Mendidik Anak Secara Islami Inilah 5 Tips Ampuhnya

Posted on

Cara mendidik anak secara Islami merupakan cara mendidik anak yang paling baik terutama bagi keluarga Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam. cara ini merupakan cara mendidik anak yang telah dicontohkan oleh Rasulullah S.A.W dalam mendidik dang membesarkan anak- anak beliau. Mendidik anak secara Islami dan sesuai dengan syari’at agama merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim.

Seorang anak adalah aset paling berharga dalam hidup kita. Ia adalah titipan Allah yang benar-benar harus kita jaga. Bukankah salah satu amal yang tidak pernah putus ialah doa anak yang sholeh dan sholehah? lalu bagaimana kita mencetak dan mendidik generasi yang sesuai syariat dan ajaran Islam?. Semua kembali pada orang tuanya? buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Sebelum memiliki anak, kita harus belajar dan mencari tahu bagaimana cara mendidik anak yang baik agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Mendidik Anak Secara Islami Inilah 5 Tips Ampuhnya

Kiat Mendidik Anak Secara Islami

Yang dimaksud dengan cara mendidik anak secara Islami adalah cara mendidik dan membesarkan anak yang bertumpu pada dasar- dasar pedoman Al Qur’an dan Al Hadist serta tuntunan Rasulullah S.A.W sebagai dasar untuk mengembangkan pendidikan kepada anak. Dalam tuntunan Al Qur’an dan Al Hadist, terdapat berbagai cara untuk mendidik anak secara Islami yang sangat dianjurkan.

Saya yakin tidak ada satupun orang tua Muslim yang tidak menginginkan putra-putrinya menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Peran orang tua dalam pendidikan anak sangatlah besar. Sebelumnya telah dibahas mengenai peran kedua orang tua dalam Islam. Kita sebagai orang tua, haruslah menjadi panutan, contoh dan suri tauladan untuk anak-anak kita. Berikut ini beberapa tips dan cara mendidik anak secara Islami.

  • Mengenalkan pada anak tentang aqidah & ketauhidan

Ini sangat penting sekali, bagi mereka yang terlalu dini mungkin belum tahu siapa Allah, kenapa kita harus sering-sering mengucapkan lafadz Allah, dan lain sebagainya. Sampaikan secara terus menerus pada anak-anak, bahwa semua yang ada ini dari Yang Maha Esa, sehingga kita semua ini wajib taat kepada Allah SWT karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya milik Allah.

  • Ajaklah anak agar selalu mengikuti kesehariannya

Seperti berwudhu, sholat, bangun pada waktu subuh untuk menunaikan sholat. Maka si anak lama-kelamaan akan terbiasa dengan hal tersebut. Meskipun mereka belum tahu apa-apa, paling tidak mereka tahu bahwa ini suatu kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan seperti layaknya kita makan setiap hari.

  • Berikan lingkungan yang agamis

Sekarang zaman semakin maju, teknologi semakin canggih, tapi tetap Islam sangat mewanti-wanti kepada orang tua agar selalu menjaga amanah Allah agar tidak keluar dari ajaran agama. Seperti contoh, ajak anak untuk mengikuti pengajian atau masukan kedalam TPA, masukkan kedalam sekolah berbasis agama, apalagi sekarang sudah banyak sekolah-sekolah IT, bila perlu masukkan anak ke dalam lingkungan pesantren.

  • Perkenalkan batasan-batasan aurat anak

Perkenalkan batasan aurat anak sejak kecil. Agar sejak kecil ia tahu bahwa memakai pakaian di atas lutut itu tidak diajarkan dalam Islam, atau rambut itu juga aurat wanita yang wajib ditutupi. Sehingga mereka belajar sejak kecil. Ketika usianya sudah baligh, ia harus menutupi auratnya dengan baik.

  • Ajarkan nilai-nilai keislaman secara kontinu

Tidak hanya keluarga ulama, kyiai, atau da’i yang selalu memberikan ajaran-ajaran agama. Namun semua keluarga muslim wajib memberikan tausyiah kepada anak-anaknya. Dan itu merupakan kewajiban. Ingat, kepala rumah tangga adalah imam dan setiap mereka akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Oleh karenanya, belajarlah untuk menjadi imam yang baik, yang banyak mengetahui agama secara luas. Terutama seorang ibu, maka pilihlah seorang istri yang baik dan mengerti agama. Karena seorang ibulah yang paling dekat dengan anak-anaknya. Semua tabiat dan akhlaknya akan turun kepada anak-anaknya. Mengajari dan mengingatkan anak tidak hanya sesekali saja, namun dilakukan secara kontinu dan terus menerus.