Ibu Hamil Naik Pesawat Bolehkah? Amankah?

Posted on

Melakukan kegiatan dan aktivitas harian memang terkadang menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan bagi ibu yang sedang hamil. Hal ini dikarenakan beberapa aktivitas tertentu menghadirkan risiko bagi ibu hamil itu sendiri. Ini terkait dengan keamanan bayi yang ada dalam kandungan.

Ada aktivitas yang harus dihindari samasekali, dan ada aktivitas yang boleh dilakukan wanita selama kehamilan, asal dilakukan dengan berhati-hati. Aktivitas yang membuat nafas terengah-engah, angkat beban yang terlalu berat, mengalami guncangan keras, mungkin akan dilarang ketika hamil.

Ibu Hamil Naik Pesawat Bolehkah Amankah

Bolehkah Ibu Hamil Naik Pesawat?

Merencanakan liburan ataupun kunjungan dinas dengan menggunakan pesawat tidak perlu membuat anda was was meskipun anda sedang hamil. Ibu hamil naik pesawat dikategorikan aman, namun harus mengetahui beberapa faktor yang membuat mengapa menjadi perhatian serius dari maskapai penerbangan.

Perjalanan menggunakan pesawat bagi ibu hamil dapat dikategorikan aman akan tetapi perjalanan yang dilakukan tidak sering selama kehamilan, mempertimbangkan usia kandungan yaitu di bawah usia 36 minggu dan juga tidak memiliki komplikasi saat hamil.

Ibu hamil dapat menggunakan pesawat selama mempertimbangkan riwayat kesehatan dan kehamilan sebelumnya kemudian yang tidak kalah penting yaitu kehamilan kembar akan berisiko tinggi menggunakan pesawat dan juga mempertimbangkan usia kehamilan. Dengan demikian bagi ibu hamil tanpa komplikasi, kehamilan tunggal (bukan kehamilan kembar) hingga usia kehamilan 36-38 minggu dengan persyaratan waktu terbang tidak melebihi 4 jam.

Tips Bagi Ibu Hamil Yang Naik Pesawat

  • Cari informasi kebijakan tentang perjalanan udara bagi wanita hamil, karena setiap peraturan perusahaan maskapai mungkin berbeda-beda.
  • Pilihlah tempat duduk yang lebih bebas atau nyaman, bisa mempertimbangkan memilih bangku dipinggir jalan.
  • Untuk meningkatkan sirkulasi darah Anda, sesekali berjalan jalan di lorong naik atau turun jika memungkinkan. Jika hanya bisa duduk, perluas dan lenturkan pergelangan kaki sesering mungkin. Terutama jika perjalanan jauh, lintas negara misalnya.
  • Sering-sering minum cairan, karena pada umumnya ruang kabin memiliki kelembaban yang rendah, sehingga cepat membuat dehidrasi.