Cara Melatih Anak Berbicara Sebelum Usia 2 Tahun

Posted on

Melatih bayi belajar bicara sejak dini akan melatih membantu kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan lingkungan. Apa yang kita katakan, akan tersimpan dalam memorinya dan suatu saat anak akan meniru apa yang dia dengarkan, baik yang di ajarkan orang tua maupun oleh orang-orang di sekitarnya. Satu hal yang paling penting adalah mengajarkan anak bicara dengan kata-kata yang positif, meskipun dia belum bisa bicara, karena ini akan mengasah rasa percaya diri mereka.

Keterlambatan bicara pada balita merupakan salah satu masalah umum yang dialami beberapa orang tua. Keterlambatan bicara adalah suatu kondisi ketika balita Anda tidak bisa berbicara sama sekali atau hanya bisa mengucapkan beberapa kata saja. Kebanyakan kasus anak terlambat berbicara karena kurangnya dari mendapatkan masukan kosakata baru dan kesalahan metode dalam melatih pemahaman arti dari kata-kata tersebut. Dan hanya beberapa kasus saja dalam masalah ini, disebabkan oleh gangguan pendengaran, penglihatan maupun gangguan-gangguan lainnya seperti Retardasi mental atau gangguan autistik (autisme).

Cara Melatih Anak Berbicara Sebelum Usia 2 Tahun

Melatih dan Merangsang Anak Berbicara

Umumnya bayi mulai bisa berkomunikasi dengan beberapa patah kata pada umur 2 tahun. Bila Anak Anda belum lancar berbicara pada usia 2 tahun, jangan khawatir,untuk melatih kemampuan bicara pada anak, peranan orang tua, kakek, nenek, pengasuh dan anggota keluarga lainnya sangat penting. Kita harus bisa berinteraksi aktif secara verbal atau sering mengajak anak bicara dengan nada yang tepat untuk melatih anak tersebut dalam berbicara. Cobalah tips berikut ini  untuk merangsang anak Anda berbicara:

Ajak bayi berbicara sesering mungkin, sejak dini, meskipun dia belum waktunya berbicara.

Bicaralah dengan menggunakan suara yang lembut, karena mereka lebih suka mendengar suara yang lembut.

Selalu berbicara perlahan dan jelas padanya. Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengan si kecil.

Saat kita sedang bermain dengan di kecil, sebaiknya matikan radio atau televisi.Suara radio dan televisi bisa mengacaukan konsentrasinya.

Pilihlah kalimat sederhana.

Ajukan pertanyaan yang memancing jawaban lebih dari satu suku kata. Mungkin jawabannya tidak jelas, tapi kita harus tetap menghargainya dan menunggu responnya.

Ajaklah si kecil bermain. Mengajarinya berbicara bisa melalui permainan, misalnya ciluk ba, bermain tebak -tebakan,atau juga melalui kegiatan sehari-harinya, dari mandi, makan, berjalan-jalan, dll.

Cari kata yang mudah untuk memahaminya.

Saat kita sedang bermain dengan si kecil, sebaiknya matikan radio atau televisi. Suara radio dan televisi bisa mengacaukan konsentrasinya. Mengajarinya berbicara bisa melalui permainan, seperti kegiatan membaca gambar pada flash card, Anda bisa meminta anak menirukan ucapan Anda saat menunjukkan gambar. Lalu bila dia sudah bisa menyebutkan nama-nama benda pada gambar, mintalah dia sendiri yang mengucapkan. Lakukan hal ini selama anak anda senang melakukannya, jangan membuat anak merasa terpaksa. Selain itu Anda bisa mengajak si kecil bermain tebak-tebakan dengan mengenalkan si kecil pada dirinya sendiri, misalnya menunjukan mana mata, rambut, hidung, telinga,dan anggota tubuh lainnya. Anda juga bisa mengenalkan orang-orang di sekitarnya seperti kakek, nenek, bibi, paman dan anggota keluarga lainnya.

Lihat respon si kecil saat di ajak berlatih bicara, jika mereka masih memperhatikan kita, dapat terus di ajak bicara. Tetapi jika tidak dan dia mulai memperhatikan ke hal lain, kita bisa menyudahinya sementara waktu, dan di ulang lagi di lain waktu. Mungkin saja si kecil mulai bosan dan jangan di paksa.