Cerita Novel Cinta Brontosaurus

Posted on

Cinta Brontosaurus adalah Novel karya Raditya Dika kedua yang diterbitkan pada tahun 2006. Berbeda dengan buku pertamanya, di buku kedua ini lebih berkonsep cerita sebagai sebuah cerita-cerita pendek, tidak sebagai sebuah buku harian. Buku ini berisi 152 halaman, yang dituliskan masih berdasarkan kejadian asli dari sang penulis.

Isi dari novel cinta ini meliputi kisah dari sewaktu Radith mengirim surat cinta pertama ke teman saat SD hingga pengalaman Radith memerhatikan kucing Persia-nya yang jatuh dengan kucing kampung tetangganya.

Cerita Novel Cinta Brontosaurus

Ringkasan novel “Cinta Brontosaurus”

Apa itu cinta monyet? Temukan jawabannya di dalam Novel Cinta Brontosaurus berikut ini.

Ada cerita, waktu itu Dika masih SD dan bengong saat dengar kata cinta monyet. Ternyata kata ibu ny Dika, cinta monyet adalah cinta cintaan sewaktu masih kecil. Dika pun bingung kenapa namanya cinta monyet?  Dika pun agak tersinggung kenapa disamain dengan monyet? Karena dia merasa kalau suka sama cewek, sama seperti orang dewasa suka dengan orang ddewasa lainnya, bukan seperti monyet. Jawaban itu Dika temui sewaktu kelas 4 SD. Beginilah cerita disaat ia menemukan jawaban itu.

Waktu itu sempet beberapa lama Dika  nuri nyuri pandangan ke salah seorang perempuan bernama Lia. Ketika itu Dika menyadari kalau Sika suka sama Lia. Hal pertama yang berubah adalah semua hal yang berhubungan dengan penampilan. Dia juga sering latihan dei depan kaca. Dia juga sering berlatih di depan kaca untuk berbicara dengan Lia. Setiap hari juga sebelum masuk sekolah Dika memakai parfum. Dika juga ingin mengubah rambutnya menjadi ada gaya nya, tetapi tidak dibolehkan oleh orang tuanya dan dipotong oleh bapaknya Dika.

Suatu hari, Dika menjadi bersemangat dan memutuskan untuk menulis surat, surat cinta. Beberapa jam kemudia surat cintanya pun jadi. Saat jam istirahat Dika selipin suratnya kedalam tas Lia. Keesokan harinya Dika dapat surat balasan dari Lia. Dan Dika shock ketika melihat balasan surat dari Lia dan Dika bisa ditertawakan habis habisan karena surat itu. Mungkin itu seharusnya disebut “Cinta Brontosaurus”