Hidroponik Kangkung Cara Menanam Dan Perawatannya

Posted on

Hidroponik Kangkung Cara Menanam Dan Perawatannya. Menanam kangkung memang bisa dikatakan mudah dan akan lebih menguntungkan lagi jika menggunakan cara menanam hidroponik kangkung. Pasalnya, teknik ini tidak memerlukan banyak tempat dan biaya. Tanaman kangkung sendiri memiliki banyak manfaat. Jika digunakan sebagai bahan pangan, sayuran ini memiliki banyak gizi penting yang baik bagi tubuh terutama untuk pertumbuhan anak karena mengandung zat besi yang tinggi.

Selain itu, tingginya vitamin A, vitamin B dan vitamin C mampu menjaga kesehatan jantung, mata dan organ-organ lainnya. Hal ini tentunya sangat menunjang kesehatan tubuh. Bahkan tanaman ini bisa menjadi obat untuk mencegah diabetes, anemia dan mengurangi kadar kolesterol darah.

Tanaman hidroponik Kangkung ( Ipomoea aquatica Forsk ) Merupakan tanaman air, namun juga bisa di tanam dengan tanah kering berupa di halam rumah atau juga secara hidroponik. Tanaman ini merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang dapat di konsumsi. Tanaman ini sangat mudah di pasarkan dan juga banyak di jumpai di selurih Asia dan juga banyak di jumpai di kawasan perairan lainnya.

Dengan banyaknya manfaat dari tanaman kangkung, maka tidak ada salahnya jika menanamnya di rumah. Apalagi jika bisa mengurangi pengeluaran dapur dan mendaur ulang benda-benda bekas yang sudah tidak terpakai. Cara menanam hidroponik kangkung ini sangat mudah, Anda tinggal membeli bahan yang dibutuhkan di toko pertanian.

Hidroponik menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin bercocok tanam tetapi memiliki keterbatasan lahan di rumah. Salah satu tanaman yang umum untuk sistem ini adalah kangkung. Pada dasarnya, cara menanam hidroponik kangkung cukup mudah bahkan bagi pemula sekalipun karena alat dan bahan dapat dibeli di toko pertanian tersekat.

Sebelum membahas lebih lanjutnya, ada baiknya memahami terlebih dahulu apa yang dinamakan hidroponik, secara sederhana, hidroponik menggunakan media air atau larutan yang berisi nutrisi untuk menggantikan tanah. Tidak semua tanaman dapat tumbuh di media air. Sebagian besar tumbuhan hidroponik adalah sayuran yang memiliki akar serabut sehingga mudah mengambil nutrisi secara langsung dari air. Selain itu, sayuran memiliki ukuran yang kecil dan jangka waktu panen yang singkat.

hidroponik-kangkung-cara-menanam-dan-perawatannya

Cara Menanam Tanaman Hidroponik Kangkung

Alat-alat yang dipersiapkan untuk menumbuhkan tanaman hidroponik kangkung antara lain adalah keranjang besek, kaleng plastik bekas cat ukuran 5 kg, busa filter akuarium dan nutrisi AB mix. Dan terakhir adalah benih kangkung yang berkualitas baik. Tahap awal adalah merendam benih kangkung sebanyak 2-3 sendok makan dalam air selama 1 malam. Saat melakukan perendaman, benih kangkung yang mengapung harus dibuah karena tidak memiliki kemampuan untuk tumbuh kecambah.

Pada tahap ini tidak diperlukan nutrisi hidroponin cukup air bersih saja. Ketika benih telah siap, letakkan pada kaleng bekas cat dengan berisi air seperti di bawah ini. Perlu diperhatikan bahwa, sistem hidroponik bukan memasukkan benih ke dalam air lalu dibiarkan tumbuh. Jadi pastikan hanya akar dari kangkung yang menyentuh air sedangkan bagian batangnya tetap berada di luar jangkauan.

Pada saat biji atau benih kangkung sudah pecah dan muncul daun lembaga langkah selanjutnya buang air dan ganti dengan larutan nutrisi ABmix 400 ppm. Ketika kangkung sudah berusia lebih dari satu minggu, kandungan nutrisi ditingkatkan sampai maksimal 800 ppm. Karena kondisi tumbuhan yang membutuhkan banyak unsur hara. Cara menanam hidroponik  kangkung ini dapat dilakukan di pekarangan rumah yang sempit. Cukup letakkan bejana di tempat terbuka yang terdapat sinar matahari langsung.

Langkah Langkah & Cara Menanam Hidroponik Kangkung Di Pekarangan

Berikut ini adalah bahan, alat dan cara menanamnya:

Alat dan Bahan menanam hidroponik kangkung

1. Benih kangkung
2. Baskom (yang sudah tidak terpakai)
3. Saringan plastik atau keranjang dengan lubang-lubang
4. Kain
5. Air
6. Pupuk hidroponik (siap pakai maupun buatan sendiri)

Cara menanam hidroponik kangkung

1. Pilih benih yang baik, rendam dalam air untuk melihat apakah ada benih yang mengapung. Jika ada, buang benih yang mengapung karena artinya benih tersebut tidak berkualitas dan akan sulit tumbuh.
2. Bungkus dengan kain benih yang telah direndam, lalu siramkan air hangat ke atas kain tersebut. Hal ini dilakukan agar benih cepat pecah.
3. Siapkan nutrisi yang telah dilarutkan dengan air di dalam baskom. Lalu letakkan keranjang di atasnya, tetapi jangan sampai terendam semuanya, cukup hingga batas bawah saja.
4. Simpan benih di atas keranjang, selanjutnya Anda bisa menaruhnya agar terkena matahari langsung atau tutupi dengan plastik hitam.
5. Setelah kangkung tumbuh, perawatan yang dilakukan cukup mengganti air nutrisi apabila air mulai berbau atau berkurang.
6. Tingkatkan konsentrasi pupuk/nutrisi dalam air setelah dua minggu.
7. Dalam waktu tiga hingga empat minggu, kangkung sudah bisa dipanen

Untuk menghemat waktu, biasanya air nutrisi yang digunakan terbuat dari pupuk siap pakai yang tinggal dilarutkan dengan air. Namun jika ingin lebih memuaskan, maka bisa juga menggunakan pupuk hidroponik buatan sendiri.

Metode tanam hidroponik sangat mudah dan sederhana, karena menggunakan barang-barang yang sudah tidak digunakan dan tidak memerlukan lahan yang luas untuk menanamnya. Metode ini sangat cocok diterapkan di daerah perkotaan yang sudah minim lahan. Jika Anda tertarik, selamat mencoba cara menanam  hidroponik kangkung yang mudah ini.

cara-budidaya-kangkung-secara-hidroponik

Cara Budidaya Kangkung Secara Hidroponik

Tanaman Kangkung ( Ipomoea aquatica Forsk ) Merupakan tanaman air, namun juga bisa di tanam dengan tanah keniring berupa di halam rumah atau juga secara hidroponik. Tanaman ini merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang dapat di konsumsi. Tanaman ini sangat mudah di pasarkan dan juga banyak di jumpai di selurih Asia dan juga banyak di jumpai di kawasan perairan lainnya.

Berikut ini adalah cara membudidayakan kangkung secara hidroponik, karena dengan menggunakan media ini akan mudah untuk di lakukan di rumah dan juga tidak memerlukan tanah atau lahan yang cukup luas.

Bahan dan alat hidroponik kangkung

  • Bibit kangkung
  • Sekam atau pasir dan floral foam
  • Pot 2 buah kecil atau lainnya
  • Air sumur
  • Larutan penyubur tanaman
  • Piasau dan isoalasi kertas.

Cara Membuat Kangkung Hidroponik

Setelah menyiapkan bahan diatas , selanjutnya adalah membuat kangkung dengan media hidroponik. Berikut cara membuat kangkung secara hidroponik :

  • Membuat lubang pada bgian dasar atau bagian bawah pot yang di gunakan. Pembuata lubang ini dengan bantuan alat pemanas solder atau besi kecil yang di panaskan.
  • Kemudian menyiapkan floral foam ( gabus atau sekam ) dan lakukan pengecilan atau membuat segi empat dengan ukuran  3 x 3 x 3 cm dengan ketebalan 3 cm. kemudian buat lah lubang dengan kubus tersebut dengan bantuan pipet atau sedotan minuman.
  • Selanjutnya lakukan perendaman gabus atau floral foam dengan mengunakan air, selama 15-20 menit.
  • Lalu masukan bibit kedalan lubang yang sudah disediakan dalam kubus. Kemudian masukan kubus tersebut ke dalam media pot atau lainnya hingga sampai dasar pot tersebut.

Membuat Pupuk Kangkung Hidroponik

Pembuatan pupuk atau larutan nutrisi sangat berguna untuk pertumbuhan kangkung hidroponik ini. Berikiut cara pembuatan pupuk hidroponik:

Bahan pembuatan pupuk hidroponik

  • 1 sendok pupuk NPK mutiara
  • 1 sendok gandasil daun
  • 1 sendok pupuk cair Greentonik

Jika bahan sudah di sediakan , maka sebelum pemanen selang lima hari lakukan pemerian secara bertahap yaitu dengan pemberian 1 sendok NPK baik yang sudah larut maupun tidak. Kemudian diamkan selama 10-12 hari, lalu lanjutkan dengan pemberian 1 sendok pupuk gandasil kedalam media tanamdan juga bersamaan dengan 1 sendok greentonik.

Dalam media ini sangat di perlukan juga penambahan air secukupnya, agar media tanam tidaklah mudah kering dan mengakibatkan kelayuan pada tanaman kangkung.

Pemeliharaan Tanaman

Dalam pemeliharaan dalam media ini harus memperhatikan kualitas dan kelembapan pada media. Hal ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selanjutnya pengontrolan tanaman dari hama dan penyakit yang menyerang.

Penyiraman harus di lakukan juga secukupnya untuk menjaga kualitas pada tanaman, serta cahaya matahari sangat di perlukan dalam tanaman minimal 4-5 jam sehari. Kemudian pemberian pupuk harus di lakukan secara teratur untuk menyuburkan atau mempercepat dalam pemanenan tanaman kangkung.

Pemanen Tanaman

Pemanen tanaman hidroponik kangkung tidak membutuhkan sangat lama yaitu 2-3 bulan setelah penanaman bahkan lebih kurang dari itu tergantung dengan perawatan dan pemeliharaan tanaman. Pemanen di lakukan dengan cara mengangkat media dan menuangkannya atau langsung mencabutnya, hal ini di lakukan dengan hati-hati agar tanaman tidak rusak dan layu.

Kelebihan Dan Kekurangan Bertanam Secara Hidroponik

Kelebihan dan kekurangan hidroponik memang sering kali diperbincangkan bahkan dibanding-bandingkan dengan metode bercocok tanam lainnya. Memang segala sesuatu pasti ada keunggulan dan kekurangannya masing-masing, tak terkecuali metode hidroponik. Meskipun begitu, jika lebih banyak kelebihan atau keuntungan yang bisa diperoleh, mengapa Anda tidak coba metode baru yang menggunakan air sebagai media utama ini?

Sebenarnya apa saja kelebihan dan kekurangan hidroponik. Berikut akan dijelaskan beberapa kelebihan teknik bercocok tanam tersebut.
1. Lebih hemat dalam penggunaan pupuk.
2. Alat dan bahan bisa ditemukan dengan mudah seperti botol bekas, wadah gelas plastik, gunting, pisau dan juga cutter.
3. Tanaman bisa tumbuh dengan lebih cepat.
4. Air bisa dimanfaatkan dengan lebih efisien.
5. Tidak membutuhkan banyak tenaga kerja walaupun diaplikasikan pada lahan yang lebih luas.
6. Hama dan juga penyakit pada tanaman bisa diminimalisir dan dapat ditangani secara lebih cepat.
7. Unsur zat hara dan juga kadar pH lebih mudah untuk diteliti.
8. Lingkungan menjadi lebih bersih karena metode ini lebih banyak menggunakan media tanam selain tanah.

Kekurangan Metode Hidroponik

Sayangnya dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh metode hidroponik, ternyata ada beberapa kekurangan yang menyertainya. Apa saja kekurangannya tersebut? Berikut ulasannya.
1. Modal awal yang diperlukan saat pertama kali membuat rangka hidroponik cukup mahal. Selain itu, Anda setidaknya harus sudah memiliki pengalaman dalam mengaplikasikan teknik tersebut.
2. Beberapa bahan baku susah diperoleh dan hanya dijual di toko-toko khusus seperti misalnya media Rockwool.
3. Memerlukan keterampilan khusus terutama untuk membuat rangka yang terbuat dari bahan paralon serta dalam mencampur beberapa bahan kimia seperti pupuk dan juga pemberian nutrisi pada air. Komposisi dan porsi nutrisi bagi pupuk harus sesuai aturan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.
4. Tidak semua jenis tumbuhan bisa ditanam dengan sistem bercocok tanam hidroponik.

Di antara banyaknya kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya, memang tidak dapat dipungkiri bahwa metode tersebut memang menjadi solusi bagi yang ingin memiliki lahan hijau atau kebun sayur di pekarangan yang sempit. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan hidroponik, yang jelas metode tersebut kini sudah menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang ingin bercocok tanam namun tidak punya lahan yang cukup luas. Bagaimana dengan Anda? Apakah tertarik untuk mencoba metode ini?

macam-macam-media-tanam-hidroponik

Macam-Macam Media Tanam Hidroponik Untuk Kebun Anda

Bagi Anda yang ingin memiliki kebun di belakang rumah namun tidak memiliki tanah yang luas, maka dapat memanfaatkan metode hidroponik. Metode bercocok tanam alternatif ini menggantikan tanah dengan media tanam yang lain. Macam-macam media tanam hidroponik sebenarnya cukup mudah di dapat. Tanaman yang biasanya menggantungkan asupan nutrisi dari tanah ternyata dapat juga mendapatkan unsur hara dari media tanam yang lain. Setelah dilakukan penelitian, beberapa media tanam berikut memiliki fungsi yang serupa dengan penggunaan tanah.

Macam -Macam Jenis Media Tanam Hidroponik

Arang sekam

Di sekitar kita ternyata terdapat macam-macam media tanam hidroponik yang dapat ditemukan dengan mudah. Salah satu jenis media tanam yang mudah didapatkan adalah arang sekam. Arang sekam adalah hasil pembakaran dari sekam atau kulit padi. Sebagai negara yang mengonsumsi beras sebagai bahan makanan pokok, mendapatkan arang sekam tentunya sangat mudah. Media tanam hidroponik yang satu ini begitu populer bukan hanya karena mudah didapat, namun juga memberikan nutrisi yang menyerupai tanah. Sayuran yang ditanam dengan media hidroponik ini dapat tumbuh dengan sehat dan segar layaknya jika di tanam di tanah.

Serbuk kayu

Selain arang sekam, serbuk kayu juga dapat digunakan sebagai media tanam hidroponik. Tanaman yang menyerap nutrisi dari tanah biasanya didistribusikan melalui jaringan kayu dan batangnya. Ketika tanaman tersebut dipotong, nutrisi tersebut biasanya masih tertinggal di dalamnya. Oleh karena itu, penggunaan serbuk kayu dapat disamakan dengan penggunaan media tanah. Memperoleh serbuk kayu juga tidak terlalu sulit. Selain dapat memprosesnya sendiri, Anda dapat membelinya dari pengrajin kayu. Media ini disarankan untuk tanaman yang memerlukan kelembaban pada tingkat tinggi agar dapat tumbuh seperti jamur.

Spons

Selain arang sekam padi dan serbuk kayu, macam-macam media tanam hidroponik yang dapat dijumpai dengan mudah adalah spons. Anda dapat menemukan bahan yang satu ini dengan mudah, mulai dari pasar tradisional hingga supermarket. Pada umumnya, spons digunakan sebagai alat untuk mencuci piring. Namun tidak banyak yang tahu bahwa ternyata benda ini juga dapat difungsikan sebagai media tanam hidroponik.

Pasir dan kerikil

Macam-macam media tanam hidroponik selanjutnya yang bisa ditemukan di mana saja adalah pasir dan kerikil. Mungkin beberapa dari Anda berpikir bahwa kedua media tersebut tidak memiliki banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Akan tetapi, di Indonesia terdapat beberapa kawasan pesisir pantai yang menanam tanaman pada media tersebut. Tanaman tersebut bukan hanya dapat tumbuh dengan sehat namun juga mendapatkan asupan nutrisi yang lengkap.

Selain media tanam tersebut, proses bercocok tanam dengan metode hidroponik juga dapat dilakukan dengan media lain seperti vermiculite, pumice, rockwool, dan perlite. Meskipun memiliki fungsi yang sama, akan tetapi media tanam hidroponik yang disebutkan sebelumnya lebih mudah di dapat. Selama memiliki media tanam tersebut, Anda tidak perlu lagi pusing untuk memiliki kebun pribadi meskipun tidak ada tanah yang luas.