Efek Samping Dari Cuci Darah Untuk Penderita Gagal Ginjal

Posted on

Efek Samping Dari Cuci Darah Untuk Penderita Gagal GinjalEfek Samping Dari Cuci Darah Untuk Penderita Gagal Ginjal – Cuci darah atau dialysis merupakan suatu metode yang ditempuh oleh penderita gagal ginjal untuk melakukan proses penyaringan darah. Darah akan secara rutin ‘tercuci’ dari zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya ginjal. Pasien gagal ginjal ini, memiliki ginjal yang tidak berfungsi dengan baik untuk melakukan proses penyaringan dan pembersihan darah secara alami. Cuci darah ini menjadi wajib dilakukan secara medis untuk menggantikan fungsi kerja dari ginjal yang rusak.

Kini ada dua jenis cuci darah. Pertama, cuci darah konvensional melalui pembuluh darah. Pencucian darah ini dilakukan di rumah sakit. Biayanya mencapai Rp 4 juta-Rp 6 juta per bulan. Kedua, pencucian darah menggunakan alat baru. Alat baru itu menyambungkan plastik berisi cairan khusus pencuci darah melalui selang yang ditanam ke rongga perut. Pencucian darah berlangsung selama delapan jam. Selama pencucian darah, penderita bisa melakukan berbagai aktivitas karena cairan khusus pencucinya bisa dikantongi.

Kembali pada pokok pembahasan kita yaitu tentang efek samping dari cuci darah ,berikut ini penjelasanya :

Efek Samping Dari Cuci Darah

1. Kelelahan

Kelelahan ini merupakan efek samping paling umum dari cuci darah atau dialysis, baik peritoneal dialysis maupun hemodialysis. Kelelahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

Hilangnya fungsi ginjal normal
Merupakan efek langsung dari dialysis terhadap tubuh
Pantangan – pantangan yang diberikan sebelum melakukan dialysis

2. Kondisi Fisik Yang Lemah

Kondisi fisik yang lemah merupakan salah satu efek samping yang ditimbulkan oleh proses cuci darah, baik peritoneal ataupun hemodialysis. Hal ini disebabkan oleh asupan nutrisi yang sedikit karena banyaknya pantangan makanan yang tidak boleh dikonsumsi, sehingga tubuh akan terasa lemas dan aangat mengganggu aktivitas.

3. Stress dan Rasa Cemas

Tidak hanya kondisi fisik yang menurun sebagai akibat dari proses cuci darah, namun juga kondisi mental dari pasien akan ikut turun. Hal ini disebabkan oleh, selain asupan nutrisi yang cukup, pasien juga memiliki kecemasan dan khawatir dengan kondisi tubuhnya sendiri, sehingga akan menimbulkan stress, yang tentunya akan sangat mengganggu kondisi mental dari pasien.