Sistem Informasi Geografi

Posted on

Pengertian Sistem Informasi Geografi kegunaan Secara Umum

Pengertian Sistem Informasi Geografi kegunaan Secara Umum

1. Pokok pikiran Mula-mula

Pada penggunaan suatu lembaran peta, kita ingin mendapatkan informasi tentang kondisi geografi dari suatu tempat yang di tunjuk. Yang di maksud dengan tempat di sini ialah bagian dari permukaan bumi yang tergambar pada peta tersebut, Baik yang berupa titik, garis maupun luasan (area).

Jika kita telah mengetahui tentang kondisi geografi di tempat itu, maka kita inggin mengetahui persebaran dari kondisi tersebut. Setelah itu kita inggin tahu beberapa hal lagi, misalnya luasnya. Jika yang ditunjukkan tadi berupa garis, kita inggin mengetahui hubungannya dengan kondisi atau sifat-sifat lainnya, baik masalah kuantitatif maupun kualitatif.

Di sisi lain, defusi inovasi terjadi berkelanjutan untuk menyebarkan berbagai kemajuan teknologi, yang memerlukan sumber daya fisik (alam) serta yang memadai (Inkeles, A and smith DH, 1981).

Bermula dari kenyataan di atas, informasi mengenai berbagai kondisi geografi sebagai unsur penunjang sumber daya sangatlah di perlukan. Oleh sebab itu faktor informasi geografi merupakan salah satu landasan bagi pembangunan, sehingga kehadirannya di butuhkan . Bahkan bukan hanya sekedar informasi geografi yang di butuhkan, melainkan suatu kesatuan bulat dalam bentuk sistem, yakni sistem informasi geografi (SIG). Kabar menggembirakan peraturan-peraturan pemerintah yang akhir-akhir ini selalu menunjuk pada SIG sebagai tumpu dasar pembangunan.

Suatu sistem , terlebih – lebih bila menyangkut unsur fisik dan insani, termasuk di dalamnya budaya, guna mendapatkan wawasan geografi, memerlukan pemahaman yang luas, dengan objek yang jelas, keterkaitan antar komponen ataupun konsepnya dan di dalam tercermin makna inovasi. Untuk menanamkan informasi pembangunan yang sangat di perlukan bukan sekedar usaha coba-coba, tetapi memerlukan dukungan konsep pendidikan yang mantap. Salah satu caranya dengan memantapkan model pendidikan Geografi , sistem informasi geografi akan berhenti bahkan mundur, yang merupakan titik komulasi pembangunan yang kurang menggembirakan apabila terjadi Graves, Norman, J, 1983).

2. Informasi Geografi Dalam Era Pembangunan

Adalah suatu yang menarik untuk di kaji apa yang di ungkapkan oleh Richard E. Crable (1986). Bahwa konsep-konsep pembangunan , ketiga-tiganya perlu di kembangkan demi keberhasilan pembangunan.Lebih mengherankan ternyata ketiganya berkembang di kawasan negara yang terbelakang. Karena sesungguhnya kunci keberhasilan sangat di tentukan oleh keberhasilan hal tersebut.

Jika kita kaji, tujuan Pemnagunan negara kita adalah:

” …. untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spirituil di dalam suatu wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat,bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat,tertob dan damai (GBHN, 1988).

Apabila keberhasilan pembangunan diharapkan semaksimal mungkin dapat di penuhi maka informasi tentang faktor-faktor dominan haruslah lengkap, jelas dan terarah. sebab tanpa di dukung informasi tidaklah mungkin pembangunan akan berhasil.

Dalam arti luas informasi pembangunan meliputi peran dan fungsinya di antara segenap jajaran pembangunan. Terlebih-lebih bagi para aparat yang terlibat di dalam proses perencanaan pembangunan, Untuk itu di perlukan suatu sistem yang lugas di bidang informasi, khususnya tentang faktor-faktor dominan bagi pembangunan.

Kajian tentang berbagai faktor dominan bagi pembangunan, selayaknya di barengi dengan pengembangan hal tersebut, sosial budaya, geografi, hidrografi, topografi, topogrfafi, klimatologi, flora dan fauna serata pengembangan wilayah.Sesungguhnya, secara mantap telah di kembangkan dengan tandas di dalam pengetahuan geografi. Dengan demikian, jelas kiranya bila di katakan bahwa peran informasi geografi sangat di perlukan. Jika kita menginginkan pembangunan berjalan secara mantap, terarah dan dinamis.

3. Peran Informasi Geografi

Jika di telaah permasalahan lebih lanjut dapat ditangani oleh para ahli geografi secara luas, karena dalam pengetahuan geografi tercakup ilmu-ilmu demografi, ekonomi,sosial budaya, politik, regional, kalimatologi, hidrologi, foto udara dan remote sensing, ekologi, biogeografi, kartografi, geografi, pertanian dan sebagainya. Berawal dari cakupan ruang lingkup yang di kembangkan dalam pengetahuan geografi, jelas kiranya apabila pembangunan memerlukan informasi geografi sebagai basis untuk memahami kekuatan faktor dominan yang ada di setiap wilayah.

Pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan suatu negara mengacu dan mendasar diri data-data geografi yang ada.

4. Dimensi Pendekatan Geografi Sebagai Dasar Informasi

Perencanaan pembangunan dapat mencerminkan tingkat penguasaan atas berbagai faktor geografi yang ada di kawasan tersebut. Lagi melihat cermin tingkat budaya, sosial ekonomi, serta citra penduduk.

Dengan pengkajian secara dimensi keruangan akan di dapat data-data yang sahib/valid, serta mudah di cari untuk membedakan dengan kawasan atau wilayah lain, sehingga memudahkan perencanaan pembangunan secara simultan, terarah dan tepat guna. Di samping itu, ternyata penerapan kajian data dengan sistem pendekatan geografi jauh lebih efektif, mudah untuk di analisis, serta tidak memerlukan dana besar.

Perkembangan lebih jauh , penyajian sistem informasi geografi, merupakan jaringan informasi secara integrate dari suatu wilayah dengan sistem dimensi pendekatan geografi (spatial dimention).

5. Penerapan Sistem Informasi Geografi

Pada uraian di atas, telah penulis ungkapkan bahwa sistem informasi geografi tidak lain merupakan suatu sistem informasi yang bertumpu pada pengungkapan dimensi yang berprespektif keruangan, proses, dan waktu. Dampak dari hal tersebut nyata setiap pembangunan yang bertumpu pada SIG, selalu bertautan atas:

Data statistik yang berkaitan dengan elemen geografi fisik dan geografi human.
Interprestasi hubungan timbal balik antara elemen human di atas / pada suatu wilayah
Prediksi atas fakta-faktadi atas serta menjajaki kemungkinan pembangunan untuk kurun waktu di suatu wilayah.

Pembangunan yang tengah kita lakukan kali ini benar-benar bertumpu pada sistem informasi geografi yang ada, dan selalu berorientasi pada dimensi geografi yang ada.
Kembali pada inti persoalan, bahwa pembangunan kita bertumpu atas SIG dan dimensi geografi. Maka tidaklah belebihan apabila dikemukakan, perlu lebih dibinanya ilmu dan pengetahuan geografi guna lebih memperlancarkan sajian SIG dan kemantapan dimensinya, dalam rangka mensukseskan pembangunan demi lekas terwujudnya manusia indonesia seutuhnya, sejahtera lahir batin. Untuk pembekalan yang lebih mantap, maka ilmu geografi lebih disempurnakan sistem program pendidikan geografi.

6. Pendidikan Geografi Merupakan Tulang Punggung Pembangunan Sistem Informasi Geografi

Pola pendidikan geografi yang ada di dalam ingin mengungkapkan dengan lugas tentang faktor letak astronmi, faktor kalimatologi, faktor geomorfologi, faktor tanah, faktor geologi, faktor flora fauna, faktor hidrologi, dalam konteks kaitannya timbal balik dengan faktor sosial ekonomi, budaya dan politik. Merupakan upaya mendasar guna memahami sistem informasi geografi sejak dini.