Tips Jitu Melatih Konsentrasi Anak 3 Tahun

Posted on

Kemampuan anak berkonsentrasi,  mengingat  dan kemudian memecahkan masalah, sangat tergantung  pada tahapan usia dan bagaimana menstimulasinya agar berkembang maksimal. Kemampuan konsentrasi balita 2-3 tahun memang baru berkisar antara 3-5 menit. Di usianya ini, balita sedang hobi ‘mendua’, meninggalkan aktivitas yang tengah dikerjakan saat ada aktivitas lain yang menarik perhatiannya. Namun, hal itu bukan harga mati, karena daya konsentrasi dapat dilatih. Bagaimana menyiasatinya?

anak-anak prasekolah boleh diajarkan untuk duduk diam menerima pelajaran. Apalagi di TK B (K-2), anak-anak sebaiknya memang dipersiapkan untuk menerima sistem belajar di SD (Sekolah Dasar), di mana murid-murid mulai dituntut untuk tak ada lagi ribut atau berlarian di kelas. “Tetapi tentunya pengenalan itu hanya bisa dilakukan bertahap. Jadi, aturlah kegiatan anak agar dapat fokus pada tugas yang diberikan dan menyelesaikannya dengan memperhatikan prinsip berikut.

Tips Jitu Melatih Konsentrasi Anak 3 Tahun

Cara Melatih Konsentrasi Anak Di Usia 3 Tahun

Menyelesaikan tugas atau permainan

Konsentrasi anak akan terasah jika terbiasa menyelesaikan aktivitas apapun yang sedang dilakukan. Balita yang terbiasa menuntaskan apa yang sudah dimulainya, daya konsentrasinya akan lebih mudah dikontrol. Agar perhatiannya terfokus dan tidak bosan, ajak anak menyelesaikan tugas dan permainan bersama Anda. Misalnya, sambil bercerita, susunlah puzzle hingga selesai. Atau bersama-sama memasukkan mainan yang telah selesai dimainkan ke tempat semula, sambil bernyanyi.

Jangan Lebih Dari 15 Menit

Orang tua perlu tahu, tingkat kesabaran dan perhatian anak berkembang bersama-sama dengan perkembangan fisiknya, terutama otot-otot kecil pengendali gerakan. Konsekuensinya, anak usia 3 sampai 4 tahun umumnya lebih senang menyelesaikan tugas yang singkat, membongkar apa yang sudah dikerjakan dan memulainya lagi berulang kali.

Ngobrol berdua dan minta anak mendengarkan

Melalui cara ini, kemampuan konsentrasi akan terlatih dengan efektif. Amati responnya, apakah ia menyimak atau justru melakukan hal lainnya, dan tak memerhatikan Anda. Untuk mengetahui seberapa besar ia menyimak, usahakan obrolan bersifat dua arah. Anak akan mendapat rangsangan untuk lebih berkonsentrasi, karena dimintai tanggapan. Sebaliknya, ia pun boleh bertanya dan berkomentar.

Dilatih Sambil Bermain

Meski seorang anak tampaknya semakin anteng mengerjakan tugas, bukan berarti kita lantas bisa membebaninya dengan pelajaran-pelajaran yang belum menjadi kewajibannya. Contoh, langsung mengajarkan membaca atau menulis. Di masa ini kita menyebutnya masa pramembaca, pramenghitung dan pramenulis atau belum sampai pada berhitung, membaca atau menulis yang sesungguhnya. Semuanya masih dilakukan sambil bermain. Intinya, tidak bijak jika anak prasekolah dipaksa cepat belajar membaca, menulis, dan berhitung sambil dituntut berkonsentrasi lama.

Jangan Memecah Konsentrasi Anak

Tidak ‘mengganggu’ anak dengan aktivitas lain, jika tak ingin memecah konsentrasinya. Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dekatnya. Misalnya, ketika anak sedang bermain dengan robot kesayangannya, jangan menyalakan televisi yang acaranya dapat menarik perhatiannya.

Minta Anak Menceritakan Kembali

Minta anak untuk menceritakan kembali, film yang sudah ditonton atau buku yang sudah dibacakan. Dari cara ini Bunda akan mengetahui seberapa besar daya konsentrasinya, ia menyimak atau tidak. Ulangi ‘kejutan’ tersebut secara acak, usai anak selesai menonton atau dibacakan buku.

Tantangan Melakukan Dua Hal Bersamaan

Tantang untuk melakukan lebih dari satu perintah dalam waktu bersamaan. Misalnya, minta buah hati Anda untuk mengambil sebuah mainan di dalam kotak, sekaligus mengambil botol minumnya di meja makan. Usahakan letak kedua benda tersebut berada di tempat yang tidak berdekatan. Beri semangat pada si kecil saat berusaha memenuhi perintah tersebut. Jangan memarahinya, jika tak berhasil melakukannya. Jika ia berhasil, berikan ia hadiah sebuah pelukan dan ciuman.

Konsisten Waktu

Konsisten beri batasan waktu dalam setiap kegiatan yang dilakukan anak. Agar ia mengerti dengan pasti, kapan boleh berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Kuncinya adalah lakukan bertahap sesuai dengan kemampuan konsentrasinya dan tepati janji Anda.