Visi Dan Misi Capres 2014

Posted on

Visi misi Calon Presiden Indonesia 2014 | Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta

Pemilu Indonesia, pemilihan Presiden 2014 cuma bakal diikuti dua pasangan calon. Koalisi PDIP, NasDem, PKB serta Hanura mengusung Jokowi serta Juiceuf Kalla, sedang Koalisi Merah Putih yang terbagi dalam Gerindra, PPP, PAN, PKS, Golkar, serta PBB menjagokan duet Prabowo Subianto serta Hatta Rajasa.

Pemilu Indonesia, pemilihan Presiden 2014 cuma bakal diikuti dua pasangan calon. Koalisi PDIP, NasDem, PKB serta Hanura mengusung Jokowi serta Juiceuf Kalla, sedang Koalisi Merah Putih yang terbagi dalam Gerindra, PPP, PAN, PKS, Golkar, serta PBB menjagokan duet Prabowo Subianto serta Hatta Rajasa. Keduanya telah daftarkan diri ke KPU dengan menyerahkan berkas kriteria. Satu diantaranya yaitu misi serta visi masing-masing pasangan. Banyak yang dijanjikan ke-2 capres-cawapres ini bila mereka dipilih serta memerintah Indonesia lima th. ke depan.

Jalan perubahan untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian adalah berkas yang diserahkan ke KPU oleh Jokowi-JK dengan tebal 42 halaman.

Sesaat kubu Prabowo-Hatta berikan judul visi misi mereka dengan ‘Agenda serta program riil untuk menyelamatkan Indonesia’ dengan keseluruhan 13 halaman.

Apapun perbandingan visi misi Jokowi-JK serta Prabowo-Hatta? Tersebut sebagian perbandingannya.

1. Visi misi utama

Jokowi-JK :

Visi : Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri serta berkepribadian berlandaskan gotong-Royong.

Misi :

Wujudkan keamanan nasional yang dapat melindungi kedaulatan lokasi, menyokong kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, serta mencerminkan kepribadian Indonesia untuk negara kepulauan.
Wujudkan orang-orang maju, berkeseimbangan serta demokratis berlandaskan Negara hukum.
Wujudkan politik luar negeri bebas-aktif serta memperkuat jati diri untuk negara maritim.
Wujudkan mutu hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju serta sejahtera.
Wujudkan bangsa yang berdaya-saing.
Wujudkan Indonesia jadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, serta berbasiskan kebutuhan nasional
Wujudkan orang-orang yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Prabowo-Hatta :

Visi : Bangun Indonesia yang menyatu, berdaulat, adil serta makmur dan bermartabat

Misi :

Wujudkan Indonesia yang berdaulat, aman serta damai, bermartabat, demokratis, bertindak aktif dalam perdamaian dunia, dan berkelanjutan melakukan Pancasila serta UUD 45.
Wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, serta yakin diri hadapi globalisasi.
Wujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya manusia yang berakhlak berbudaya mulia ; berkwalitas tinggi : sehat, cerdas, kreatif serta terampil.

2. Agenda kerja

Jokowi-JK tawarkan 9 Agenda Prioritas yang terdiri :
Kami bakal mendatangkan kembali Negara membuat perlindungan seluruh bangsa serta berikan rasa aman pada semua warga negara.
Kami bakal bikin Pemerintah tak tidak hadir dengan bangun tata kelola Pemerintahan yang bersih, efisien, demokratis, serta terpercaya.
Kami bakal bangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat Daerah-daerah serta Desa dalam kerangka Negara Kesatuan.
Kami bakal menampik Negara lemah dengan lakukan reformasi system serta penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat serta terpercaya.
Kami bakal menambah mutu hidup manusia Indonesia dengan Indonesia Pandai, Indonesia Kerja, serta Indonesia Sejahtera.
Kami bakal menambah produktivitas rakyat serta daya saing di pasar internasional.
Kami bakal wujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan bidang-sektor strategis ekonomi domestik.
Kami bakal lakukan revolusi ciri-ciri bangsa, lewat kebijakan capekaan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan memprioritaskan segi pendidikan kewarganegaraan (civic education), yang meletakkan dengan cara seimbang segi pendidikan, seperti : pengajaran histori pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotism serta cinta tanah air, semangat bela negara serta budi pekerti didalam kurikulum pendidikan Indonesia.
Kami bakal memperteguh Ke-Bhineka-an serta memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Sesaat Prabowo-Hatta tawarkan Agenda serta Program Riil Untuk Menyelamatkan Indonesia :
1. Bangun perekonomian yang kuat, berdaulat, adil serta makmur
2. Melakukan ekonomi kerakyatan
3. Bangun kembali kedaulatan pangan, daya serta sumberdaya alam
4. Menambah mutu sumberdaya manusia dengan melakukan reformasi pendidikan
5. Menambah mutu pembangunan sosial lewat program kesehatan, sosial, agama, budaya serta olahraga
6. Mempercepat pembangunan infrastruktur
7. Melindungi kelestarian alam serta lingkungan hidup
8. Bangun pemerintahan yang membuat perlindungan rakyat, bebas korupsi serta efisien melayani.

3. Bagian kesehatan

Untuk bagian kesehatan Jokowi serta JK memiliki komitmen memperjuangkan kebijakan spesial untuk penuhi keperluan service kesehatan, piranti serta alat kesehatan serta tenaga terutama untuk masyarakat di pedesaan serta daerah terpencil sesuai sama dengan kondisi serta keperluan mereka. Sediakan system perlindungan sosial bagian kesehatan yang inklusif serta sediakan jaminan persalinan gratis untuk tiap-tiap wanita yang lakukan persalinan. Membagikan biaya negara sedikitnya 5% dari biaya negara untuk penurunan AKI, Angka kematian bayi serta balita, ingindalian HIV serta AIDS, penyakit menular serta penyakit kritis.

Sedang Prabowo serta Hatta menyebutkan bakal menanggung service kesehatan gratis untuk rakyat miskin lewat percepatan proses BPJS Kesehatan.

4. Bagian pendidikan

Di bagian pendidikan, Jokowi-JK berjanji mengadakan pendidikan 12 th. yang bekualitas serta tiada cost di semua Indonesia dan mengaplikasikan nilai-nilai kesetaraan gender serta penghargaan pada keberagaman dalam pendidikan.

Lalu lakukan revolusi ciri-ciri bangsa lewat kebijakan capekaan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan memprioritaskan segi pendidikan kewarganegaraan (civic education), yang meletakkan dengan cara seimbang segi pendidikan, seperti : pengajaran histori pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotism serta cinta tanah air, semangat bela negara serta budi pekerti didalam kurikulum pendidikan Indonesia.

Kami bakal mengevalusi pada jenis penyeragaman dalam system pendidikan nasional -termasuk di dalamnya Ujian Akhir Nasional serta pembentukan kurikulum yang melindungi keseimbangan segi muatan lokal (daerah) serta segi nasional, dalam rencana bangun pemahaman yang hakiki pada ke-Bhineka-an yang Tunggal Ika. Untuk pendidikan basic, pembobotan dikerjakan dengan mengutamakan 70% substansinya mesti diisi perihal budi pekerti serta pembangunan ciri-ciri peserta didik (sisi dari revolusi mental).

Untuk pendidikan tinggi, 60% politeknik serta 40% sains. Kami bakal berikan jaminan hidup yang cukup beberapa guru dengan pemberian tunjangan fungsional yang cukup bagi mereka yang ditugaskan di daerah terpencil, pemberian asuransi yang menanggung keselamatan kerja, fasilitas-fasilitas yang cukup dalam usaha pengembangan keilmuan dan promosi kepangkatan serta karier.

Kami bakal lakukan pemerataan sarana pendidikan di semua lokasi terlebih wilayah-wilayah yang sampai kini diidentifikasi untuk area dimana tingkat serta service pendidikan rendah atau jelek mesti dikerjakan. Satu diantaranya, yaitu penyediaan serta pembangunan fasilitas transportasi serta perbaikan akses jalan menuju sarana pendidikan/sekolah dengan mutu yang cukup hingga beberapa peserta didik serta guru di semua lokasi bisa menjangkau sekolah dengan cara fisik dengan aman. Kami bakal bikin kebijakan rekrutmen serta distribusi tenaga pengajar (guru) yang berkwalitas bakal dikerjakan dengan cara rata.

Sesaat Prabowo serta Hatta berjanji memperkuat ciri-ciri bangsa yang berkepribadian Pancasila, menjunjung tinggi karakter jujur, disiplin, patuh pada hukum, toleransi pada perbedaan suku agama serta ras, menghormati budaya bangsa lewat pendidikan Pancasila, kebangsaan serta budi pekerti.

Lakukan realokasi serta penambahan efisiensi pada pos-pos membeli pendidikan dalam APBN yang dilihat tak efisien serta atau boros.

Melakukan harus belajar 12 th. dengan cost negara, meniadakan pajak buku pelajaran, menghentikan pergantian buku pelajaran tiap-tiap th., serta meningkatkan pendidikan jarak jauh terlebih untuk daerah yang susah terjangkau serta miskin.

Menambah martabat serta kesejahteraan guru, dosen serta penyuluh. Jadikan guru untuk profesi terhormat, sejahtera serta bertanggungjawab, diantaranya lewat : (a) pengiriman tunjangan profesi guru bersertifikat segera ke rekening guru yang berkaitan, (b) merekrut 800 ribu guru sepanjang 5 th.. (c) menambah tunjangan profesi guru jadi rata-rata Rp 4 juta per bln..

Membuat revisi kurikulum nasional dengan memantapkan pengembangan budaya bangsa yang berlandaskan Pancasila serta UUD 1945, memajukan karsa serta karya bangsa yang mempunyai daya saing tinggi, memakai serta meningkatkan ilmu dan pengetahuan serta teknologi, dan menjunjung kearifan lokal ; serta mewajibkan kembali kurikulum matematika serta bhs Inggris untuk sekolah basic dan pendidikan anti korupsi.

Melakukan perbaikan dengan cara masif mutu dari sarana pendidikan di semua SD, SMP serta SMA dan pesantren/sekolah agama sederajat, lewat pengalokasian Dana Perbaikan Mutu Sarana Pendidikan (DPKFP) rata-rata Rp 150 juta per sekolah ; serta menambah mutu sarana pendidikan di kampus, terbaik negeri ataupun swasta, dengan alokasi dana APBN Rp 20 triliun sepanjang 2015-2019.

Meningkatkan fasilitasi serta keadilan penyelenggaraan pendidikan lewat program sediakan computer di sekolah basic serta menengah, sekolah kejuruan, sekolah agama serta pesantren, berikan beasiswa untuk mahasiswa kurang dapat serta lulusan baru dan pencari kerja yang ikuti kursus pada bagian serta instansi spesifik yang direferensikan oleh negara, sediakan sarana kredit bank untuk mahasiswa berprestasi, dan bangun jaringan internet gratis.

Berikan insentif pada perusahaan/instansi swasta yang menggerakkan program magang untuk lulusan baru, dengan kesepakatan dari pemerintah.

Meningkatkan sekolah-sekolah kejuruan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, maritim serta industri, terhitung Balai Latihan Kerja.

Note: Masa depan Indonesia 5 tahun kedepan ada di tangan Anda, pilih dengan bijak demi anak cucu kita. “Salam Indonesia 2014”