Contoh Sinopsis Novel Indonesia Beserta Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik

Posted on

Sinopsis Novel

Contoh Sinopsis Novel Indonesia Beserta Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik  – Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti “sebuah kisah atau sepotong berita”.

Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrical sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Sebuah Novel

Unsur intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Unsur-unsur intrinsik karya sastra adalah tema,amanat, penokohan,latar, alur, sudut pandang, dan gaya bahasa

Unsur ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar. Unsur tersebut meliputi Latar Belakang Penciptaan adalah kapan karya sastra tersebut diciptakan serta Kondisi masyarakat pada saat karya sastra diciptakan adalah keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya,politik pada saat karya sastra diciptakan.

Sinopsis Novel ” Tak Sempurna “

Rama Aditya Putra, ialah seorang tokoh utama dalam cerita novel Tak Sempurna, Rama ingin mencoba menceritakan semua hal tentang sekolah dan kehidupan yang ada disekolah. Namun, Rama juga menceritakan tentang akibat broken home yang sangat berdampak kepada anak yang mengalami broken home. Sekolah yang seharusnya menjadi ‘Rumah Impian’ sebagai tempat untuk menanam pohon-pohon impian seolah-olah telah berubah menjadi ‘Gudang Nestapa’ bagi mereka yang terlanjur menginjakkan kakinya di tempat ini. Ya, sekolah..!!. baginya tak ada yang lebih spesial dari tempat yang satu ini. Kesemuanya baik dan benar, dari logika, etika, hingga estetika. Tertib, rapi, bersih, dan sopan yang sesuai dengan apa yang diharapkan pada umumnya sebuah sekolah, nampaknya disana hanya sebuah angan-angan utopis belaka. Seorang Rama Aditya Putra yang pada akhirnya telah menyadari di sekolah inilah dia telah banyak menemukan kebohongan-kebohongan apa yang telah dibayangkan sebelumnya.

Rama Aditya Putra, dengan panggilan akrab  Rama seorang tokoh utama dalam novel ini. Seorang pelajar SMA Lazuardi atau lebih dikenal dengan Lazar-yang telah beberapa kali terlibat dalam aksi tawuran antar pelajar dengan SMK Citra Bangsa atau chibank, nama gaulnya..dalam buku tak sempurna menjelaskan tentang aksi tawuran yang dilakukan oleh kedua SMA tersebut yakni lazard dan chibank .Tawuran .adalah sebuah tradisi temurun yang dianut oleh kedua belah pihak sekolah, begitulah tutur Rama. Medan tawuran mulai memanas ketika salah seorang teman Rama yakni, Andri Nugraha, tewas dalam aksi itu, bahkan dari pihak Citra bangsa pun menewaskan satu remaja yang bernama Yogi Hudaya. Bahkan Rama sendiri terkena dampak negative dari tawuran yakni kaki kirinya hilang karena diamputasi oleh dokter, kaki kiri Rama terlindas sebuah sedan ketika Rama hendak melarikan diri dari kejaran polisi, disaat tawuran yang bertema pembalasan dendam Andri.

Dari tawuran itu pulalah yang telah membukakan mata hati dan jalan pikiran Rama menjadi semakin terbuka. Semacam cahaya kehidupan yang memberikan cahayanya dengan ikhlas ke dalam kegelapan jiwa, hati, dan pikirannya. Sebuah penyesalan yang sangat menyedihkan dalam sejarah kehidupannya. Latar belakang keluarga Rama sudah tak lagi seperti seharusnya ketika papanya menginginkan pensiun dari perhubungannya dengan mama Rama. Ya, lingkungan keluarga pun memang selalu menjadi bagian yang tak terlupakan dalam berjalannya pendidikan. Sebuah lingkungan keluarga para pelajar yang jelek akan mempengaruhi pelajar dalam menuntut ilmu, sebut saja seperti tawuran. Dalam cerita tak sempurna juga dijelaskan beberapa lingkungan keluarga yang amburadul atau bisa dibilang menjadi broken home , seperti keluarga Goris teman Rama yang juga terlibat dalam tawuran. Ketidakharmonisan keluarga (broken home) pada akhirnya dapat  menyeret kelakuan para korban ketidakharmonisan keluarga ini ke arah penyimpangan tingkah laku, kekerasan, kekajaman, serta kemarahan yang membakar dirinya. Tidak sedikit sahabat-sahabat Rama yang menjadi korbanya. Sebagian besar dari para ‘aktivis’ tawuran itulah contoh dari pelampiasannya.

Dalam Tak sempurna pun dijelaskan beberapa sisitem sekolah yang bobrok,  seperti larangan merokok tidak baik untuk kesehatan akan tetapi para guru merokok, dan Tak sempurna bukanlah sebuah novel fiksi yang hanya menggambarkan tentang tawuran saja, mungkin secara garis besar memang dalam tak sempurna lebih banyak menggambarkan tentang tawuran, akan tetapi Fahd Djibran masih menyelipkan bagian tentang asmara yang dialami Rama. Rama menyukai teman sekelasnya yang bernama Bunga. Yang tertinggal dalam cerita tak sempurna hanyalah sebuah penyesalan, yah namanya penyesalan pasti adanya dibagian akhir, namun mereka sadar (pelaku tawuran) bahwasannya tawuran bukanlah sesutau yang dibanggakan, sebab tawuran bisa menghancurkan hidup seperti yang dialami oleh Firman teman Rama, Firman dipenjara akibat menjadi propokator dalam tawuran itu yang menyebabkan terbunuhnya salah satu punggawa chibank, dan Firman pun juga mengalami latar belakang keluarga yang begitu keras, firman hidup bersama pamannya setelah ibunya meninggal dunia, dan ayahnya merantau ke Malaysia dan naasnya tak pernah kembali kepada Firman, kehidupan bersama pamannya juga tak menyenangkan karena Firman selalu disisihkan bagai seseorang yang tak berarti dalam keluarga itu. Selain menghancurkan masa depan tawuran pun bisa menghilangkan nyawa seperti yang dialami oleh Andri dan Yogi.