Waspada Bahaya Tidur Mendengkur Dan Cara Mengatasinya

Posted on

Mendengkur atau yang lebih dikenal dengan ngorok merupakan suara yang keluar ketika terdapat masalah seperti gangguan di bagian saluran udara yang melewati mulut dan hidung.

Pada saat tidur nyenyak, otot di dalam saluran udara akan menyempit. Ketika mendengkur posisi lidah menjadi ke belakang dan menuju pada saluran aliran udara, sehingga akan bergetar secara berlawanan dengan melemahnya otot-otot dan tenggorokan pada saat menghembuskan nafas. Makin lelapnya tidur seseorang maka, otot-ototnya menjadi lebih rileks karena tidak bekerja lebih keras untuk menghirup udara melewati tarikan udara menuju bagian dalam pada nafas.

Waspada Bahaya Tidur Mendengkur Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Mendengkur

Berikut ini akan dijelaskan mengenai faktor-faktor penyebab tidur mendengkur :

  1. Tidur terlentang
  2. Gangguan hidung
  3. Gangguan tenggorokan
  4. Usia yang bertambah
  5. Berat badan yang bertambah
  6. Menggunakan obat penenang, merokok dan kelelahan

Bahaya Mendengkur

Kebiasaan mendengkur tidak boleh disepelehkan, karena di dalam dunia medis mendengkur diberi nama Sleep Apnoea yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan. Saluran pernapasan yang sempit akan berdampak pada minimnya suplai oksigen yang akan masuk ke dalam tubuh sehingga seluruh organ tubuh termasuk otak dan jantung akan bekerja lebih keras. Hal itu akan menyebabkan gangguan kesehatan, dalam kondisi tertentu kebiasaan mendengkur akan menyebabkan kematian karena kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak sel di dalam pembuluh darah.

Berikut adalah 8 bahaya yang ditimbulkan karena kebiasaan mendengkur:

1. Tekanan darah tinggi

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa sleep apnea adalah salah satu penyebab utama dari hipertensi. Peningkatan tekanan darah berkaitan langsung dengan derajat keparahan sleep apnea. Semakin parah derajat sleep apnea, semakin berat juga peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah juga bisa dialami oleh anak-anak yang menderita sleep apnea.

2. Penyakit jantung

Sleep apnea yang tidak dirawat merupakan salah satu faktor resiko untuk menderita penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di Amerika pada tahun 2005. Sleep apnea meningkatkan resiko denyut jantung yang tidak beraturan, penyakit jantung koroner, serangan jantung dan penyakit jantung kongestif. Sebuah penelitian di tahun 2006 yang diungkapkan dalam Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa sleep apnea bahkan mempengaruhi bentuk jantung seseorang. Jantung penderita sleep apnea membengkak dan menebal dindingnya di satu sisi, serta berkurang kemampuan memompanya.

3. Stroke

Sleep apnea meningkatkan resiko seseorang untuk terserang stroke (penyebab kematian nomor 3 di Amerika tahun 2005.) Peningkatan kekentalan darah pada penderita sleep apnea menjadi penyebab utama meningkatnya resiko stroke.

4. Kerusakan otak

Penelitian di jurnal Sleep tahun 2008 memberikan gambaran pencitraan otak yang membuktikan kerusakan permanen pada otak penderita sleep apnea. Kerusakan terjadi pada bagian otak yang mengontrol ingatan, emosi dan tekanan darah.

5. Depresi

Riset menunjukkan bahwa depresi sering terjadi pada penderita sleep apnea. Bahkan sleep apnea ringan saja sudah meningkatkan resiko terkena depresi. Peningkatan resiko depresi akan naik seiring dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas.

6. Diabetes

Sleep apnea akan mengganggu metabolisme hingga tubuh tidak mentoleransi glukosa dan juga resisten terhadap insulin. Diabetes tipe 2, juga salah satu penyebab kematian utama, terjadi ketika badan tidak dapat memanfaatkan insulin secara efektif. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa sleep apnea menjadi penyebab terjadinya diabetes.

7. Obesitas

Obesitas, pada ras kaukasia (Eropa) menjadi resiko utama sleep apnea. Tapi tidak demikian pada ras Asia yang memiliki struktur rahang lebih sempit dan leher yang pendek. Masalahnya, sleep apnea akan meningkatkan berat badan seseorang. Gangguan metabolisme akibat proses tidur yang terpotong-potong menyebabkan perubahan hormon-hormon yang mengontrol nafsu makan. Rasa kantuk yang diakibatkan juga menyebabkan penderitanya jadi malas berolah raga.

8. Mortalitas / Kematian

Dua penelitan di jurnal Sleep di tahun 2008 menunjukkan bahwa penderita sleep apnea mempunyai resiko kematian lebih tinggi dibanding yang tidak mendengkur. Resiko akan meningkat bersamaan dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas. Apalagi jika sleep apnea dibiarkan saja!

Cara Mengatasi Mendengkur

Untuk menghindari dan mencegah kebiasaan mendengkur dapat diatasi dengan cara sebagai berikut :

  1. Tidur menyamping

Cobalah untuk membiasakan tidur dengan posisi yang menyamping untuk menghindari dan menghilangkan kebiasaan mendengkur.

  1. Kurangi berat badan

Kelebihan berat badan khususnya pada bagian leher akan mempengaruhi tekanan di dalam sistem pencernaan. Kondisi tersebut akan membuat leher orang yang mempunyai kelebihan berat badan dapat memunculkan resiko kebiasaan mendengkur. Untuk menghindari dan menghilangkannya kurangilah berat badan yang berlebihan menjadi ukuran yang ideal.

  1. Hindari alkohol dan obat tidur

Mengkonsumsi alkohol dan obat tidur dapat menekan syaraf pusat serta dapat merelaksasi rahang dan otot leher, kondisi tersebut akan menyebabkan mendengkur. Kedua zat ini juga dapat menyebabkan gangguan tidur lainnya dan berbahaya untuk jantung.

  1. Segera obati alergi

Orang yang memiliki alergi pernapasan kronis memaksakan penderita tersebut untuk bernapas melalui mulut ketika tidur. Pagi orang yang menderita alergi pernapasan segeralah obatilah dengan mengonsumsi antihistamni sebelum tidur.

  1. Menggunakan penyegar mulut

Menggunakan penyegar mulut merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kebiasaan mendengkur. Menggunakan penyegar mulut berguna untuk membersihkan mulut dan menjaga agar otot rahang bagian bawah menjadi lebih longgar.

  1. Hirup uap air sebelum tidur

Hidung yang tersumbat merupakan salah satu penyebab terjadinya dengkuran pada saat tidur. Hidung yang tersumbat bisa diatasi dengan cara menghirup dalam-dalam uap air  untuk menghilangkan lendir penyebab hidung tersumbat.

  1. Berhenti merokok

Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi pernapasan sehingga akan membuat perokok aktif mempunyai kebiasaan mendengkur ketika tidur.

  1. Tidur teratur

Tidur dengan cukup, nyenyak dan teratur dapat menghentikan kebiasaan tidur mendengkur.

  1. Meninggikan kepala

Membiasakan tidur dengan posisi kepala yang ditinggikan dapat melepaskan dan mengurangi beberapa tekanan pada sistem pernapasan. Hal tersebut akan membantu sistem pernapasan menjadi mudah dan dapat menghilangkan kebiasaan mendengkur.

  1. Konsultasi ke dokter bila mendengkur saat hamil

Beberapa wanita hamil mempunyai kebiasaan mendengkur karena adanya perubahan berat badan dan perubahan hormon. Kebiasaan mendengkur dapat mengurangi asupan oksigen yang dibutuhkan oleh janin. Sebaiknya, konsultasikan hal ini jika mempunyai kebiasaan mendengkur ketika sedang hamil.