Sistem basis data dalam pengunaan komputer

Posted on

Pengertian Sistem Basis Data

Sistem Basis Data untuk waktu ini bukan hanya adalah hal yang tabu untuk beberapa pemakai computer yang senantiasa berkuti dengan yang namanya Data. Nah untuk anda yang mau tau tentang System Basis Data dengan cara komplit dapat anda simak penjelasannya dibawah ini:

Basis data merupakan himpunan file-file yang memiliki kaitan pada satu file dengan file lain hingga membuat satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan atau lembaga dalam batasan tertentu

Basis data merupakan himpunan file-file yang memiliki kaitan pada satu file dengan file lain hingga membuat satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan atau lembaga dalam batasan tertentu

Istilah-istilah Dalam System Basis data

Banyak hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data yaitu seperti berikut :

1. Entititas

Entititas yaitu orang, tempat, peristiwa atau rencana yang infonya direkam. Pada bagian kesehatan Entity yaitu Pasien, Dokter, Kamar.

2. Field

Tiap-tiap entity memiliki atribut atau sebutan untuk mewakili satu entity. Seseorang siswa bisa dipandang dari atributnya umpamanya, NIM, Nama_siswa, Alamat.

3. Record

Record yaitu himpunan isi elemen data (atribut) yang sama-sama terkait menginformasikan perihal satu entity dengan cara komplit.

Misal Himpunan atribut NIP, Nama, serta alamat berisikan “010019876547”, Total Serve, Jl. Hati suci No 2 Jakarta.

4. Data Value

Adalah data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut dimaksud nilai data. Kunci Elemen Data (Key Data Element) Sinyal inginal yang dengan cara unik mengidentifikasikan entitas dari satu kumpulan entitas.

Misal Entitas Mahasiswa yang memiliki atribut-atribut nama, alamat, npm, dan tanggal lahir memakai Kunci Elemen Data npm. Komponen-komponen System Basis Data (Database) Basis data adalah system yang terdiri atas himpunan file atau tabel yang sama-sama terkait serta Database Management Sistem (DBMS) yang sangat mungkin sebagian pengguna untuk terhubung serta manipulasi file-file itu.

Dalam System Basis data mempunyai sebagian komponen yakni :

Piranti Keras (Hardware)
Piranti keras yang umumnya ada dalam system basis data yaitu memori
sekunder hardisk.

System Operasi (Operating Sistem)
System Operasi (Operating Sistem) adalah program yang mengaktifkan atau mengfungsikan system computer, mengatur semua sumber daya (resource) serta lakukan operasi-operasi dalam computer. System Operasi yang banyak dipakai seperti : MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, serta Unix.

Basis data (Database)
Suatu basis data (Database) bisa mempunyai sebagian basis data. Tiap-tiap basis data bisa diisi atau mempunyai beberapa objek basis data contohnya file ataupun tabel.

Management Sistem (DBMS)
Pemrosesan basis data dengan cara fisik tak dikerjakan oleh pengguna dengan cara segera, namun dikerjakan oleh suatu piranti lunak yang dimaksud DBMS yang memastikan bagaimana data disimpan, dirubah serta di ambil kembali.

Pengguna (User)
Untuk pengguna bisa berhubungan dengan basis data serta merekayasa data dalam program yang ditulis dalam bhs pemograman.

Fungsi Basis Data

Maksud utama dalam pemrosesan data dalam suatu basis data yaitu supaya kita bisa beroleh data yang kita mencari dengan gampang serta cepat.

Pemakaian basis data dikerjakan dengan maksud yakni :

Kecepatan serta keringanan (Speed)
Pemakaian Database sangat mungkin kita agar bisa menaruh data atau lakukan pergantian (manipulasi) serta menghadirkan kembali data itu dengan cepat serta gampang, daripada kita menaruh data dengan cara manual.

Efektif area penyimpanan (Space)
Dengan Database pemakaian area penyimpanan data bisa dikerjakan lantaran kita bisa lakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan mengaplikasikan beberapa pengkodean.

Keakuratan (Acuracy)
Pemanfatan pengkodean atau pembentukan rekanan antar data dengan aplikasi ketentuan atau batasan jenis data bisa diaplikasikan dalam Database yang bermanfaat untuk memastikan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.

Keamanan (Security)
Dalam beberapa system (apilkasi) pengelolah database tak mengaplikasikan segi keamanan dalam pemakaian database. Namun untuk system yang besar serta serius, segi keamanan dapat juga diaplikasikan. Kesimpulanya user bisa memastikan siapa yang bisa memakai database serta memastikan type operasi-operasi apapun yang bisa dikerjakan.

Terpeliharanya keselarasan data (Consitant)
Jika ada pergantian data pada aplikasi yang tidak sama maka dengan cara automatis pergantian itu berlaku untuk keseluruhan

Data bisa digunakan dengan cara berbarengan ( berbagid)
Data bisa digunakan dengan cara berbarengan oleh sebagian program aplikasi (secara batch ataupun online) pada waktu berbarengan.

Bisa diaplikasikan standarisasi (standardization)
Karenanya ada pengontrolan yang terpusat maka DBA bisa menerapkan standarisasi data yang disimpan hingga mempermudah penggunaan, pengiriman ataupun pertukaran data.

4 Kekurangan Sistem Basis Data

  1. Membutuhkan tenaga spesialis
  2. Kompleks
  3. Membutuhkan tempat yang besar
  4. Mahal