Tips Dasar Fotografi dan Kode Lensa Kamera DSLR

Posted on

Belajar Tips Dasar Fotografi

Panduan Fotografi Basic untuk pemula – Oke langsung saja ya..h mari belajar memakai kamera, n lebih jelasnya silakan anda lanjut di bawa ini :

Ini yaitu suatu tehnik komposisi yang benar-benar atau cukup gampang untuk dipelajari. Intinya, fotomu akan terlihat lebih menarik bila objeknya tak pas di dalam lensa kamera. Seluruhnya kamera digital – juga yang ada didalam hpmu – mempunyai penyusunan ‘grid’, yang sudah terbagi dalam dua garis vertikal serta juga dua horizontal yang ‘melapisi’ fotomu yang hingga akan terlihat seperti terdiri jadi dalam 9 sisi. Bila anda bakal mengaktifkan pilihan ini, maka anda bakal dapat untuk mengatur letak suatu objek didalam dua pertiga sisi photo menurut garis-garis pada tips ini.

Gantilah bakal Ketinggian Kamera Atau juga Pojok Pandangmu

Biasanya orang yang sudah memphoto dengan ketinggian kamera sejajar dengan mata. Namun ini yaitu suatu langkah yang cukup menjemukan. Coba untuk menggerakkan bakal kamera anda ke atas atau juga ke bawah untuk memiliki suatu photo yang lebih menarik. Barangkali ini bakal lebih jadi susah lantaran anda tak dapat untuk lihat apa yang anda photo dengan lewat viewfinder. NAmun namun seiring berjalannya waktu, anda akan temukan langkah untuk memphoto dengan beberapa cara yang unik atau – yang sederhananya – anda dapat memakai suatu kamera yang mempunyai LCD fleksibel yang dimana dapat dimiringkan ke semua arah agar bisa mengontrol komposisi.

Senantiasa Pakai suatu Pilihan Resolusi serta Mutu Maksimal

Lantaran dalam memory card saat ini telah bukan hanya suatu barang yang elegan lagi, tak ada suatu argumen untuk menghemat bakal kemampuannya dengan memakai pilihan ukuran photo yang kecil atau juga resolusi rendah. Senantiasa pakai bakal suatu pilihan paling tinggi yang sudah disiapkan oleh kameramu. Dengan demikian, anda bakal mempunyai photo dengan mempunyai mutu bagus yang dapat diciptakan, diedit, serta juga untuk diberikan tiada kurangi keindahannya. Bila pada kameramu sudah mensupport format RAW – yakni yang di mana seluruhnya data yang direkam sensor kamera tersimpan – manfaatkanlah format itu.

Trio Utama di Dalam Exposure : ISO, Aperture, serta dan Shutter SpeedIni yaitu sisi yang benar-benar paling sulit perihal fotografi untuk untuk pemula. Singkatnya, penuturannya dibawah ini :

– ISO adalah seberapa peka sensor pada kamera pada sinar ; ISO yang tinggi bakal memungkinkanmu dalam memphoto juga dibawah sinar yang redup, namun bakal ada semakin banyak ‘noise’. ISO yang rendah lebih terbaik, tetapi namun tak senantiasa sangat mungkin agar bisa dipakai terlebih didalam ruangan.

– Aperture memastikan bakal suatu focal length (angka f atau f /) serta dan melukiskan ukuran fisik bukaan lensa. Angka yang tinggi bermakna ada lubang kecil yang sudah memasukkan sedikit bakal sinar, yang akhirnya akan tunjukkan bakal suatu ketajaman pada daerah background. Angka f kecil bermakna bukaan lensanya besar, serta juga background bakal terlihat kabur atau dan out of focus.

– Shutter Speed adalah seberapa lama shutter terus untuk terbuka untuk membiarkan sinar untuk masuk ke dalam sensor. Bila sudah terbuka untuk saat yang cukup lama, maka photo yang sudah dihasilkan akan tunjukkan gerakan, sesaat saat yang singkat bakal menangkap cuma dalam satu gerakan diam.

Tekuni Mode Yang sudah Ada Di Kameramu

Juga kamera saku juga sekurang-kurangnya sudah memiliki suatu mode-mode tersebut :

– Manual mode yang akan membiarkanmu mengatur seluruhnya pilihan pemotretan.
– Automatis yang bisa menyerahkan penyusunan seutuhnya pada kamera.
– Programmed yang sudah sediakan bakal pilihan-pilihan yang lebih khusus untuk objek atau tehnik spesifik seperti support, serta portrait, serta kembang api, dsb.

Kode Lensa Kamera DSLR

Kode Lensa Kamera DSLR

Mengerti Kode-Kode Lensa Kamera DSLR – Untuk mengerti manfaat serta jenis lensa Canon, pastinya kita juga mesti memahami kode-kode yang tercantum pada lensa Canon itu. Untuk umumnya orang pemula, terkadang membingungkan lantaran setiap lensa dilengkapi dengan kode yang tidak sama. Walau demikian bila kita telah memahami, malah bakal mempermudah dalam membaca serta mengertinya. Setiap merk lensa bakal memiliki kode-kode tidak sama, terbaik itu Nikon, Sigma, Tamron, Sony ataupun merk lensa yang lain. Saya cobalah rangkumkan singkatnya kode-kode itu.

Kode-Kode Lensa Kamera DSLR


EF – ElectroFocus

EF yaitu singkatan dari ElectroFocus, yakni lensa itu mempunyai motor sendiri untuk autofokus. Lensa EF didesain spesial untuk kamera Canon full frame (EOS 5D Mark xx, EOS 1D Mark xx), namun terus bisa dipakai pada bodi kamera non-full frame. Cuma saja butuh di perhatikan yaitu ada crop factor dari bodi kamera non-full frame, hingga lebar gambar yang di tangkap bakal tidak sama akhirnya (lebih sempit).

EF-S – ElectroFocus Shortback

Sama sesuai pada lensa EF, cuma saja dengan cara fisik ujung belakang lensa lebih masuk ke dalam mounting kamera. Lensa EF-S didesain spesial untuk kamera Canon non-full frame, jadi tak dapat dipakai pada kamera full frame.

L – Luxury

Lensa yang serinya memanglah lebih elegan di banding EF serta EF-S standard. Lensa Canon seri L dirancang memakai material optik berkwalitas sempurna hingga harga nya jadi lebih mahal. Lensa jenis ini memanglah ditujukan untuk kelompok fotografer profesional atau pehobi kelas berat atau yang memanglah mempunyai uang untuk membelinya :). Seluruhnya lensa seri L ada dalam jenis lensa EF hingga dapat dipakai pada kamera full frame ataupun kamera non-full frame.

IS – Image Stabilizer

Seperti namanya, lensa yang memiliki kode ini dilengkapi dengan teknologi Image Stabilizer, yakni teknologi yang berperan untuk mengkompensasi getaran tangan waktu lakukan pemotretan. Manfaat ini benar-benar bermanfaat untuk pemotretan dengan sinar rendah atau waktu pemotretan jarak jauh.

USM – Ultra Sonic Motor

Lensa yang dilengkapi kode USM bermakna lensa itu mempunyai motor auto focus yang lebih cepat, suara yg tidak berisik serta lebih irit konsumsi baterenya. Keringanan yang lain yaitu kita dapat ganti mode auto focus ke mode manual focus cuma dengan memutar ring lensa. Benar-benar bermanfaat bila subyek photo bergerak selalu.
DO – Diffractive Optic

Lensa dengan feature DO dirancang untuk meminimalkan chromatic aberration (dampak halo pada subyek photo) sekalian kurangi berat dan ukuran lensa.

f/number – Aperture Number

Kode ini tunjukkan nilai bukaan diafragma lensa. Ada 2 jenis, pertama yaitu yang memiliki nilai bukaan diafragma konstan, ditandai dengan 1 angka saja, umpamanya f/2. 8 atau f/4. Ke-2, memiliki nilai bukaan diafragma variabel, ditandai ada 2 angka, umpamanya f/3. 5-4. 5 atau f/3. 5-5. 6

Number (mm) – Angka Focal Length

Tiap-tiap lensa pasti ada angka focal length/panjang fokal. Kode itu terang memanglah untuk tunjukkan panjang fokal lensa itu pada sensor image-nya. Ada 2 jenis, pertama bila cuma ada 1 angka saja bermakna Prime Lens, contoh 50mm atau 85mm. Ke-2 bila ada 2 angka bermakna Zoom Lens, contoh 24-105mm atau 18-55