Memaknai Hari Kartini Di Tahun 2015

Posted on

Memaknai Hari Kartini Di Tahun 2015

Memaknai Hari Kartini Di Tahun 2015 – Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April setiap tahunnya, tidak hanya sebuah peringatan tentang hari penting di Indonesia namun juga menjadi sebuah momen bersejarah bagi kaum wanita dan pendidikan di Indonesia. Kartini yang merupakan titik awal perjuangan emansipasi perempuan Indonesia. Acara seremonial selalu dilakukan, para perempuan berhias sanggul dan kebaya. Setelah hari Kartini selesai, semua kembali sedia kala. Tak ada jejak yang ditinggalkan sebatas urusan sanggul dan kebaya.

Sejarah Peringatan Hari Kartini

Sejarah Hari Kartini sedikit banyak harus kita ketahui sebagai bagian dari sejarah NKRI. Hari Kartini yang selalu diperingati setiap tanggal 21 April adalah peringatan untuk mengenang seorang wanita agung bernama Kartini. Ia dikenang hingga sekarang karena telah menjadi inspirasi bagi seluruh wanita, khususnya di Indonesia sebagai wanita berpendidikan, wanita yang tak terkungkung dalam superioritas kaum lelaki. Kartini adalah wanita yang menyerukan kepada seluruh kaum wanita terus bersinar; seperti harapannya yang terhimpun dalam buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

Sejak 1964 kita memperingati Hari Kartini, semestinya semakin menguatkan proses pemberdayaan perempuan Indonesia secara utuh. Yakni memunculkan perempuan-perempuan Indonesia yang sehat, cerdas, bertakwa, berbudi luhur dan aktif memberikan peran terbaik mereka bagi kemajuan bangsa.

Makna Hari Kartini Kini

Perjuangan Kartini perlu dilihat dalam konteks zamannya. Kartini hidup di masa yang begitu sulit bagi perempuan untuk berkarya. Pemikiran-pemikiran Kartini yang kemudian tertulis dalam surat-suratnya menggambarkan sebuah mimpi sekaligus idenya bagi perjuangan peningkatan kualitas hidup kaum perempuan.

Karena itulah agar pada setiap kali peringatan Hari Kartini dilangsungkan, semangat pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup perempuan selayaknya menjadi tema utama. Karena itu dalam setiap peringatan Hari Kartini ini sangat mungkin bila dikaitkan dengan aksi atau program penurunan angka kematian ibu, peningkatan gizi keluarga, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, pengelolaan keuangan rumah tangga, pendampingan usaha kecil kaum perempuan dan lain-lain

Kita perlu memaknai perjuangan Kartini secara lebih konkrit dan aplikatif untuk kemajuan bangsa saat ini, jangan terpaku pada himbauan mengenakan pakaian daerah sehingga terkesan peringatan Hari Kartini akhirnya berujung pada sanggul dan kebaya.