Fakta Tentang Bahaya Bayi Tersedak Susu

Posted on

Tersedak terjadi bila ada sesuatu, baik cairan atau benda padat yang masuk ke jalan napas. Umumnya, tersedak sering terjadi pada bayi-bayi di bawah usia 6 bulan. Sebab, setelah usia 6 bulan, refleks menelannya sudah lebih baik. Rongga napasnya juga sudah lebih besar, hingga sudah bisa mengatur jalannya udara, cairan atau makanan padat yang masuk ke mulut. Makanya, mereka jarang terkena tersedak.

Reaksi dari tersedak, bisa memancing muntah pada bayi. Awalnya disertai batuk-batuk untuk mengeluarkan sesuatu dari jalan napas, yang akhirnya menimbulkan refleks muntah. Nah, karena muntah ini, bayi bisa tersedak berkali- kali.

Fakta Tentang Bahaya Bayi Tersedak Susu

Tanda Bahaya Atau Gejala Bayi Tersedak

Ada beberapa tanda bahaya atau gejala tersedak mulai parah pada bayi. Ini 5 gejalanya:

1. Bibir atau kulit membiru
2. Tidak mampu menelan
3. Tidak bisa menangis, bersuara atau bicara
4. Sulit bernapas
5. kehilangan kesadaran

Bila gejala-gejala di atas muncul, berikut pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan:
1. Telungkupkan anak atau kepalanya menghadap ke bawah. Letakkan dia di lengan Anda dengan kepala lebih rendah dari tubuhnya.

2. Sangga bagian dada anak dengan tangan, lalu tepuk punggungnya secara perlahan. Caranya? Gunakan 2 jari untuk menepuk-nepuk bagian tulang dadanya sebanyak 5 kali. Hentikan jika si kecil mulai batuk dan mengeluarkan benda yang ditelannya.

3. Jika anak masih sulit bernapas, ulangi lagi. Bila ia tidak sadarkan diri, segera bawa ke rumah sakit.

Kiat Mencegah Bayi Tersedak ASI

  • ASI berlimpah. Itu artinya ASI Anda harus ditampung dalam suatu wadah, baru kemudian diberikan kepada anak dengan menggunakan sendok atau cangkir makan (feeding cup). Dengan demikian, volume ASI yang masuk ke dalam mulut si kecil dapat disesuaikan dengan kemampuannya menelan. Perlu diingat, pemberian ASI tersebut jangan dilakukan sambil tiduran atau berbaring. Berikan dengan posisi setengah duduk atau bersandar dengan sudut 45 derajat.
  • ASI keluar terlalu deras. Hentikan dulu pemberian ASI kepada anak. Aliran ASI Anda biasanya akan melambat, hingga akhirnya keluar dalam bentuk tetesan-tetesan. Nah, pada saat ini, baru susui kembali.
  • Salah posisi menyusui. Perhatikan posisi tubuh anak saat disusui. Perut anak dan perut Anda harus saling bertemu, dan dagu anak harus menempel pada payudara Anda. Dengan posisi menyusui seperti ini, sekalipun Anda menyusui sambil berbaring, anak tidak akan tersedak.