Seberapa Besar Budaya Yang Berpengaruh Terhadap Gender

Posted on

shutterstock_21761944 [Converted]

Seberapa Besar Budaya Yang Berpengaruh Terhadap Gender  – Secara harfiah, gender berbeda dengan jenis kelamin biologis. Jenis kelamin biologis merupakan pemberian, kita dilahirkan sebagai seorang Laki-laki atau seorang perempuan. Tetapi hal-hal yang menentukan kita menjadi maskulin atau juga feminim adalah kultur yang mengkidung kita.

Harus dipahami bahwa setiap kelompok sosial/masyarakat memiliki budaya tertentu yang mana dapat sangat berbeda dengan budaya kelompok sosial yang lain. Perbedaan ini berimplikasi pada perbedaan pandangan yang dimilikinya. Hal itu bersumber dari serangkaian proses pembelajaran yang dimulai sejak manusia itu dilahirkan. Pada lingkungan mana seseorang dilahirkan dan melalui proses pembelajaran apa yang dilaluinya itu sangat berpengaruh terhadap budaya yang dimilikinya.

Budaya dan Pembagian Peran Berdasarkan Gender

Bagaimana perbedaan budaya dapat berpengaruh terhadap pembagian peran berdasarkan gender? Dan, bagaimana perbedaan budaya ini berpengaruh terhadap cara pandang seorang ilmuwan dalam mengkaji fenomena perbedaan peran berdasarkan gender tersebut?

Pertama, bagaimana perbedaan budaya dapat berpengaruh terhadap pembagian peran berdasarkan gender? Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu kita harus memahami konsep budaya itu sendiri. Meskipun definisi budaya belum mencapai kesepakatan, akan tetapi sesungguhnya memiliki kesamaan, yaitu sesuatu yang dimiliki bersama oleh suatu masyarakat, baik itu berupa pola perilaku maupun sistem pengetahuan. Budaya bukan sesuatu yang dimiliki begitu saja tanpa mengalami proses tertentu, melainkan sesuatu yang dimiliki melalui proses belajar sejak seseorang dilahirkan. Proses pembelajaran adalah hal yang paling penting dalam pembentukan budaya, sehingga budaya yang dianut oleh seseorang sangat tergantung dari proses budaya yang dilaluinya.

Kedua, bagaimana perbedaan budaya ini berpengaruh terhadap cara pandang seorang ilmuan dalam mengkaji fenomena perbedaan peran berdasarkan gender tersebut? Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, perbedaan budaya berimplikasi pada pola perilaku dan cara pandang suatu masyarakat. Masyarakat petani memiliki cara pandang yang berbeda dengan para turis dalam melihat sawah. Bagi petani, sawah merupakan lahan sumber penghasilan dan harus dikelola dengan baik tanpa begitu memperhatikan nilai estetika. Sementara para turis memandang sawah sebagai suatu pemandangan alam yang sangat indah. Perbedaan cara pandang ini melahirkan pola perilaku yang berbeda, di mana petani akan bertindak untuk menggarap sawah dan turis akan bertindak berbeda, misalnya mengambil foto-foto sawah, melukisnya atau hal-hal yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhannya akan rekreasi. Pada saat melihat hamparan sawah, petani akan berpikir tentang pada bagian mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Sementara para turis akan berpikir pada posisi mana dia harus berdiri agar dapat menikmati pemandangan sawah lebih indah.