Gerhana Matahari Total Di Indonesia Menarik Perhatian Astronom

Posted on

Fenomena Gerhana matahari total tidak hanya seputar penjelasan ilmiah dan mitos saja. Gerhana juga dilihat dari sisi agama sebagai tanda keagungan dan kuasa Tuhan. Tidak hanya para astronom yang antusias dengan fenomena gerhana ni. Ahli ilmu falak atau ilmu yang mempelajari lintasan benda langit khususnya bumi, bulan dan matahari pada orbit masing masing itu juga sangat bersemangat menyambut datangnya gerhana.

Seperti halnya yang dilakukan oleh kelompok ahli falak Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Gresik yang akan melakukan ekspesdisi gerhana ke Balikpapan. Pakar falak PCNU Gresik Muchyiddin Hasan mengatakan, ekspedisi dilakukan selama 3 hari sejak tanggal 7 hingga 9 Maret 2016. Sebanyak 31 orang berangkat dari Gresik untuk bergabung bersama 150 peserta lainnya di Balikpapan.

Gerhana Matahari Total Di Indonesia Menarik Perhatian Astronom

Uji Akurasi Hisab Gerhana

Kelompok ahli falak itu akan melakukan uji akurasi hisab gerhana matahari yang terjadi dari sejumlah perhitungan yang ada. mereka akan membuktikan perhitungan gerhana matahari mana yang lebih dekat dengan yang terjadi tanggal 9 Maret 2016 nanti.

Ada sekitar 30 kitab yang membahas waktu gerhana, baik itu kitab yang ditulis para ulama atau ilmuan barat. Dalam ekspedisi ini, tim akan memotret gerhana dan melakukan observasi menggunakan teropong. Hasil pengamatan ini akan dijadikan referensi untuk pembelajaran lebih lanjut.

Gerhana Matahari Dalam Islam

Gerhana juga tidak ada kaitannya dengan meninggalnya seseorang atau suatu yang buruk. Hal ini berkaitan dengan kisah gerhana yang terjadi di masa Nabi Muhammad. Pada masa itu putra Nabi Muhammad yang bernama Ibrahim meninggal di usia yang masih kecil sekitar 18 bulan. Kematian Ibrahim saat itu kebetulan berbarengan dengan terjadinya gerhana. Kejadian ini lalu dianggap sebagai mukjizat oleh kaum muslimin dan mereka berfikir bahwa gerhana terjadi karena meninggalnya Ibrahim.

Kabar ini terdengar ke telinga Nabi, kemudian beliau menemui kaum Muslimin dan menegaskan terjadinya gerhana matahari bukan karena kematian Ibrahim. Nabi bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah saalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu.” (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad).