Jumlah | Mobilitas | Komposisi Penduduk di Indonesia

Posted on

Jumlah Penduduk Indonesia

Jumlah Penduduk Indonesia  Dalam suatu proses pembangunan, di samping tersedia sumber daya alam sebagai bahan baku yang akan diolah menjadi berbagai barang kebutuhan, juga diperlukan sekali adanya sumber daya manusia

Dalam suatu proses pembangunan, di samping tersedia sumber daya alam sebagai bahan baku yang akan diolah menjadi berbagai barang kebutuhan, juga diperlukan sekali adanya sumber daya manusia. manusia sebagai sumber daya daya berarti manusialah yang merupakan pelaksana pembangunan. Di samping sebagai objek pembangunan, artinya sasaran dan hasil pembangunan adalah untuk manusia sendiri.

Suatu Negara yang berpenduduk besar mempunyai keuntungan yang besar pula, karena negara tersebut mempunyai kemungkinan menjadi negara besar. Di tinjau dari jumlah penduduknya indonesia merupakan negara terbesar di kawasan Asia Tenggara. Jumlah penduduk yang besar bila di kerahkan dan di bina tenaga kerja yang efektif akan sangat menguntungkan bagi usaha-usaha pembangunan di segala bidang.

Penyebaran penduduk

Indonesia yang terdiri lebih dari 13.667 pulau, luas daratan 1.9juta km persegi, belum seluruh pulau di huni penduduk bahkan baru 7% dari jumlah pulau-pulau yang telah dihuni atau sekitar 930 buah pulau yang mencakup luas 919.443 km persegi.

Kepadatan penduduk tidak tersebar merata di seluruh pulau, Pulau Jawa yang luasnya 132.187 km persegi atau 6.89%dari luas darat indonesia berpenduduk lebih dai 60% dari jumlah penduduk di Indonesia. Kepadatan saat ini lebih dari 608 orang/km. sedangkan di irian jaya yang luasnya 421.781 km persegi kepadatan penduduknya hanya 2 oarang/km persegi.

Penyebaran penduduk yang tidak merata merupakan salah satu masalah atau hambatan dalam pembangunan negara dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah terus berupaya malaksanakan penyebaran penduduk ke berbagai pulau di luar jawa, diantaranya dengan trasmigrasi dan desentralisasi industri.

Mobilitas Penduduk

Yang dimaksud Mobilitas penduduk ialah keterbukaan penduduk untuk berpindah dari satu lapangan hidup ke lapangan yang lain, atau keterbukaan penduduk untuk menerima hal-hal yang baru.

Mobilitas horisontal

Penghidupan penduduk di pedesaan umumnya bertani. Karena penduduk terus bertambah maka tanah garapan makin sempit karena adanya pembagian tanah terus-menerus. keadaan ini membuat hidup di desa semakin sulit, maka kemudian pergi mencari lapangan hidup yang lebih baik, seperti jadi buruh pabrik, pengerajin, pedagang, dan sebagainya. Perpindahan penduduk seperti ini di sebut mobilitas horisontal

Mobilitas secara geografis

Dalam hal penduduk melakukan perpindahan secara fisik dari satu daerah ke daerah lain, misalnya transmigrasi, urbanisasi dan sebagainya.

Mobilitas vertikal

Penduduk mengubah kebiasaan dalam melaksanakan suatu kegiatan, dari cara tradisional ke cara yang lebih maju (modern). misalnya : petani tradisional yang biasa membajak sawah dengan tenaga hewan, kini membajak dengan menggunakan traktor, pemakaian pupuk buatan, pemakaian bibit unggul, dsb.

Secara keseluruhan mobilitas penduduk Indonesia baik horisontal, vertikal maupun geografis cukup tinggi. Hal ini terbukti para petani dewasaini terbuka menerima hal-hal baru dalam pelaksanaan pertanian yang disebut intensifikasi pertanian.

Hanya dalam mobilitas geografis ada dua kelompok, yaitu yang rendah tingkat mobilitasnya (jawa.sunda, madura, bali, melayu pesisir dan aceh). Ada kelompok yang tinggi mobilitasnya (minagkabau, batak, manado, ambon, banjar, dan bugis). dan diantara semua itu minagkabau adalah yang paling tinggi mobilitasnya.

Mobilitas penduduk sangat erat kaitanya dengan keberhasilan pembangunan, khususnya mobilitas penduduk secara geografis dari jawa ke wilayah Indonesia lainnya (transmigrasi). Keberhasilan transmigrasi berarti pula keberhasilan pembangunan bangsa dan negara dalam mencapi cita-cita Nasional.

Komposisi Penduduk

Untuk memudahkan dalam penyusunan data pembangunan, kita membuat komposisi (pengelompokan) penduduk berdasarkan kriteria tertentu. dasar yang kita pakai untuk menyusun komposisi penduduk antara lain: jenis kelamin, umur, mata pencaharian, tempat tinggal, pendidikan, agama, dan masih banyak lagi.

dengan mengetahui komposisi penduduk, kita dapat mengetahui berbagai masalah kependudukan. Dengan demikian kita dapat menetapkan prioritas pembangunan bagai langkah kebijaksanaan dalam mengatasi masalah tersebut.

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin menggambarkan struktur penduduk berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin. Biasanya di gambarkan dalam grafik batang secara horisontal tersusun ke atas berdasarkan kelompok umur tertentu, sehingga bentuknya seperti piramida. Piramida penduduk indonesia menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan atau sedang berkembang. piramida penduduk yang demikian disebut piramida penduduk muda.

Angka ketergantungan tersebut cukup tinggi jika di bandingkan dengan besarnya angka ketergantungandi negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Nederland, Belgia dsb. Yang mempunyai piramida penduduk tua. Di negara-negara tersebut angka ketergantungan berkisar antara 40-60. Hal ini di sebabkan tingkat tingkat kematian pada anak-anak rendah, sehingga banyak penduduk mencapai usia dewasa. Sedang di negara-negara berkembang tingkat kematian anak relatif besar, karena tingkat kesehatan penduduk rendah. Hal ini di menyebabkan besarnya angka ketergantungan di negara-nagara berkembang.

Komposisi penduduk menurut mata pencaharian

Sesuai dengan pola umum pelita keempat yang memprioritaskan pembangunan pada bidang ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian. Untuk memantapkan swasembada pangan, maka mata pencaharian penduduk di sektor pertanian tetap merupakan mata pencaharian penting yang meliputi 54.6% dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini memang cocok, karena bumi Indonesia subur dan mempunyai Iklim yang cocok untuk pertanian. selebihnya 45.40%bekerja di lapangan industri.