lembaga), dapat berupa kegiatan, pendapat, perilaku, pandangan penilaian, sikap pro-kontra ataupun simpati-antipati, keadaan batin, dan sebagainya. Dapat pula berupa proses serta hasil proses (lembaga).

9. Metode Pengumpulan Data 

Metode pengumpulan data penelitian kualitatif dilakukan dalam beberapa cara, diantaranya:

a. Wawancara, adalah teknik pengumpulan data dengan percakapan. Bertujuan untuk mendapat konstruksi langsung dari sumber data

b. Diskusi berkelompok,

c. Observasi, dengan melihat kondisi langsung di lapangan yang bisa menjadi data tambahan peneliti kualitatif untuk mengembangkan penelitiannya. Biasanya teknik ini digunakan dalam penelitian etnografi

d. Review dokumen, dilakukan di dalam sumber selain manusia, seperti dokumen tertulis dan rekaman

Sementara itu,  dalam penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

a. survey
b. eksperimen
c. interview

10. Analisis Data 

Setelah data berhasil dikumpulkan, langkah berikutnya adalah analisa data. Di dalam penelitian kualitatif ada beberapa jenis analisa data, seperti berikut:
a. Descriptive statistic
b. Descriptive summary
c. Graphical representation

Sementara itu, analisa data kuantitatif bisa dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu:
a. Univariate, contoh: adalah distribusi frekuensi serta pengukuran variasi
b. Bivariate, sebagai contohnya terlihat di dalam penggunaan tabulasi silang, scatter gram ataupun penggunaan asosiasi (lamba, gamma, beta dan seterusnya)
c. Multivariate, sebagai contohnya terlihat padapenggunaan tabel-tabel presentase

11. Harapan Dari Hasil Penelitian

Uraikan kontribusi penelitian di dalam teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan, pengembangan ilmu pengetahuan, atau pengembangan kelembagaan.

12. Daftar Pustaka 

Pada penyusunan Daftar Pustaka disarankan untuk menggunakan Buku Petunjuk mengenai hal itu. Demikian pula dalam penulisan pustaka di dalam teks. Dengan memakai buku pedoman bukan hanya konsistensi penulisan yang dapat dijaga akan tetapi sekaligus juga mencerminkan kualifikasi dari si penulis.