Konsep Dasar Essensial Geografi

Posted on
Konsep Dasar Essensial Geografi Seperti yang kita ketahui bahwa konsep dasar Geografi ada bermacam-macam dan sudah saya tuliskan secara terpisah. Sisanya akan saya tuliskan pada 1 postingan:

Konsep Dasar Essensial Geografi Seperti yang kita ketahui bahwa konsep dasar Geografi ada bermacam-macam dan sudah saya tuliskan secara terpisah. Sisanya akan saya tuliskan pada 1 postingan:
201419112147183KTIi0ar9mo 

Aglomerasi (menggerombol)

Algomerasi merupakan kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada satu wilayah yang relatif sempit yang paling menguntungkan, baik mengingat kesejenisannya maupun adanya faktor-faktor umum yang menguntungkan.

Pada masyarakat kota, penduduk cenderung tinggal menelompokan pada tingkat yang sejenis, sehingga timbul daerah pemukiman elit, daerah tempat tinggal para pedagang, daerah pemukiman atau kompleks perumnas yang kebanyakan berpenghuni para pegawai negri, serta ada juga daerah pemukiman kumuh. Sedangkan pada masyarakat pedesaan yang masih pedukuhan atau pedesaan; makin subur tanahnya makin luas dataran makin besar desa dan jumlah penduduknya.dan sebaliknya, makin terbatas tanah datar dan juga kurang subur, gerombolan bentuk dukuh atau desa makin kecil dan terpencar letaknya.

Salah satu keuntungan yang di dapatkan dengan aglomerasi penduduk yang padat ialah dimungkinkan sistem ekonomi aglomerasi, yang memanfaatkan jumlah penduduk yang besar sebagai daerah pemasaran atau pelayanan, namun hanya meliputi wilayah yang sempit. Ini berarti memungkinkan efisiensi yang tinggi dalam produksi pengangkutan barang maupun pemasangan atau pengadaan sarana-sarana untuk pelayanan umum. Konsep dasar geografi di indonesia

Nilai kegunaan

Nilai kegunaan fenomena atau sumber-sumber di muka bumi bersifat relatif, tidak sama bagi semua orang atau golongan penduduk tertentu. Daerah pantai berpasir yang landai dengan perairan jernih belum tentu memiliki kegunaan yang demikian besar bagi penduduk setempat.Jika mereka berorientasi kehidupan pada pemanfaatan sumber-sumber di daratan secara bersahaja dan banyak jalan daratan ditempuh dengan mudah. Sebaliknya, bagi masyarakat kota yang kehidupannya berkecukupan dan penduduk padat , daerah pantai yang demikian bagi sebagian orang memiliki nilai kegunaan yang tinggi bagi tempat rekreasi dan pariwisata sebagian penduduk yang lain memilih pergi ke daerah pegunungan yang hawanya sejuk sebagai tempat rekreasi.

Demikian pula dengan daerah dataran banjir bagi orang-orang yang lebih maju merupakan daerah rawan dan kurang berguna sebagai tempat tinggal. Sebaliknya, bagi masyarakat tertentu yang turun-temurun telah tinggal di daerah itu merupakan pilihan tempat tinggal yang cukup menyenangkan, walau harus disertai dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan untuk mengatasi kerawanan banjir dan memanfaatkan daerah tertentu.

Interaksi Interdenpendensi

Interaksi merupakan peristiwa saling mempengaruhi objek atau tempat yang satu dengan yang lainnya.
Setiap tempat mengembangkan potensi sumber daya dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan apa yang ada di tempat lain. Oleh karena itu, senantiasa terjadi interaksi atau bahkan interdenpendensi antara tempat yang satu dengan yang lain.

Daerah pedesaan menghasilkan pangan dan produk-produk yang juga dibutuhkan oleh penduduk perkotaan, Sebaliknya daerah perkotaan menghasilkan barang industri, jasa dan informasi yang diperlukan oleh kawasan pedesaan. Sehingga terjadi interaksi berupa pengangkutan barang produk pertanian dari desa ke kota dan sebaliknya dari kota menyediakan transportasi, mengirimkan produk industri atau bahan olahan ke pedesaan. Di samping itu, juga berbagai informasi dan mungkin juga jasa kredit bank. Interaksi juga terjadi antara kota yang satu dengan kota yang lain, baik dalam bentuk pertukaran barang dan jasa, ataupun pertukaran penduduk.

Interaksi keruangan bahkan juga terjadi antara unsur-unsur atau fenomena setempat, baik antara fenomena alam atau kehidupan. Interaksi antara endapan pasir yang diangkut air sungai dengan hempasan gelombang oleh angin dari tengah laut menghasilkan garis batas antara air daratan dengan pasir di dasrnya senantiasa bergerak berubah-ubah bentuk atau posisinya.

Diferensial Areal

Disetiap tempat atau wilayah, terwujud hasil intergrasi berbagai unsur atau fenomena lingkungan baik yang bersifat alam atau kehidupan. Integrasi fenomena menjadikan tempat atau wilayah menpunyai corak tersendiri sebagai region yang berbeda dari tempat atu wilayah yang lain. Unsur maupun tempat fenomena lingkungan bersifat dinamis, dan interaksi atau integrasinya juga menghasilkan karakteristik yang berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Wilayah pedesaan dengan corak khas adanya persawaan, kehidupan petani yang masih tradisional serta beraneka ragam pekarangan atau perbedan areal perkotaan, keduanya sama-sama terus mengalami perubahan. Bahkan di pedesaan juga terdapat perbedaan antara desa satu dengan desa yang lain, karena fenomena atau unsur-unsur yang mewujudkan tidak sama.

Keterkaitan Ruangan

Keterkaitan keruangan atau asosiasi keruangan menunjukan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena yang lain di suatu tempat atau ruangan, baik yang menyangkut fenimena alam, tumbuhan atau kehidupan sosial.

Sebagai contoh, keterkaitan keruangan misalnya kemiringan lereng dengan tebal tanah, makin terjal lerengnya tentunya akan di sertai dengan fenomena makin tipis tanah, karena di lerang yang terjal erosi terjadi lebih intensif. Zone lereng tertentu dengan ketebalan tanah tertentu mewujudkan suatu region tersendiri, walau dengan skala mikro dan unsur-unsur yang terbatas jumlah atau jasanya (lereng, tanah, kandungan air, dan jenis vegetasi). Contoh lain: Tumbuhan alang-alang di tempat terbuka yang mendapat sinar dan tidak di tanami, sebaliknya tumbuhan lumut di pohon atau tempat yang teduh dan lembab. Baca disini mengenai konsep pola geografi

Daerah guruh merupakan perwujudan kovariasi fenomena antara kekeringan (keadaan iklim), kelangkaan vegetasi jenis tertentu, kehidupan fauna khas daerah gurun dan pelapukan batuan lepas yang lebih dominan dari pada adanya tanah.