Cara Mendidik Anak Perempuan Dalam Kehidupan

Posted on

Memiliki dan  Mendidik anak perempuan adalah salah satu tugas yang mulia untuk sebuah keluarga.  Mengingat banyak pahala yang didapatkan dari merawat, memelihara dan mendidik anak perempuan.  Menjaga anak perempuan dibutuhkan kesabaran dan kelembutan yang lebih.

Mendidik anak merupakan pekerjaan utama bagi orang tua. Betapa tidak, orang tua adalah orang yang paling pertama di kenal oleh sang anak lewat pengasuhannya. Ibu menjadi madrasatul ula bagi anak-anaknya.

Anak perempuan merupakan anugrah tersendiri bagi setiap orang tua, namun juga merupakan harta yang juga bisa membawa aib keluarga apabila orang tua tidak hati-hati dalam mendidik anak perempuan. Maka dari itu, anda sebagai orang tua harus dapat mendidik mereka menjadi perempuan yang shalehah.

Cara Mendidik anak perempuan berbeda dengan saat mendidik anak laki-laki. Ada pula yang menyatakan bahwa mendidik anak perempuan lebih sulit dibandingkan dengan mendidik anak laki-laki. Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Di satu sisi, pendidikan anak perempuan harus memang berbeda dengan anak laki-laki. Namun yang paling pokok adalah cara mendidik anak perempuan dengan landasan Islam.

Dalam cara mendidik anak perempuan maka harus dimulai dari teladan orangtuanya.  Teladan yang baik akan lebih mudah diterima anak dan anak akan mengikuti apa yang biasanya orangtuanya lakukan.  Lalu bagaimana cara dalam mendidik anak perempuan, berikut tips dan cara yang baik dalam mendidik anak perempuan.

cara-mendidik-anak-perempuan-dalam-kehidupan

Cara Mendidik Anak Perempuan

Cara mendidik anak perempuan berikut ini dapat menjadi ilmu bagi anda. Berikut ini adalah caranya:

Mengenalkan Agama Kepada Mereka

Agama menurut Wikipedia adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Agama sangat erat kaitannya dengan manusia. Dengan mengenalkan anak perempuan anda sedini mungkin tentang agama merupakan bekal yang sangat berharga.

Kenapa demikian, tentunya banyak alasan yang diterapkan dalam agama Islam, salah satunya ketika seorang perempuan ingin dinikahi oleh laki-laki yang sangat dianjurkan oleh agama adalah lihatlah agamanya, setelah itu baru harta, keturunan, dan kecantikannya.

Menumbuhkan Kesadaran Anak

Ketika anak anda mulai tumbuh dewasa, sudah saatnya anda kenalkan kepada mereka untuk menumbuhkan kesadaran tentang kewajiban seorang wanita. Salah satunya adalah dengan mengajarkan sikap dan akhak yang baik menjadi seorang perempuan, bagaimana cara berpakaian, dan berikan pengertian bahwa perempuan itu berbeda dengan mendidik anak laki-laki.

Membiasakan Mereka berakhlak Mulia

Anak perempuan muslimah bisa tampil dan bersikap sopan santun penuh pesona jika ia mampu berpegang teguh kepada ajaran adab serta akhlak seperti yang diajarkan oleh Agama Islam. yaitu dengan meneladani kepribadian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, ummahatul mukminin, ataupun meneladani pribadi para shahabiyah.

Dari usia anak masih kecil ajarkan dengan rutin agar ia terbiasa bersikap mencontoh kepada adab-adab yang diwajibkan sebagai perempuan Islam. Ajarilah anak perempuan tentang bersikap adab serta ajarilah mereka ilmu. Seperti selalu terbiasa sejak kecil bersikap adab kepada orang tua, tetangga, tamu, dan juga terbiasa bersikap adab saat makan atau minum, adab berpakaian, adab meminta izin.

Mengajari Berbagai Keterampilan Rumah Tangga

Mengajarkan anak anda mengenal berbagai ketrampilan rumah tangga. Bekali mereka bagaimana cara bergaul dengan suami dan bagaimana cara mengurus rumah tangga yang baik. Hal ini dikarenakan kelak mereka akan menjadi istri dari suami-suami mereka, jadi mengajarkan mereka tentang berbagai ketrampilan sangatlah penting. Selain itu anda dapat memberikan mereka ketrampilan menjahit, membuat kerajinan tangan, dan lain sebagainya. Sehingga kelak ketika mereka dewasa dapat menjadi perempuan yang berguna.

cara-mendidik-anak-perempuan-dalam-agama-islam

Cara mendidik anak perempuan dalam agama Islam

Memiliki anak-anak perempuan bukanlah sebuah kekurangan bagi seseorang. Bisa jadi, ia justru menjadi anugerah yang amat indah baginya, manakala dia bisa menunaikan segala kewajiban memelihara dan mendidik mereka.

Bagi orang tua yang dianugerahi anak-anak perempuan, pemberian Allah subhanahu wata’ala ini sebenarnya merupakan karunia yang amat besar dari-Nya. Dia bisa berharap janji Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam:

“Barang siapa yang memelihara dua anak perempuan hingga dewasa, dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia (seperti ini).” Beliau menggabungkan jari-jemarinya. (HR. Muslim no. 2631)

Juga pada janji Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam yang lainnya:

“Barang siapa diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, kelak mereka akan menjadi penghalang dari api neraka.” (HR. al-Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629)

Kita juga mengingat penuturan ‘Aisyah radhiyallahu anha tentang seorang wanita miskin yang datang kepadanya. ‘Aisyah radhiyallahu anha mengisahkan:

“Seorang wanita miskin datang kepadaku membawa dua orang anak perempuannya. Kuberikan kepadanya tiga butir kurma. Ia lalu memberikan kepada setiap anaknya sebutir kurma. Sebutir yang lain ia angkat ke mulutnya untuk dia makan. Namun, kedua anak perempuannya meminta kurma itu.

Lantas dibaginya kurma yang hendak dia makan itu untuk kedua anaknya. Aku pun merasa kagum terhadap perbuatannya, lalu kuceritakan apa yang dilakukannya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau pun berkata, ‘Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dengan kurma yang diberikannya itu dan membebaskannya dari neraka’.” (HR. Muslim no. 2630)

Begitu pun kalau kita cermati, pendidikan terhadap anak perempuan memiliki peran yang amat strategis. Tentu saja, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi masyarakat dan generasinya kelak. Bagaimana tidak! Seorang anak perempuan akan menjadi seorang istri bagi suaminya, akan menjadi ibu dan pendidik bagi anak-anaknya. Selain itu, dia akan mengemban berbagai tugas lain yang telah menanti.

Jika dia baik, dia akan menunaikan berbagai perannya ini dengan baik. Dia akan berkhidmah di balik kesibukan suaminya dengan sebaik-baiknya serta memberikan dorongan dan pengaruh yang baik bagi sang suami.

Dia akan memelihara serta menjaga fisik dan psikis anak-anaknya yang kelak akan menjadi generasi pengganti, juga mengajari mereka dengan berbagai hal yang positif.

Dia juga akan menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Selanjutnya, dia pun mengerti tanggung jawab dan amanat yang harus dia tunaikan dalam setiap tugas yang diembannya. Dengan demikian, baiklah masyarakatnya—insya Allah.

Sebaliknya, anak perempuan yang tak terdidik dengan baik tidak akan bisa membantu dan mendukung kebaikan suaminya. Anak-anaknya pun telantar, tidak terurus karena dia tidak mengerti hak anak-anaknya.

Tingkah laku anak-anaknya pun akan jauh dari sebutan beradab. Lebih-lebih lagi, dia akan menjadi sumber kerusakan yang bisa menghancurkan tatanan masyarakat.

Mendidik anak perempuan merupakan tangung jawab orangtua yang harus ditunaikan hingga ada lelaki yang meminangnya.  Hal yang paling berkaitan dengan perempuan adalah tentang menutup hijab.  Karena perempuan identik dengan hijab/jilbab.  Jilbab jangan sampai ditanggalkan karena hal tersebut adalah kewajibannya.  Di era modern seperti saat ini, godaan perempuan lebih banyak dan dibutuhkan pondasi keimanan yang kuat.  Menjadikan anak yang shalehah adalah impian setiap keluarga.