Cara Belajar Qiroat Untuk Pemula

Posted on

Cara Belajar Qiroat Untuk Pemula – Pada saat sahabat melewati mesjid atu bahkan sahabat-sahabat yang kebetulan bertempat tinggal dekat mesjid tentunya sering sekali mendengar bacaan murottal alqur’an yang begitu indahnya mengalun.bahkan terkadang sesekali kita mencoba mengikuti bacaanya.bagi sahabat-sahab yang menyenangi bacaan murottal al-qur’an ane mencoba membantu dengan tutorial sederhana secara teoritis meskipun hal ini tidaklah cukup sebab untuk membuat sahabat-sahabat mahir harus di peraktekan secara langsung.

Seni qiroat adalah sebagian dari rasa indah yang lahir dari dalam rohani manusia. Manusia dapat menciptakan sesuatu karena kemauan, dan kemauan itu timbul karena daya paduan antara rasa rohaniyah manusia dan pikirannya sebagaimana disebutkan dalam ilmu jiwa. Ilmu jiwa membagi rasa dalam dua bagian yaitu, rasa indera dan rasa rohani.

Cara Belajar Qiroat Untuk Pemula

Irama Seni Baca Al-Qur’an

Dari segi vokal suara irama seni baca Al-Qur’an terbagi kedalam tiga katagori, yaitu:
1. Naghom Ialah vocal suara indah tunggal (tanpa diiringi alat musik), dan tidak terikat dengan not balok serta khusus dipergunakan untuk Tazyin As-Shout bi tilawah Al-Qur’an
2.Talhin Yaitu vocal suara indah dan tunggal yang “arobiyy Al-Qur’an, namun ada yang terkait dengan not balok, sehingga dipergunakan juga untuk selain Al-Qur’an, seperti Qoshidah, Nasyid dan lain-lain.
3.Taronnum Ialah vocal suara indah Al-Qur’an, namun suara ini ada juga yang mempergunakan alat musik, sehingga banyak terkait dengan not balok. Di sinilah timbul istilah Tawsyich bagi orang yang mempelajari Seni Baca Al-Qur’an (taronnum Al-Qur’an), karena kebanyakan tawsyich itu terikat dengan not-not yang telah tersusun.

Perlu saya sampaikan bahwa lagu-lagu yang dianggap sebagai lagu pokok dalam seni baca al-Quran ini ada tujuh jenis.

1  Bayyâtî
2  Shâba
3  Hijâz
4  Nahâwand
5  Ra`ts
6  Jiharkah
7  Sika
Dengan demikian, selain lagu-lagu yang tujuh jenis ini dianggap sebagai lagu cabang, yang nantinya akan dipergunakan sebagai variasi dalam membentuk susunan atau komposisi lagu. Di antara lagu-lagu yang dianggap sebagai lagu cabang, misalnya lagu Nakriz, awsaq, zinjiran, raml, karqouk, dll.

Sekarang, marilah kita menginjak pada lagu yang pertama, yaitu lagu Bayyâtî.

Manakala bayyâtî ini diterapkan sebagai lagu yang pertama dan dalam susunan yang biasa atau susunan formal, lagu bayyâtî biasanya dibawakan dalam beberapa tahap tingkatan nada, dari mulai nada yang paling rendah sampai nada yang paling tinggi. Dalam tatanan seni baca al-Quran, tingkatan nada dikenal ada empat tahap. (1) qarar (rendah). (2) nawa (sedang). (3) jawab (tinggi). (4) jawabul jawab (sangat tinggi).

Untuk memberikan gambaran bagaimana jenis lagu bayyâtî, bagaimana jenis lagu shâba, dan lagu-lagu lain, diterapkan dalam syair (taushih).