Mendidik Anak Laki-Laki Agar Mandiri Dan Tidak Cengeng

Posted on

Tentunya setiap orang tua ingin agar anak laki-lakinya menjadi pintar dan mereka ingin agar anak-anak mereka menjadi lebih mandiri. Pada dasarnya yang harus dipersiapkan dalam mendidik anak laki-laki adalah kelak ia akan menjadi imam, pemimpin bagi dirinya, keluarganya dan lingkungannya. Sebagai orang tua, kita perlu berhati-hati dalam pengasuhan anak pada masa perkembangannya karena setiap didikan kita dapat berpengaruh besar bagi kehidupan anak di masa depan. Berikut adalah tips bagaimana mendidik anak dengan baik agar tidak manja, keras kepala dan dapat menjadi mandiri.

Dalam mendidik anak laki-laki, kita sebagai orangtua lebih banyak mengawasi dan juga tidak mengekang anak. Biarkan ia menjalankan perannya, itu akan melatih dia menjadi pemimpin yang kreatif dan bertanggung jawab atas semua yang ia kerjakan. Namun jika ada yang salah, langsung kita luruskan. Ketegasan orangtua sangat diperlukan dalam mendidik anak laki-laki. Anak adalah anugerah bagi sebuah keluarga, tetapi salah langkah dalam mendidiknya bisa-bisa menjadi musibah bagi sebuah keluarga.

Mendidik Anak Laki-Laki Agar Mandiri Dan Tidak Cengeng

Tips Mendidik Anak Laki-Laki Agar Tidak Manja, Keras Kepala dan Dapat Mandiri

Jangan menuruti semua keinginan anak

Walaupun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik anak dengan benar. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.

Ayah sebagai role model

Bagi anak laki-laki, biasanya ada sosok laki-laki yang menjadi contoh, yang ia tiru dalam kehidupannya. Biasanya sosok ayah adalah laki-laki paling ideal bagi anak. Oleh karena itu, anak laki-laki harus mendapat kasih sayang, perhatian, dukungan yang cukup dari ayah. Kalau ayah tidak ada, perannya bisa digantikan oleh sosok laki-laki dewasa lain, seperti kakak laki-laki, paman, kakek, dan sebagainya.

Ajar anak untuk tidak berbohong

Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak Anda untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang dihadapinya. Jangan membiasakan anak Anda tertutup tentang perasaan mereka terhadap Anda. Dengan cara ini, Anda sudah mendidik anak Anda untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.

Bekali dengan adab dan akhlak mulia

Sebagaimana anak perempuan, anak laki-laki juga harus dibekali dengan pendidikan adab dan akhlak mulia, agar menjadi pria yang soleh juga sopan santu serta mulia perilakunya. Biasakan anak dari kecil dengan sikap-sikap yang baik bagaimana adab kepada orang yang lebih tua, tamu, guru, teman, tetangga, dsb. Juga mereka harus dibiasakan dengan adab minta izin, adab makan dan minum, berpakaian, berbicara, berjalan, agar mereka kelak menjadi laki-laki yang memiliki sikap dan perilaku yang baik.

Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik

Sering kali Anda sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak Anda yang buruk dan cara ampuh untuk membuat anak jera adalah dengan hukuman fisik. Salah satu contoh tindakan hukuman fisik yang sering dilakukan kebanyakan orang tua adalah memukulnya. Entah itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya yang dapat Anda gunakan untuk memukul anak Anda. Hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. Jika Anda memiliki anak kecil dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, Anda dapat memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik.

Jangan terlalu banyak melarang

Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukannya secara leluasa. Ketakutan orang tua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak Anda. Makanya kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak. Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan.