Cara Melatih Anak Duduk Pada Masa Bayi

Posted on

Bayi yang mulai menunjukkan perkembangan motorik seperti membalikkan badan dan tengkurap, biasanya langkah selanjutnya si bayi akan belajar duduk. Moment ini sering terjadi pada saat bayi berusia 7 bulan. Kemampuan setiap bayi berbeda-beda dan bervariasi antara usia 6-9 bulan. Bila di usia itu bayi belum bisa duduk, orangtua tidak boleh memaksa. Yang boleh dilakukan adalah mendorong dan melatih bayi belajar duduk dengan cara yang menyenangkan.

Setelah bayi sudah bisa tengkurap sendiri dan membalikkan badannya kembali atau berguling-guling dengan lancar, tahap tumbuh kembang berikutnya adalah bayi belajar duduk. Sama halnya ketika bayi belajar tengkurap, sebelum bayi bisa duduk sendiri, ia pun harus belajar terlebih dahulu sedikit demi sedikit.

Cara Melatih Anak Duduk Pada Masa Bayi

Cara Mengajarkan Anak Bayi Duduk

Pada awal-awal belajar, bayi belum bisa menyeimbangkan tubuhnya atau masih bergoyang-goyang. Ia pun juga belum mampu terlalu lama duduk, sehingga pada saat lelah ia langsung menjatuhkan tubuhnya dengan tiba-tiba. Maka dari itu, pada saat bayi belajar duduk, kita harus selalu menopang tubuhnya agar tidak terjatuh. Selain itu, kita juga tidak boleh memaksakan bayi untuk duduk jika bayi sudah enggan untuk duduk atau kelihatan sudah lelah. Bila Anda merasa bayi sudah siap duduk, mulailah untuk melatihnya.  Begini caranya:

Mengajari Menekuk Kaki

Untuk bisa duduk, bayi harus mampu menekuk kedua kaki secara bersamaan sampai dapat terpegang olehnya dalam posisi terlentang. Oleh karena itu, dianjurkan agar ibu membiarkan bayi memiliki banyak waktu agar dapat aktif bergerak sebagai cara melatih bayi belajar duduk.

Mengajari Aktif Memutar Badan

Bayi biasanya sudah mampu membalikkan tubuhnya dari posisi terlentang ke posisi tengkurap. Untuk itu ibu harus rajin memberi rangsangan agar bayi aktif menggerakan pinggul dan bahunya. Sebaiknya sebelum 6 bulan, rangsang bayi untuk aktif memutar badannya dengan cara meletakkan mainan yang sangat diinginkannya, di dekat dirinya, lalu biarkan bayi bergerak dari posisi terlentang untuk meraih benda tersebut.

Mempelajari fungsi  tangan mungilnya

Setelah bayi terbiasa, tinggalkan pojok sofa! Jangan sampai ia merasa itu satu-satunya tempat duduk di dunia. Dudukkan bayi Anda tanpa dukungan. Arahkan tangan mungilnya agar condong ke depan untuk membantu ia menopang tubuh dengan menggunakan salah satu atau kedua tangannya. Awasi si kecil jangan sampai terguling. Jika perlu sediakan bantal di sekelilingnya.

Mengajari Duduk Sendiri Tanpa Pegangan

Jika bayi sudah mulai bisa duduk dengan bersandar, cobalah melatih bayi belajar duduk sendiri tanpa pegangan. Caranya, dudukkan anak di pangkuan dengan menghadap keluar dan bersandar pada perut Ibu. Lalu, pegang mainan yang menarik perhatian pada jarak penglihatan bayi. Usahakan agar bayi langsung tertarik sehingga ia berusaha meraihnya, saat ia ingin meraih mainan tersebut, jauhkan mainan dari si kecil sedikit demi sedikit sampai ia tidak bersandar lagi. Lambat laun, bayi akan duduk sendiri tanpa pegangan kemudian, bayi akan belajar dari posisi duduk untuk berdiri.

Pastikan saja ia cukup ‘berlatih’ demi memperkuat otot-otot leher dan punggungnya. Anda bisa mengajaknya berlama-lama tengkurap sambil bermain, agar ia lebih banyak mengangkat leher dan melatih otot-otot lehernya menjadi lebih kuat. Mulai usia sekitar 5 bulan, Anda bisa menyandarkannya pada bantal-bantal yang disusun sambil memberinya mainan favoritnya. Tanpa disadari, sebenarnya ia sedang berlatih duduk. Tapi perhatikan, lho, Ma. Kalau sampai usia 6 bulan ia belum juga bisa mengangkat leher dan menyangga kepalanya sendiri saat tengkurap, jangan tunda-tunda lagi dan segera membawanya ke dokter anak untuk berkonsultasi. Mungkin saja, ada gangguan yang perlu penanganan secepatnya.