Materi Tuntunan Puasa Ramadhan Untuk Anak

Posted on

Materi Tuntunan Puasa Ramadhan Untuk Anak

Materi Tuntunan Puasa Ramadhan Untuk Anak – Spirit Ramadhan bahkan tak hanya terjadi pada orang dewasa ataupun remaja. Anak-anakpun tampak bersemangat menyambutnya. Di pondok- pondok pesantren, di komplek perumahan, sampai kampung-kampung, anak-anak Muslim ramai-ramai berbaris sambil melakukan atraksi seperti memukul beduk kecil, gendang, bambu, dll. Ada juga yang sambil menyanyikan lagu-lagu pujian, bershalawat dan menyerukan orang untuk berpuasa dan bangun sahur.

Di Mesjid-mesjid anak-anak Muslim kadang ikutan membantu kakak-kakaknya mengatur jamaah shalat, membantu membaca iqamat (doa setelah Adzan), atau sekedar bershalawat guna menunggu waktu tarawih pertama mereka di bulan Ramadhan. Spirit yang begitu tinggi membuat nuansa Ramadhan menjadi meriah seperti layaknya menyambut Hari Raya atau perayaan lainnya.

Apa Itu Puasa?

Puasa dalam bahasa Arabnya disebut shoum yang artinya menahan diri. Maksudnya ketika sedang melakukan puasa atau shoum, kita menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa tersebut seperti makan dan minum. Kita juga menahan diri kita dari melakukan perkara yang sia-sia, serta ucapan-ucapan yang kotor dan keji.

Kapan kita mulai menahan diri?
Kita mulai menahan diri kita dari melakukan hal tersebut mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Tata Cara Puasa

NIAT UNTUK PUASA

Sebelum melaksanakan puasa, kita wajib berniat terlebih dahulu. Puasa kita niatkan sebelum terbit fajar.

SAHUR

Hendaknya sebelum melaksanakan ibadah puasa, kita makan sahur terlebih dahulu. Kita disunahkan untuk mengakhirkan makan sahur sesaat menjelang tibanya waktu subuh.  Dengan makan sahur, berarti kita telah mengikuti sunnahnya Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, sahur juga akan menguatkan badan, menambah semangat, serta membuat puasa menjadi lebih ringan.

Sebagian kaum muslimin memiliki kebiasaan yang jelek ketika sahur. Mereka biasanya melakukan sahur dalam waktu yang lama sebelum subuh tiba, kemudian tidur lagi sampai subuh berlalu. Ini mengakibatkan mereka jatuh kepada beberapa kesalahan:
1. Berpuasa sebelum waktunya
2. Meninggalkan shalat jamaah
3. Terkadang karena tidurnya terlalu nyenyak, mereka bangun kesiangan dan kehilangan sholat sama sekali

Oleh karena itu hendaknya waktu sahur kita akhirkan dan sebaiknya setelah sahur, kita jangan tidur lagi. Persiapkanlah diri kita untuk shalat subuh yang akan segera tiba.

BERBUKA PUASA

Ketika matahari telah terbenam dan malam hari pun tiba, kita sudah diperbolehkan untuk makan dan minum. Bahkan kita dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa.

Berbukalah dengan Buah Kurma
Pada saat berbuka, kita disunnahkan untuk membatalkan puasa kita dengan kurma, baik yang basah maupun yang kering. Namun apabila tidak ada, maka kita berbuka dengan air sebagaimana kebiasaan Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam.