Cara Mendidik Anak Yang Keras Kepala Inilah Rahasianya

Posted on

Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal. Kebanyakan orang tua akan melakukan segalanya demi membahagiakan anak-anak mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, namun ternyata hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak. Banyak anak yang dibiasakan hidup dengan kenyamanan dan tidak pernah merasa sulit dalam hidupnya cenderung menjadi manja dan tidak dapat mandiri.

Anak bandel, suka melawan, membangkang, mengamuk, menentang adalah tanda-tanda ketegangan emosi yang disebabkan oleh perasaan dendam dan marah yang terpendam dalam hati sanubarinya. Ia tidak dapat mengeluarkan perasaan dengan wajar. Maka ia menantang, terkadang mengeluarkan kata-kata kasar, jorok, mengumpat, melemparkan atau membanting sesuatu benda, gulung-gulung, melemparkan dirinya sendiri ke lantai, menampar, menyepak, menendang apa yang ada disekitarnya dan lain sebagainya.

Cara Mendidik Anak Yang Keras Kepala Inilah Rahasianya

Ciri Anak Yang Keras Kepala

Keras kepala adalah sebuah sikap yang ditunjukkan oleh seseorang, apalagi ketika dia merasa sesuatu yang dilakukannya adalah benar atau disukainya, pasti dia akan melakukan segala cara untuk dapat terus melakukan hal itu.

Ciri-ciri keras kepala.

  1. Dibandingkan anak-anak lain, anak dari golongan ini sangat menyukai kontrol. Mereka mau melakukan apa saja, bahkan sesuatu yang hasilnya berlawanan asal mereka bisa mendapat,mempertahankan, dan merebut kembali kontrol di tangannya.
  2. Memanfaatkan keadaan sekitar. Biasanya mereka sangat cepat menangkap respons orang lain dan memanfaatkan respons tersebut untuk kepentingan sendiri, baik di lingkungan sosial maupun di lingkungan keluarga. Kelak kemampuan membaca reaksi orang lain ini bisa berguna. Tapi bagi anak-anak, kemampuan eksploitif ini digunakan untuk memanfaatkan orang lain dan membuat Anda pusing.
  3. Tidak melihat keterlibatan dirinya dalam suatu persoalan. Bukan hanya tidak melihat dirinya berperan dalam suatu persoalan, tetapi juga meyakinkan diri bahwa orang lain di sekitarnyalah yang dengan sengaja menimbulkan persoalan.
  4. Mereka suka membangkitkan kemarahan, dan hal negatif orang lain. Dan sering berhasil melakukan hal tersebut.Kalau kita berpikir kesalahan hanya ada pada anak, jawabannya adalah tidak.

Mengatasi Anak Keras Kepala

Tips di bawah ini bisa anda coba untuk mengatasi anak yang memiliki watak serta sikap yang cukup keras.

 

  • Pertama luangkanlah waktu anda untuk mendengarkan apa sebenarnya yang anak anda inginkan.
  • Kemudian berikan pengertian dengan cara yang lemah lembut pada anak, bahwa yang ia pilih bisa jadi merupakan hal yang tidak baik untuk dirinya.
  • Ajari anak dengan cara seimbang. Dalam hal ini sebaiknya Anda tidak terlalu memanjakan anak, tetapi juga jangan tidak terlalu bersikap keras dalam mendidik.
  • Hindari untuk bersuara keras pada saat menyuruh atau melarang anak ketika melakukan sesuatu.
  • Usahakan sebisa mungkin, menghindari untuk bertengkar dengan pasangan pada saat berada di dekat anak. Karena bukan tidak mungkin sikap tersebut bisa dicontoh atau ditiru oleh anak Anda.
  • Kemudian berikan anak bentuk penghargaan, seperti ucapan terima kasih atau pujian apabila Anak melakukan kebaikan, serta berikan anak hukuman yang sesuai dan mendidik jika anak melakukan suatu kesalahan.
  • Jangan bersikap tidak konsisten di hadapan anak. Contohnya pada saat Anda melarang anak melakukan sesuatu, jangan kemudian Anda memberikannya izin setelah ia menangis keras. Berikan pengertian yang tepat sehingga anak bisa memahami tentang larangan yang Anda berikan, dan apa konsekuensinya.
  • Berilah pengertian kepada anak, bahwa tangisan di depan umum merupakan sikap yang buruk dan tidak boleh dilakukan. Ajari anak untuk mengungkapkan apa yang ia inginkan dengan cara yang terpuji, dan supaya anak tidak menangis ketika keinginannya tidak dapat anda dipenuhi.
  • Apabila anak masih tidak mau mengikuti perintah Anda, jangan terlalu memaksanya, terlebih jika tengah berada di tempat umum. Lalu pilihlah waktu yang tepat untuk memberitahu anak, bahwa yang ia lakukan adalah hal yang salah.