Konsep Pola Geografi | morfologi

Posted on

Konsep Morfologi

Adaptasi Morfologi
Adaptasi Morfologi

Pola berkaitan dengan susunan bentuk atau persebaran fenomena dalam ruang muka bumi, baik fenomena yang bersifat alami (aliran sungai, persebaran vegetasi, jenis tanah, dan curah hujan) atau fenomena sosial budaya (pemukiman, persebaran, penduduk, mata pencaharian, jenis rumah tingggal,dsb).

Geografi mempelajari pola-pola bentuk dan persebaran fenomena, memahami makna atau artinya, serta berupaya untuk memanfaatkannya dan juga mengintervensi atau memodifikasi pola-pola guna mendapatkan manfaat yang lebih besar. sebagai contoh, orang berladang dan mengembala ternak di daerah yang hujannya kurang, dan bersawah di daerah datar dan cukup air. Di kawasan yang sudah maju orang membuat terusan terusan untuk lebih memanfaatkan sungai-sungai yang ada sebagai sarana angkutan air. Dengan mengingat adanya aliran sungai, tanah yang kurang subur, tanah datar yang terbatas, pola pemukiman yang memanjang, mengerombol, menyebar, dan berpencar tidak merata. Pada daerah perkotaan yang di bangun secara terencana orang membuat daerah pemukiman dengan pola sedemikian rupa untuk memudahkan setiap penduduk mencapai pasar, atau tempat belanja. dengan demikian mudah serta mewujudkan kehidupan sehari-hari yang nyaman dan akrab. Sebaliknya, dengan keadaan keterbatasan segolongan orang yang bertempat tinggal pada rumah yang saling berjauhan, atau juga berhimpitan tanpa disertai fasilitas pelayanan umum yang sangat memadai. Baca disini mengenai Konsep dasar geografi di indonesia

Morfologi

Morfologi mengambarkan perwujudan daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatan atau penurunan wilayah secara geologi yang lazimnya di sertai erosi dan sedimentasi, sehingga ada yang berbentuk pulau-pulau, daratan luas yang berpegunungan dengan lereng-lereng tererosi, lembah-lembah, dan daratan aluvialnya. Morfologi juga menyangkut bentuk lahan yang berkaitan dengan pengendapan erosi dan penggunaan lahan, tebal tanah ketersediaan air serta vegetasi yang domain.

Bentuk daratan ataupun plato merupakan perwujudan wilayah yang mudah di gunakan sebagai daerah pemukiman dan pertanian serta usaha-usaha perekonomian lainya. Tetapi jika diperhatikan peta persebaran penduduk yang pedat terpusat terutama di lembah-lembah sungai besar dan tanah-tanah datar yang subur.

Sedang wilayah yang penuh dengan pegunungan yang tinggi atau dengan lereng-lereng yang terjal yang keterjangkauan sangat terbatas, lazimnya merupakan wilayah yang jarang penduduknya atau bahkan tidak didiami manusia. Bentuk pulau dengan garis-garis pantai yang panjang memberi arti yang khusus mengingat nilai meritimitas yang tinggi.