Cara Mendidik Anak Agar Disiplin Dalam Segala Hal

Posted on

Disiplin merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam kehidupan. Oleh karena itu, sejak dini, kita sudah harus mulai belajar mengajarkan disiplin kepada anak agar saat besar dia benar-benar menjadi orang yang disegani karena kedisiplinannya. Namun seringkali kita jumpai orang tua mengajarkan anak berdisiplin, tapi dengan cara yang sebenarnya perlu dihindari, yakni dengan cara yang keras dan kasar. Seharusnya, kita bisa mendidik anak agar disiplin dengan cara menyenangkan.

Cara Mendidik Anak Agar Disiplin Dalam Segala Hal

Mengajarkan disiplin sebenarnya merupakan pendidikan yang panjang dan tidak sekali jadi. Perlu kerja keras juga dari sisi orangtua yang mengajarkan disiplin. Ketika anak tidak disiplin, seringkali yang disalahkan adalah anaknya, sementara orangtua tidak mau mengkoreksi diri, apakah orangtuasalah mengajarkan disiplin tersebut atau tidak. Intinya disiplin adalah kerja keras antara anak dan orangtua.

Mendidik anak Agar Disiplin

Salah satu kelemahan orangtua yang paling sering adalah kurang tegasnya orangtua. Namanya orangtua, ketika melihat anaknya merengek atau menangis, terkadang merasa tidak tega, sehingga yang awalnya tegas, menjadi lunak. Ketidak tegasan orangtua dapat dijadikan senjata bagi anak untuk merusak aturan yang telah ditetapkan. Anak akan merasa bahwa orangtuanya dapat dilunakkan dengan tangisannya, dan rengekannya. Sekali saja orangtua berperilaku tidak tegas, maka rusaklah pendidikan disiplin yang dilakukan.

Ketika orangtua bertindak tegas dan tidak dapat dilunakkan dengan tangisan atau rengekan, biasanya anak akan mencoba cara lain dengan mencoba kompromi. Ini biasanya dilakukan dengan anak yang sudah cukup besar, atau biasanya anak pertama yang melakukan kompromi dengan mengatasnamakan adiknya yang lebih kecil atau kompromi karena merasa diperlakukan berbeda dan tidak adil dengan adiknya.

Kompromi yang dilakukan anak biasanya untuk melunakkan aturan yang dirasa terlalu sulit dan ketat. Bagi orangtua sebaiknya tidak menerima kompromi yang akan dialakukan oleh anak. orangtua harus tetap dengan aturan yang telah disepakati diawal. Kompromi dalam bentuk apapun sebaiknya tidak diterima, dengan cara berbicara dengan sopan.

Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Berkomunikasi dengan anak secara menyenangkan dan santai akan lebih membuat anak nyaman dan tentu saja senang. Banyak orang tua yang  terkadang kaku dengan anaknya sehingga jauh dari kesan menyenangkan. Mari kita belajar menjadi orang tua yang menyenangkan. Misalnya anda menyuruh anak anda untuk merapikan kamar tidur, perintahlah dengan nada yang halus dan beri contoh cara merapikan kamar tidur yang rapi. Dengan begitu anak anda akan terbiasa melakukanya.

Sekali-kali, boleh saja kita beri sedikit hukuman, tapi yang  bersifat mendidik anak, bukan yang kasar. Jika anak melakukan kesalahan, jangan dibentak tetapi nasehatilah dengan nada yang halus tetapi tegas. Menasehati dan memberi hukuman pada anak membuat anak bisa mengerti tentang akibat jika dia melanggar peraturan yang seharusnya  harus dijalankan. Dengan begitu anak kita akan terbiasa hidup disiplin.

Dalam membina anak untuk menjadi disiplin, tentu saja peran ayah dan ibu sangatlah penting. Ayah dan ibu harus kompak dalam membuat peraturan untuk anaknya.  Bila ada cara pendisiplin yang tidak anda setujui jangan diam saja, utarakan perasaan anda.  Sebaiknya setiap sebulan sekali anda dan pasangan duduk bersama membahas masalah ini. Tuliskan beberapa hal yang mengganjal. Ini kesempatan Anda untuk jujur. Anda berdua juga harus saling mendengarkan dan menghargai pendapat masing-masing. Tujuannya bukan untuk menguasai, tapi Anda dan pasangan bisa mendapatkan peraturan dimana anda berdua bisa merasa nyaman menerapkannya.

Yang paling sulit bagi orangtua dalam mendidik kedisiplinan adalah menjadi contoh atau teladan bagi anaknya. Orangtua merasa bahwa dirinyaboleh bertindak salah dan tidak baik, tetapi anak dituntut untuk selalu baik, sementara orangtua tidak memberikan contoh yang baik untuk anaknya. sering kita lihat orangtua melarang anaknya merokok, sementara orangtua adalah perokok aktif. Orangtua menyuruh anaknya untuk sholat, tetapi orangtua jarang melaksanakan sholat. Orangtua adalah contoh serhari-hari yang bisa anak tiru, maka orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.