Perbandingan Kamera Digital Sony Vs Canon

Posted on

Sony Cybershot RX100 III cukup banyak menarik perhatian saat diumumkan pertama kali pada pertengahan Mei lalu. Bagaimana tidak menarik banyak perhatian, Sony RX100 III hadir dengan desain compact tapi didukung sensor sebesar 1 inci. Lebih detail, Sony Cybershot RX100 III didukung fitur kamera 20,2MP CMOS, lensa 24-70mm dan aperture F1.8-F2.8.

Di lain sisi, Canon tidak tinggal diam melihat Sony mengumumkan RX100 III. Berselang beberapa bulan kemudian, Canon mengumumkan kamera baru untuk bersaing dengan Sony RX100 III, yakni PowerShot G7 X. Seperti Sony RX100 III, Canon PowerShot G& X juga didukung sensor sebesar 1 inci. Untuk lebih detailnya, Canon PowerShot G7 X didukung fitur kamera 20,2MP CMOS, lensa 24-100mm dan aperture f/1.8-2.8.
Perbandingan Kamera Digital Sony Vs Canon

Kamera “Mirrorless” Vs DSLR

Pertanyaan yang sangat sering saya dapat di akun Twitter saya adalah bagus mana kamera mirrorless (MLC) dan digital single-lens reflex (DSLR). Itu adalah pertanyaan yang wajar dilontarkan karena memang MLC adalah barang yang relatif baru di dunia fotografi.

Jawaban untuk pertanyaan tadi jelas tidak ada karena itu pertanyaan yang tidak berdasar. Mirip pertanyaan ini, kuat mana antara orang Sumatera dan orang Bali? Artinya, orang Sumatera yang mana dan orang Bali yang mana dulu?

MLC seharga Rp 15 juta jelas jauh lebih baik dalam segalanya dibandingkan dengan DSLR seharga Rp 5 juta. Dengan kata lain, sesungguhnya MLC bukanlah kamera aneh atau kamera setara DSLR yang menganut paham ada harga ada mutu. MLC semata DSLR yang dibuang cermin (mirror)-nya sehingga disebut “tanpa cermin” alias mirrorless.

Cobalah melepas lensa yang ada pada sebuah DSLR. Di lubang lensa itu, Anda pasti akan melihat sebuah cermin yang dipasang miring. Nah, cermin itulah yang merupakan ciri khas DSLR. Cermin itu memantulkan imaji dari lensa ke viewfinder bagi sang fotografer.

Di era fotografi film, cermin itu wajib hadir sebab hanya itulah “komunikasi” antara dunia nyata dan mata fotografer. Di dunia fotografi digital, cermin itu tidak diperlukan lagi karena sensor kamera (pengganti film) bisa langsung mengirimkan imaji kepada fotografer baik ke layar LCD maupun ke viewfinder elektronik.

Cermin di DSLR membutuhkan sistem yang rumit dan harus sangat akurat. Akibatnya, ada harga tambahan yang harus dibayar pembeli kamera. Maka, MLC sesungguhnya sudah melakukan penghematan dengan pembuangan sistem reflex pada cermin itu.

Faktanya, MLC memang kecenderungan kamera digital di masa depan. Kini, semua merek kamera besar sudah memiliki MLC setelah Canon akhirnya melepas EOS-M akhir tahun lalu.

Sistem MLC akhirnya meleburkan dua sistem sekaligus, yaitu DSLR dan range finder camera (RFC). Leica seri M, yang termasuk RFC, setelah memasuki sistem digital, akhirnya menjadi sama dengan MLC yang lain.