Virus Zika Sintomas y Tratamiento (Gejala virus Zika dan pengobatan)

Posted on

Akhir-akhir ini, pemberitaan tentang Virus Zika sedang hangat-hangatnya diberitakan di media massa atau online di Indonesia. Ini tidak lain karena penyebaran virus Zika yang begitu massiv yang sedang terjadi di Amerika latin terutama di Brasil dan Kolombia. Saking maasivnya serangan Virus Zika ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai harus membuat satgas khusus untuk itu.

Menurut data lembaga Centers for Disease Control and Prevention yang terakhir diperbarui pada 27 Januari 2016, gejala virus zika dan viktornya, demam berdarah dan penyakit chikungunya, nyaris sama.

Satu dari lima orang yang terinfeksi virus zika akan mengalami gejala paling umum, yaitu demam, ruam, nyeri sendi, dan konjungtivitis atau mata merah. Gejala umum lainnya termasuk nyeri otot dan sakit kepala. Masa inkubasi atau waktu dari saat paparan gejala dari virus zika baru diketahui dalam beberapa hari sampai sepekan.

Virus Zika Sintomas y Tratamiento (Gejala virus Zika dan pengobatan)

Gejala Virus Zika Dan Pengobatannya

Infeksi yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini biasanya ringan dengan gejala yang berlangsung selama beberapa hari sampai sepekan. Kasus kematian yang disebabkan oleh virus ini jarang ditemukan.

Jika seseorang mengalami gejala tersebut dan baru mengunjungi tempat yang terjangkit virus zika, CDC merekomendasikan segera menemui dokter dan menjalani tes darah.

Sampai kini, belum ada vaksin atau obat untuk mencegah ataupun mengobati infeksi zika. Penderita bisa beristirahat yang banyak, minum air untuk mencegah dehidrasi, dan pada gejala awal bisa mengkonsumsi asetaminofen.

Hindari aspirin dan obat anti-inflamasi non-steroid, seperti ibuprofen dan naproxen, untuk mengurangi risiko perdarahan. Jika penderita sedang mengkonsumsi obat untuk kondisi medis lain, mintalah rekomendasi dokter sebelum mengambil obat tambahan.

Pencegahan dan pengendalian bergantung pada mengurangi nyamuk melalui pengurangan sumber (menghilangkan tempat perkembangbiakan) dan mengurangi kontak antara nyamuk dan manusia,

Mencegah gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan menggunakan obat nyamuk, memakai lotion anti nyamuk, mengenakan pakaian (sebaiknya berwarna terang) yang menutup seluruh tubuh, tutup pintu dan jendela agar nyamuk tidak masuk ruma, dan tidur di bawah kelambu. Yang tak kalah penting harus dilakukan adalah melakukan 3M yaitu  Menguras, Menutup, dan Mengubur.

Lakukan 3M untuk mencegah berkembang biak nyamuk dengan cara 1).Menguras tempat penampungan air secara rutin, minimal jika air sudah mulai keruh, seperti bak mandi dan kolam.menutup tempat-tempat penampungan air, khususnya yang menjadi konsumsi tiap hari.  2).Menutup tempat-tempat penampungan air, khususnya yang menjadi konsumsi tiap hari. 3).Mengubur barang – barang yang tidak terpakai yang dapat memungkinkan terjadinya genangan air. Barang-barang tersebut dapat meliputi botol bekas, kaleng cat, plastik, dan aneka barang-barang tak terpakai lainnya.  sehingga tempat di mana nyamuk dapat berkembang biak.

Pengobatan Virus Zika

Saat vaksin virus zika belum tersedia. Penyakit virus Zika biasanya relatif ringan dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Orang sakit dengan virus Zika harus mendapatkan banyak istirahat, minum cukup cairan, dan mengobati rasa sakit dan demam dengan obat-obatan umum. Jika gejala memburuk, segera mencari perawatan medis ke dokter atau rumah sakit.