Cara Mengubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak

Posted on

Cara Mengubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak

Cara Mengubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak -  Mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak mungkin tidak terpikirkan bagi beberapa kalangan. Tetapi Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerjasama dengan Tokyo Institute of Technology, Jepang sudah menetapkan target untuk menghasilkan BBM setara solar dari sampah plastik.

Berikut ini merupakan proses mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar munyak untuk bahan bakar diesel.

Semua Jenis limbah plastik

Dalam membuat minyak campuran untuk bahan bakar diesel rupanya tidak perlu memilih jenis plastik apa untuk mendapatkan campuran diesel terbaik. Soalnya mesin hasil ciptaan UGM bersama Tokyo Institute of Technology, Jepang bisa melahap seluruh jenis sampah plastik.

Proses Pirolisis

Setelah mendapatkan limbah sampah, sampah plasik dimasukkan ke dalam mesin pirolisis. Pirolisis sendiri merupakan proses dekomposisi kimia suatu bahan untuk menghasilkan hidrokarbon melalui pemanasan suhu tinggi dengan sedikit oksigen.

Sampah dipanaskan

Setelah sampah masuk ke dalam mesin, selanjutnya sampah akan dipanaskan hingga meleleh. Dijadikan gas terlebih dahulu. Saat limbah sampah dipanaskan hingga meleleh, maka sampah plastik ini akan menghasilkan gas.

Dikondensasi menjadi minyak

Setelah sampah plastik menjadi gas, gas itu diembunkan melalui proses kondensasi. Sehingga bisa menghasilkan minyak yang bisa menjadi campuran bahan bakar diesel.

Pengujian pada kompor tradisionalpun telah dilakukan untuk aplikasi di masyarakat. Gas yang dihasilkan dari proses ini pun telah coba dimanfaatkan untuk menghidupkan kompor gas. Teknologi yang dikembangkan ini menyesuaikan kebutuhan yang ada di masyarakat. Untuk skala komunitas kami mengembangkan teknologi yang sederhana dan mudah dibuat serta mudah pengoperasiannya.

Untuk skala besar dikembangkan pula sistem yang terkontrol secara otomatis untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan. Diharapkan teknologi ini bisa diterapkan di masyarakat khususnya untuk skala kecil dan menengah. Untuk skala besar diharapkan adanya partisipasi aktif dari Pemda yang menjadi pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.