Cara Mudah Belajar Matematika SD Kelas 3: Menghitung Penjumlahan dan Pengurangan

Posted on

Cara Mudah Belajar Matematika SD Kelas 3Menghitung Penjumlahan dan Pengurangan

Cara Mudah Belajar Matematika SD Kelas 3: Menghitung Penjumlahan dan Pengurangan – Matematika merupakan momok bagi para pelajar. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar para guru mengajarkan matematika dengan tekhnik yang melulu hitungan. Di awal belajar matematika, anak dikenalkan pada angka-angka. Jika kita sebagai orang tua menyadari, angka yang muncul pada semua hitungan hanyalah angka 0 – 9, tidak lebih dari itu.

Saya hanya ingin berbagi cara mengerjakan soal-soal matematika khusus untuk anak-anak SD, karena di sinilah dasar ilmu matematika itu dimulai.

Bagaimana cara membuat matematika mudah dipelajari dan disukai anak-anak? Di sini saya akan memberikan beberapa tips belajar matematika dengan mudah. Tekhnik ini disebut visual horisontal, yang biasa diajarkan dengan memakai sempoa, tahap awal hanya dengan 10 jari tangan dan logika angka. Hitung penjumlahan dan pengurangan selalu dimulai dari angka yang paling depan. Tekhnik ini sangat jitu, cocok digunakan untuk anak yang sekarang kelas 3 SD, mengerjakan soal matematika tanpa pakai coretan sama sekali.

PENJUMLAHAN:

  1. Tekankan pada anak dan selalu ingatkan bahwa belajar matematika itu mudah dan menyenangkan.
  2. Ajarkan anak dalam mengerjakan matematika/hitungan angka dengan logika, bukan dengan menghitung.
  3. Ajarkan angka 1 – 10 dengan menggunakan hitungan jari, dan ajarkan anak untuk mengingat posisi jari         pada angka tersebut. Misalnya 7 adalah dengan membuka kelima jari tangan kiri dan 2 (jempol dan ibu jari) tangan kanan, dst. Inilah awal anak belajar menghitung.
  4. Ajarkan anak menghitung dimulai dari penjumlahan angka yang menghasilkan nilai 5. Misal: 1 + 4 = 5, 2 + 3 = 5. biarkan anak mengingatnya dengan otomatis penjumlahan tsb. (Jangan ajarkan: 1 simpan di hati, buka 4 jari lalu hitung habis 1, 2, 3, 4,5. Ini akan menyusahkan anak ketika anak sudah belajar perkalian yang membutuhkan hitungan penjumlahan yang cepat dan akurat.
  5. Ajarkan anak menghitung penjumlahan yang menghasilkan angka 10. Misalnya, 1 + 9 = 10, 2 + 8 = 10 dan seterusnya. Biarkan anak mengingat secara otomatis pasangan angka penjumlahan yang menghasilkan 10.
  6. Setelah anak mengingat pasangan angka penjumlahan yang menghasilkan 5 dan 10 ajarkan nilai tempat/angka yang dimulai dengan satuan, puluhan, ratusan, dst. Ini sangat penting. Banyak orang tua dan guru melupakan bahwa nilai tempat inilah modal anak untuk menghitung dengan cepat.
  7. Setelah mengerti nilai tempat/angka puluhan, ajarkan penjumlah angka dimulai dari 10 + 1, 10 + 2 dst.
  8. lalu ajarkan penjumlahan bilangan lain yang menghasilkan angka lebih dari 10 dengan bermain di angka puluhan.. Misalnya 7 + 8 = 15. Jangan mengajarkan anak menghitung  satu per satu, tapi mainkan pasangan angka puluhan dari salah satu angka di atas. Teman 7 adalah 3, atau 7 + 3 = 10. Jadi angka 3 sudah berpindah/berteman ke angka 7, maka 8 – 3 = 5, jadi 10 + 5 = 15. Lama kelamaan anak hanya akan menghitung nilai satuannya, karena puluhannya otomatis sudah ia hitung dengan pasangan angka puluhan seperti pada poin 5.

PENGURANGAN

  1. Jangan biarkan anak menghitung pengurangan satu persatu dengan cara mundur.
  2. Ajarkan pengurangan seperti pada penjumlahan, mulai dari angka 5 dan 10. Jika anak mengeti penjumlahan seperti yang saya uraikan di atas, otomatis pengurangan ia akan bisa.
  3. selalu pisahkan nilai angka antara satuan, puluhan dan ratusan.
  4. Jika satuan tidak bisa dikurangkan, maka kurangkanlah langsung angka puluhannya. Misal: 15 – 8 = 7 ajarkan —–> pisahkan angka 10 dan 5, maka 10 – 8 = 2 (pasangan angka 8), lalu 2 tambahkan dengan 5 = 7. Selalu demikian.
  5. Jangan pakai tekhnik meminjam, itu akan memeras otak anak untuk hitungan dengan angka-angka besar.